Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; KITA banyak kali menuntut sesama, tetangga, sahabat, rekan-rekan, anggota keluarga kita sendiri dan para lawan kita untuk berubah

Rabu, 21 September 2022
(Pekan Biasa XXV, St Matius, St Fransiskus Jaccard)
Bacaan I Efesus 4:1-7.11-13
Mazmur Tanggapan Mzm 19:2-3.4-5
Injil Matius 13:9-13

"IA melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai...:
Mat 9:9
(Vidit hominem sedentem in teloneo Mattheum nomine..)


Baca juga yang ini; Temu Sapa Uskup Ruteng, Mgr Sipri Hormat dengan Para Imam dan Religius asal Indonesia wilayah Napoli-Italia

TAK ada tatapan sinis. Tak ada pula kata-kata celaan walau dalam cara halus sekalipun. Tak ada niat buruk untuk tetap memandang dalam kerangka kelam dan kusam.



ITULAH tatapan Tuhan terhadap Matius di rumah cukai. Pada Tuhan selalu ada kekuatan dahsyat dan membebaskan. Tuhan tak cuma ingin 'membebaskan' Matius dari 'penjara rumah cukai.' Tetapi, Tuhan malah ingin melibatkan Matius dalam Kisah Keselamatan.


MATIUS dan kisah hidupnya adalah 'ketidakmungkinan manusiawi!' Tetapi pada titiknya semuanya dikalahkan keagungan Kasih Tuhan.' Adakah kabut hidup manusia yang kusam, yang tak sanggup dikalahkan oleh rencana Kasih Tuhan yang dahsyat?

KEKUATAN untuk berubah dalam diri sesama sering berawal dari diri kita! Saat kita tetap memiliki mata hati yang indah terhadap sesama. Di situ, cara pandang kita dan terutama cara kita menilai sesama pun sepantasnya tetap dimeterai dalam HARAPAN!


Baca juga yang ini; Renungan HARIAN KATOLIK; Jangan menahan kebaikan terhadap orang yang berhak menerimanya...

"MEMANDANG sesama dengan bolamata kasih" itulah yang diajarkan oleh St Thomas Aquino. Sinar mata kasih seperti itu juga yang terpancar dari hati Sang Bapa ketika ia senantiasa merindukan anaknya pulang!

KITA banyak kali menuntut sesama, tetangga, sahabat, rekan-rekan, anggota keluarga kita sendiri dan para lawan kita untuk berubah. Namun, kita tak pernah berani untuk memulai dari diri kita sendiri. Untuk membuang jauh-jauh cara penghakiman kita dalam versi apapun!


KEMBALI berjalan bersama penuh sukacita sebagai satu persekutuan sungguh membutuhkan keberanian untuk bisa merangkul dan saling melibatkan. Sebab kita tak pernah berjalan bersama dalam Kasih Persaudaraan jika sesama tetap kita paku mati dalam "alam rumah lama, rumah cukai, rumah penghakiman."

Bukankah demikian?

Verbo Dei Amorem Spiranti
St Matius, doakanlah kami
Tuhan memberkati.Amin

Posting Komentar

0 Komentar