Header Ads Widget

Renungan Harian KATOLIK : BERBAHAGIALAH Anda Kalian Semua Yang Sejuk Dalam Kata-Kata

Selasa, 26 Juli 2022

Mahasiswa/i Universitas Katolik Santo Paulus Ruteng belajar bersama petani di Pasar Sotor, Desa Ketang, Kecamatan Lelak,Senin (25/7/2022) tentang agrobisnis sayur-sayuran organik


(Pekan Biasa XVII - St Yohakim & St Ana - Orang Tua St Perawan Maria)
Bacaan I Putera Sirakh 44:1.10-15
Mazmur Tanggapan Mzm 132:11.13-14.17-18
Injil Matius 13:16-17

"Berbahagialah matamu karena telah melihat...."

Mat 13:16

(Vestri autem beati oculi quia vident...)


HIDUP bisa dibilang sebagai ziarah panjang dari kemampuan panca indra. Semula terlihat samar. Namun mulai  perlahan-lahan tertangkap jelas. Ada yang berubah di bola mata kita. Demi melihat yang indah dan dengan indah pula.

ADA yang semula sayup lembut terdengar. Dan kini tertangkap pasti di telinga. Kita perlahan belajar untuk mendengarkan. Untuk membiarkan bunyi-bunyi penuh makna terserap masuk di hati. 

Baca juga : Renungan Harian KATOLIK ; TETAPLAH waras dalam iman kristiani

KITA hidup karena 'mata telah melihat segala kisah.' Tertangkaplah kesaksian hidup yang paten dari sesama kita. Tak pernah kita lupa akan segala kisah di waktu dulu. Semuanya masih terekam kuat di ingatan kita. Jadi warisan yang unggul dari para pendahulu. Iya, dari orang tua kita masing-masing.

BERSYUKURLAH akan segala apa yang diwariskan oleh para pendahulu. Tentu tak hanya sebatas pada segala warisan yang fana. Di atas segalanya terdapat bentangan nilai-nilai hidup yang ditinggalkan. Ada pula warisan iman yang meneguhkan. Sebagai warisan teramat mahal dan istimewa.


Baca juga : Kotbah Hari Minggu ; Meskipun kita ingin menjadi kaya, orang lain tetap tidak boleh dikorbankan


WAKTU akan terus berlalu. Hingga di suatu titik giliran kita menanti saat. Bagaimanapun, jejak-jejak kehidupan telah kita tapaki. Penuh harapan. Apa yang telah kita susuri dengan 'mata dan telinga kita' akan jadi harapan bagi generasi berikutnya. 


BAGAIMANAPUN, kita bukanlah segalanya. Kita bisa terperdaya dalam 'mata' yang sesat memandang. Dalam 'telinga' yang gagal dalam mendengarkan. Kita terjebak dalam lukisan Mazmur: 'mempunyai mata tetapi tidak dapat melihat; mempunyai telinga tetapi tidak dapat mendengar' (Mzm 115:5-6).


Baca juga : Renungan Harian KATOLIK : JIKA memang tertanam benih baik dalam kebersamaan, yakinlah kebersamaan itu jadi indah.


BERBAHAGIALAH Anda kalian semua yang sejuk dalam kata-kata. Yang terpuji dalam perbuatan-perbuatan baik. Yang teruji dalam nilai-nilai kehidupan. Mulialah Anda kalian yang senantiasa tulus untuk berkesaksian hidup yang pantas. Sebab dari Anda lah selalu ada harapan dalam iman - harapan dan kasih. 


DARI orang-orang hebat seperti ini, kita memang mesti banyak belajar dan memang terus belajar. Sebab, mereka semua telah teruji dalam irama dan dinamika jalan-jalan kehidupan ini. Mereka telah menghayati semuanya dengan sepenuh hati. Jauh dari segala pura-pura dan dari 'mau-maunya sendiri.'

Baca juga : Renungan Harian KATOLIK : Magdalena tak ingin terus kehilangan momentum bersama Sang Kasih yang Paling Agung


Verbo Dei Amorem Spiranti

St Yohakim & St Ana, doakanlah kami.

Tuhan memberkati.

Amin.


Mahasiswa/i Universitas Katolik Santo Paulus Ruteng belajar bersama petani di Pasar Sotor, Desa Ketang, Kecamatan Lelak,Senin (25/7/2022) tentang agrobisnis sayur-sayuran organik


Posting Komentar

0 Komentar