Header Ads Widget

Terdata 374 Orang Difabel Di 11 Desa Di Kecamatan Satar Mese Utara

Pelatihan tentang penggunaan aplikasi  kobocollect untuk pendataan disabilitas bagi 22 Enumerator dari 11 Desa (7/9/2022) di Kantor Camat Satar Mese Utara. Kegiatan pelatihan ini didukung oleh Yayasan NLR dan Kedutaan Besar Swiss di Jakarta.



umpungjayasiar.com, RUTENG. Pemerintah Kecamatan Satar Mese Utara, Dinas Sosial Kabupaten Manggarai dan Yayasan Ayo Indonesia melaksanakan evaluasi secara informal tentang hasil pendataan disabilitas dari 11 Desa di Kecamatan Satar Mese Utara, Selasa (18/10/2022), bertempat di Kantor Yayasan Ayo Indonesia.

Yohanes Nerdi, Koordinator Program Disabilitas di Yayasan Ayo Indonesia kepada media Umpungjaya mengatakan, pada tanggal 9 September sampai dengan 13 Oktober 2022 sebanyak 22 Enumerator terlatih dari 11 Desa melakukan pendataan disabilitas yang bertujuan untuk pemutahiran data disabilitas yang dimiliki oleh Dinas Sosial Kabupaten Manggarai dan menambahkan beberapa variable baru pendataan, terkait jenis disabilitas, berat ringannya kondisi disabilitas, kepemilikan dokumen sipil/kartu BPJS kesehatan, Kondisi Rumah/Jamban, aksesibilitas, Keterampilan yang dimiliki dll.

Para enumerator yang berjumlah 20 orang itu, kata Nerdi, pada tanggal 7 September 2022 dilatih oleh staf dari Yayasan Ayo Indonesia tentang cara atau tehnik pendataan menggunakan aplikasi kobocollect di Kantor Camat Satar Mese Utara. Kegiatan pelatihan ini didukung oleh Yayasan NLR dan Kedutaan Besar Swiss di Jakarta.

Hasil Pendataan ini, menurut David Salvius Jehadu, Sekretaris Camat Satar Mese Utara, sangat dibutuhkan untuk menjadi acuan bagi 11 Pemerintah Desa dalam penyusunan RKPDes dan APBDes pada tahun 2023. Kami selaku pemerintah kecamatan akan berupaya sesuai kewenangan mendorong pemerintah desa untuk membantu keluarga disabilitas yang belum memilik rumah yang layak, indikasinya, rumah mereka masih berdinding bambu. Berdasarkan data jumlah mereka sebanyak 38 orang dari 374 orang difabel di 11 Desa. Selain itu, ungkap David, Pemerintah Kecamatan juga akan mengajukan proposal bantuan rumah layak huni (RLH) bagi 38 orang disabilitas tersebut kepada Dinas Perumahan Kabupaten Manggarai.

Evaluasi terkait hasil pendataan disabilitas, Rabu (18/10/2022) di Kantor Yayasan Ayo Indonesia

Dari data yang terkumpul ini, lanjut David, Pemerintah Kecamatan bersama Yayasan Ayo Indonesia dan Dinas Sosial Kabupaten Manggarai akan melaporkannya kepada Bupati Manggarai untuk mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah. Dia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait mengalokasikan anggaran untuk menyediakan bantuan dalam bentuk barang (kursi roda) atau pelatihan kapasitas yang dibutuhkan menurut jenis disabilitas.
“Sedangkan Pemerintah Kecamatan pasti akan aktif mencari dukungan ke pihak lain di Kabupaten Manggarai, misalnya kepada Dewan Kerajinan Nasiolan Daerah Manggarai (Dekranasda), Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat termasuk Yayasan Ayo Indonesia untuk meningkatkan ekonomi dari para difabel dengan pelatihan-pelatihan keterampilan. Dengan keterampilan tertentu mereka nanti diharapkan bisa secara mandiri mencari uang dengan menciptakan pekerjaan,”ujarnya.


Baca juga yang ini; Temu Sapa Uskup Ruteng, Mgr Sipri Hormat dengan Para Imam dan Religius asal Indonesia wilayah Napoli-Italia

Ditempat yang sama, Pedo H Hieronimus, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial di Dinas Sosial Kabupaten Manggarai berpendapat jika tim pendata bertemu dengan Bupati Manggarai nanti, maka Tim perlu menyarankan agar pendataan yang sama dilakukan di setiap desa di Kabupaten Manggarai supaya data itu akan menjadi referensi untuk mengajukan bantuan kepada kementrian sosial dan juga menjadi acuan dalam mengalokasikan Anggaran Pendapatan da Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Manggarai.
Variabel dalam pendataan ini, ujar Heri, sangat lengkap dan hal ini sangat baik untuk dijadikan bahan proposal bantuan kepada Kementrian Sosial  sehingga mereka bisa menyediakan bantuan sosial sesuai jenis disabilitas.

Hasil pendataan yang disampaikan oleh Yohanes Nerdi, secara umum, terkumpul fakta-fakta, antara lain; Jumlah disabilitas di 11 Desa adalah 374 orang (laki-laki: 184 orang, perempuan;190 orang), 20 orang mengalami disabilitas intelektual, 65 orang gangguan mental, disabilitas fisik 148 orang, dan gangguan sensorik 90 orang, mereka berusia 0 tahun – < 70 tahun. Sebanyak 54 orang belum memilik Kartu Tanda Penduduk, 137 orang belum memilik kartu BPJS Kesehatan, 71 orang tidak memilik jamban, letak rumah dari 55 orang disablitas berada pada daerah rawan longsor, dan hanya 16 orang saja yang pernah dilatih keterampilan.


Posting Komentar

0 Komentar