Header Ads Widget

Merah Putih Berkibar Di Kebun Milik Komunitas NerdiFarm Mbolata

Foto perayaan HUT RI 77
Pusat Pengembangan Hortikultura yang dikelola oleh Komunitas NerdiFarm di Mbolata, Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur-NTT


umpungjayasiar.com,RUTENG. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menyerahkan Bantuan aneka benih sayur-sayuran dan Akta Notaris Asosiasi petani hortikultura Kecamatan Kota Komba kepada Yohanes Nerdi, selaku Ketua Asosiasi dan Pengurus kelompok agrobisnis NerdiFarm, Senin (15/8/2022), bertempat di Mbolata, Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba. Bantuan saran produksi dan dokumen akta notaris tersebut diserahkan oleh Boni Hasidungan, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur. Acara penyerahan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Sekretaris Kecamatan Kota Komba, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kota Komba, Yayasan Ayo Indonesia, Pendamping Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), Komunitas NerdiFarm, dan anggota kelompok tani Mitra Kalabumbu.
Panitia kegiatan mengatur beberapa agenda untuk mengisi acara penyerahan bantuan benih dan Akta Notaris Asosiasi, antara lain, penyampaian kata sambutan dari beberapa pihak, diskusi, kunjungan lapangan ke kebun pengembangan hortikultura milik komunitas NerdiFarm dan panen semangka.


Yohanes Nerdi selaku tuan rumah, diberi kesempatan untuk menyampaikan kata sambutan pertama, dia kemudian dihadapan para peserta menjelaskan secara singkat sejarah berdirinya Komunitas NerdiFarm dan Kelompok Mitra Kalabumbu.


Sejak tahun 2010, dia bersama 11 orang di kalabumbu yang memiliki rencana masa depan yang sama dan mencintai pertanian memulai usaha pengembangan agrobisnis sayur-sayuran. Pada awal pendirian, jelas Nerdi, kami mengumpulkan uang, sebesar Rp 5.000 untuk membeli benih sayur-sayuran dan sejak saat itu, setiap anggota kelompok menaman sayur-sayuran secara rutin untuk tujuan ekonomi dan gizi. Jumlah perempuan dalam kelompok tani Mitra Kalabumbu sebanyak 9 orang, dan mereka, adalah perempuan-perempuan hebat yang menggantungkan hidup keluarganya pada usaha sayur-sayuran, tidak hanya menanam mereka juga menjual sendiri di Pasar hingga sekarang ini.

Boni Hasidungan, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur menyerahkan dokumen Akta Notaris kepada Yohanes Nerdi, Ketua Asosiasi Petani Hortikultura Kecamatan Kota Komba,Senin (15/8/2022)

"Dalam kehidupan berkelompok kami selalu menumbuhkan benih-benih semangat dan benih-benih pola pikir untuk tetap optimis dalam membangun pertanian,"ujar Nerdi.


Sedangkan saya, tutur Nerdi, bersama 7 orang petani dari kampung Kala Bumbu, kemudian melakukan ekspansi usaha ke Mbolata untuk mengembangkan agrobisnis semangka dengan menyewa atau kontrak lahan dari warga setempat. Keputusan untuk menggeluti usaha agribisnis semangka dan melon terinspirasi dari seorang perantau dari Jawa, akrab dipanggil Mas Surat, dia berkebun melon di Wae Reca dan dia berhasil meraup keuntungan puluhan juta rupiah setiap 3 bulan dari agrobisnis melonnya itu.

Pengalaman baik atau kisah sukses dari orang Jawa ini, lanjut Nerdi, merupakan pelajaran penting bagi saya, bahkan hal ini berhasil menggugah hati saya, dimana dia datang bertani di tanah kita, dia tidak membawa tanah dari sana sedangkan kita sendiri justru merantau ke tempat lain meninggalkan keluarga, padahal jika kita mengelola tanah sendiri dengan serius dan punya kemauan untuk bekerja keras maka kita tidak perlu merantau untuk mendapatkan uang. Alasan kita orang manggarai, kata Nerdi, adalah tanah kita tidak subur untuk pertanian padahal sebenarnya yang tidak subur itu adalah pikiran (mind) kita sendiri. Maka menyuburkan pikiran dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan menjadi mendesak untuk konteks kita saat ini, supaya pertanian menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan, baik saat ini maupun di masa depan.

Yohanes Senti, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur menyerahkan bantuan benih sayur-sayuran kepada anggota kelompok tani Mitra Kalabumbu,Senin (15/8/2022) di Mbolata

Baca juga yang ini; 
Noldi Katung, Wirausahawan muda asal Kampung Null : …..untung cepat pulang dari Kalimantan.

Pada tahun 2020, kami petani hortikultura yang bergabung ke dalam kelompok atau biasa disebut komunitas NerdiFarm berkeja sama dengan PowerAgro, satu lembaga Kewirausahaan Sosial (Social entrepreneurship) berkantor di kupang dan Yayasan Ayo Indonesia untuk menerapkan tehnologi irigasi tetes guna meningkatkan efisiensi dalam usaha tani, menghemat tenaga kerja, dan penggunaan air untuk penyiraman. Sedangkan untuk permodalan usaha kami telah bergabung menjadi anggota dari Koperasi Simpan Pinjam CU Florette.


Upaya kami komunitas NerdiFarma, tambah Nerdi adalah mendorong orang muda untuk beragrobisnis atau bertani sebab yang bertani hingga saat ini adalah hanya orang-orang yang telah berusia di atas 50 tahun ke atas, sedikit atau bahkan tidak ada orang muda yang menggeluti dunia pertanian, sehingga ini menjadi misi utama dari Komunitas NerdiFarm.



"Kami juga mengembangkan suatu model bisnis ke arah kewirausahaan sosial dimana para pembeli atau konsumen ikut terlibat dalam upaya mencapai misi Komunitas NerdiFarm yang lain, yaitu mendorong petani menjadi anggota koperasi kredit khususnya KSP CU FLorette, menjadikan kebun dari Komunitas NerdiFarm sebagai tempat belajar Agrobisnis bagi orang muda, memberdayakan orang-orang muda untuk menjadi petani agrobisnis dan membantu para difabel dengan cara atau model, dimana setiap hasil penjualan sayur-sayuran dan semangka, senilai Rp 1.000 per kilo atau per buah diperuntukan untuk mewujudkan misi tadi, uang ini kami menyimpan di KSP CU Florette. Ini yang menjadi pembeda kami dengan petani bisnis yang lain,"pungkas Nerdi, Duta Petani Andalan tahun 2021 ini.


Jangan lupa baca ini: Perubahan Iklim dan pinjaman uang harian

Boni Hasidungan, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, dalam kata sambutannya mengatakan dalam menyongsong Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 yang mengangkat tema "Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat" Saya, untuk pertama kali berkunjung ke Kelurahan Watu Nggene dan menyaksikan petani-petani di sini telah pulih lebih cepat bangkit lebih kuat dimana Bapak-Ibu bisa melewati masa sulit di masa pandemi covid 19 dengan menjalankan bisnis hortikultura, dan anda sekalian tidak menunggu bantuan dari Pemerintah. Dan pada kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan bahwa nanti pemerintah kabupaten melalui dinas pertanian berperan atau mengambil bagian untuk membantu akses pemasaran dari produk-produk hortikultura kita. Kita mendapatkan pahlawan baru hari ini, lanjut Boni, yaitu Nerdi, yang tidak hanya berpikir untuk dirinya sendiri tetapi mendorong orang-orang lain, khususnya orang-orang muda, untuk cerdas, maju dan mandiri melalui pertanian, tidak banyak orang seperti ini. Kita telah menemukan pahlawan-pahlawan masa kini yang memperjuangkan pertanian sebagai suatu bidang yang menjanjikan untuk masa depan.

Produksi kita telah memenuhi kebutuhan pasar di sekitar kita bahkan sampai ke pasar di Ruteng, ke depan,  saran Boni, sebaiknya kita bisa masuk ke pasar Labuan bajo, namun kita butuh kepastian kontinuitas suply untuk memenuhi kebutuhan pasar di sana sehigga persedian harus selalu ada, bahkan jika ada permintaan kita harus mencarinya kalau kita mengalami kekurangan stok dari kebun sendiri atau kelompok, tidak boleh kosong stok agar kita tidak ditinggalkan oleh para konsumen potensial. Pasar di Labuan bajo masih diisi atau dipenuhi oleh sayur-sayuran dan buah-buahan dari luar karena kita tidak ada kepastian suply dan hal ini harus dipikirkan.


Selain itu, kami juga mendorong petani-petani untuk menanam jagung melalui program Tanam Jagung Panen Sapi, sehingga di lahan yang ada, tolong dimaksimalkan, hitungan-hitungan sederhananya, seperti ini, jika 1 hektar produksinya 7 ton, dan dijual dengan harga Rp 4.000 maka omset penjualan sekitar 28 juta rupiah, biaya produksi kurang lebih mencapai 14 jt rupiah sehingga pendapatan petani menjadi 14 juta rupiah, tentu uang senilai ini cukup besar.


Baca juga yang ini;  Koperasi Simpan Pinjam CU Florette dorong anggota untuk mengembangkan bisnis

Isu lain, yang menjadi perhatian kita semua ke depan,ungkap Boni, adalah perubahan iklim yang berdampak kepada sektor pertanian pangan dan hortikultura. Pada pertemuan 3 pemerintahan kabupaten di Ruteng pada tanggal 3 Agustus 2022, yang difasilitasi oleh Yayasan Ayo Indonesia (Vicra), Hivos dan Yayasan Kehati berkomitmen duduk bersama guna merumuskan aksi konkrit adaptasi dan mitigasi untuk meningkatkan ketangguhan petani terhadap perubahan iklim, petani harus tetap berproduksi meski berhadapan dengan situasi perubahan iklim. Kita bersyukur bisa hadir di sini pada hari ini, sebab ada tehnologi irigasi tetes yang diterapkan oleh komunitas NerdiFarm yang harus didiseminasi kepada petani lain, karena tehnolgi ini merupakan salah satu upaya adaptasi.



Sedangkan, Yohanes Sentis, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur kepada anggota kelompok Mitra Kalabumbu dan Komunitas NerdiFarm menegaskan kembali bahwa kita tidak perlu merantau lagi untuk mencari atau mendapatkan uang, sebab uang ada di tempat kita, ada di kebun dan di halaman rumah kita, seperti yang telah dilakukan oleh bapak dan ibu selama ini. Hari ini kami akan menyerahkan beberapa jenis benih sayur-sayuran sebagai sarana produksi, bersumber dari APBD Kabupaten Manggarai Timur tahun 2022 untuk kelompok-kelompok yang sudah sedang menanam sayur-sayuran sebagai sumber pendapatan melalui Asosiasi Petani Hortikultura Kecamatan Kota Komba yang diketuai oleh Yohanes Nerdi. Asosiasi Petani Hortikutura sudah dibentuk di Kecamatan Kota Komba, Borong dan Lamba Leda Selatan, tahun ini rencana kami akan membentuk Asosiasi Petani Hortikultura tingkat Kabupaten Manggarai Timur dan pada pembentukkannya nanti kami mengundang Yayasan Ayo Indonesia untuk memberikan masukan.


Baca juga yang ini; Koperasi Simpan Pinjam CU Florette dorong anggota untuk Bisnis

Ada berita baik untuk kita semua, kata Jon, dimana PT IndoFood yang memproduksi Indomie, menyatakan komitmennya kepada pemerintah melalui Kementrian Pertanian bahwa indomie nanti diproduksi dengan menggunakan bahan baku tepung sorgum, indomie tidak lagi dibuat dari tepung gandum. Untuk diketahui oleh kita semua, bahwa pada 3 tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur bersama Yayasan Kehati, Yayasan Ayo Indonesia dan Keuskupan Ruteng gencar mendorong para petani untuk memproduksi sorgum. Tanaman ini sangat cocok ditanam di lahan kritis, marginal dan kurang air yang ada di Wilayah kabupaten Manggarai Timur, tanaman sorgum lebih tangguh dan tahan hidup pada kondisi kering. Disaat kita sedang mengalami atau berhadapan dengan perubahan iklim, jelas Jon, maka salah satu tanaman yang perlu kita tanam adalah tanaman sorgum, yang mampu bertahan hidup dan berproduksi pada kondisi ekstrim kering.


Terkait isu perubahan iklim, lanjut Jon, kita bekerjasama dengan Yayasan Ayo Indonesia untuk melaksanakan program Vicra guna melakukan identifikasi dampak perubahan iklim agar bisa menjadi acuan dalam merumuskan aksi adaptasi dan mitigasi berdasarkan konteks kita di Manggarai Timur.


Pada akhir kegiatan, para peserta berkunjung ke kebun budidaya melon dan memanen semangka dari salah satu anggota komunitas NerdiFarm.

Bagian publikasi :

Richard Roden Urut



Segelas kopi arabika khas Manggarai-Flores

Tuhan akan memulihkan hidup kita, waktu Tuhan pasti yang Terbaik

Posting Komentar

0 Komentar