Header Ads Widget

Pemerintah Desa Belajar Tentang Pengembangan Sorgum Untuk Ketahanan Pangan, Perbenihan Dan Peningkatan Pendapatan


Yayasan Ayo Indonesia memfasilitasi kunjungan belajar pengembangan sorgum dari 4 Pemerintah Desa di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai di Kelompok Tani Sorgum Pesi I, Desa Golo Ndari, Kecamatan Lambaleda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (9/8/2022)

umpungjayasiar.com, RUTENG. Yayasan Ayo Indonesia memfasilitasi kunjungan belajar pengembangan sorgum dari 4 Pemerintah Desa di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai di Kelompok Tani Sorgum Pesi I, Desa Golo Ndari, Kecamatan Lambaleda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (9/8/2022). Kegiatan kunjungan belajar ini didukung secara pendanaan oleh Yayasan Kehati Jakarta. Peserta yang mengikuti kegiatan ini, terdiri dari, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua BPD dan Kepala Dusun.




Rafael Udin, Ketua Kelompok Tani Sorgum Pesi I, kepada peserta kunjungan belajar mengatakan bahwa upaya mengembangkan sorgum oleh kelompoknya berkat dorongan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dalam hal ini Dinas Pertanian bersama Yayasan Ayo Indonesia dan Yayasan Kehati. Bahkan Pemerintah Kabupaten Manggarai telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 34 Tahun 2021 tentang sorgum sebagai pangan alternatif. Sebenarnya sorgum bukan tanaman baru bagi kami warga kampung pesi, kata Rafael, sebab Sorgum atau pesi dalam bahasa manggarai pada puluhan tahun yang lalu oleh Nenek Moyang kami telah menjadi pangan utama, setiap hari keluarga-keluarga saat itu mengkonsumsi pesi atau sorgum, sorgum diolah menjadi baras dengan cara ditumbuk.

Foto beras.sorgum organik
cemilan sorgum dari Beamuring


Jadi program pengembangan sorgum yang didorong oleh pihak-pihak yang disebutkan tadi, jelas Rafael merupakan upaya untuk menghidupkan kembali budaya atau kebiasaan kami menanam dan mengkonsumsi sorgum setiap hari. Sehingga kami dalam kelompok menyepakati sorgum yang ditanam ini, bertujuan untuk penyediaan beras sorgum (pangan) dan perbenihan sedangkan jika produksinya banyak maka sorgum ini dijualkan dalam bentuk beras sorgum atau diolah menjadi aneka cemilan.




“Penanaman sorgum memang tidak mudah, harus mengetahui pola hujan, pada awalnya kami kurang bersemangat sebab sering gagal, sorgum yang ditanam tidak tumbuh, tetapi kami tidak putus asa, terus mencoba menanam dan akhirnya sorgum berhasil tumbuh baik meski ditanam di atas lahan kritis. Pengalaman inilah yang memberi kami semangat untuk menanam sorgum di setiap musim tanam,“ cerita Rafael.




Pada tahun 2022 ini, Pemerintah Desa Golo Ndari ikut mengambil bagian dalam pengembangan sorgum untuk pangan supaya dapat mengatasi persoalan stunting dan perbenihan dengan mengalokasikan Dana Desa sebesar 20 % dalam nomenklatur ketahanan pangan guna penyediaan sarana produksi berupa pupuk, mesin untuk pengolahan lahan dan biaya pembersihan lahan. “Kami patut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa Golo Ndari yang ikut mendorong Masyarakat menanam sorgum bahkan mengalokasi dana desa untuk pengembangan sorgum di Kampung Pesi,“ ungkap Rafael, Kepala Dusun Compang Toko Kampung Pesi.



Yustinus Wanjunedi akrab dipanggil Iwan, Kepala Desa Tal, ketika diminta oleh Media Umpungjayasiar.com, untuk memberikan tanggapanya selaku Pihak Pemerintah Desa terhadap kegiatan kunjungan belajar tentang pengembangan sorgum berbasis desa, mengatakan, secara pribadi dan juga sebagai pemerintah desa, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kelompok Tani Sorgum di Kampung Pesi yang telah menerima kami dengan penuh keramahtamaan dan telah berbagi pengalaman terkait pengembangan sorgum yang didukung oleh berbagai pihak dengan model kerja kolaborasi,yaitu Kelompok tani, Pemerintah Desa, Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yayasan Ayo Indonesia dan Yayasan Kehati Jakarta.


Lebih lanjut Iwan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Desa Golo Ndari yang telah berbagi pengalaman tentang keterlibatan Pemerintah Desa Golo Ndari dalam mendukung semangat kelompok Tani Sorgum mengembangkan sorgum untuk tujuan ketahanan pangan, penyediaan benih dan ekonomi dengan mengalokasikan Dana Desa sesuai Permendes Nomor 7 Tahun 2021.


Hasil pengamatan kami di lapangan dan berdasarkan pengalaman kelompok tani terkait pengembangan sorgum selama sehari kunjungan belajar, ternyata Sorgum ini sangat bermanfaat bagi kita untuk gizi, mencegah stunting, sorgum dapat tumbuh baik di lahan kritis, cara budidayanya mudah, bisa diolah menjadi sereal/beras sorgum dan pasarnya (market) ada. Pengalaman baik inilah yang mendorong saya untuk melakukan hal yang sama di desa Tal namun melibatkan kelompok tani milenial, secara pendanaan Pemerintah Desa akan mengalokasikan Dana Desa mengacu kepada regulasi dan berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai juga mengeluarkan Peraturan Bupati tentang pengembangan sorgum.


Sedangkan sorgum menjadi komoditi dengan berbagai olahan, misalnya menjadi sereal, beras sorgum, cemilan sorgum akan menjadi inti bisnis dari Badan Usaha Milik Desa di Desa Tal bekerjasama dengan petani mileneal sehingga butuh kerja sama kolaborasi juga dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai, Yayasan Ayo Indonesia dan Yayasan Kehati terkait regulasi, hal tehnis budidaya dan pendampingan lapangan. “Mimpi kami ke depan desa tal memiliki cemilan atau aneka olahan makanan berbahan baku sorgum sehingga jika ada orang yang berkunjung ke desa Tal mereka bisa membeli dan merasakan aneka cemilan dari sorgum seperti yang telah dibuat oleh salah satu pengusaha muda di Beamuring,“ pungkas Iwan.

Bagian Publikasi : Richard Urut

Segelas kopi arabika khas Manggarai-Flores


Posting Komentar

0 Komentar