Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; DI MANA ada kaum miskin dan sederhana, di situlah Gereja berada

Selasa, 11 Oktober 2022
(Pekan Biasa XXVIII, St Kenneth, St Yohanes XXIII-Paus ke 261)
Bacaan I Galatia 4:31b - 5:6
Mazmur Tanggapan Mzm 119:41.43.44.45.47.48
Injil Lukas 11:37-47

"Siapapun yang memiliki hati yang penuh cinta selalu memiliki sesuatu untuk diberikan" 
(St Yohanes XXIII)


Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; TIDAK KAH terkadang kita merasa tak berdaya oleh tuntutan luar yang sungguh mendera? 


JANGKAUAN seluruh diri kita pada Tuhan, dan segala pengalaman hidup dalam hubungan dengan sesama dan semesta adalah IMAN.

IMAN dibahasakan dalam ajaran yang dipahami dan diterima dengan segenap kekuatan diri. Iman juga ditanggapi oleh kita dalam ungkapan penuh rindu pada Tuhan melalui doa-doa kita. Iman itu juga adalah tanda kekuatan jati diri kristiani kita yang tetap tak pudar dalam apapun situasi yang tengah dihadapi.

Baca juga yang ini; Satu perenungan; Kerohanian yang Memeluk Keseharian

TETAPI iman itu jadi nyata dan berbuah dalam perbuatan kasih. Sebab itulah, setiap kita terpanggil untuk tebalkan seluruh aura diri kita dengan suasana Cinta kasih. Kita sedikitpun tak miliki alasan untuk membenci sesama, saat memang kita miliki cinta itu.


JIKA kita memandang sesama dengan sinar mata tak segar dan ditempel lagi dengan hati yang tak berseri-seri karena kebencian serta ketaksukaan, maka kita pasti kehilangan 'kasih yang mulia' untuk melayani sesama. Untuk melihatnya dalam cahaya penuh harapan akan hidup yang lebih baik.

Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik: TAK hanya sekedar 'tiba pada diri sesama,' lebih dari itu bahwa kita sanggup jadi sahabat seperjalanan

KITA bukannya tak memiliki sesuatu, kita bukannya sekian merana untuk tak sanggup berbagi dengan yang lain. Bukan! Yang kurang dari dalam diri kita adalah "hati penuh kasih." Keroposnya cintakasih adalah awal dari bencana ketidakpedulian.


PAUS Yohanes XXIII, "Papa Buono" adalah Paus yang berhati baik. Memiliki kepedulian teramat dalam terhadap derita yang dialami dunia dan sesama. Gereja yang benar adalah Gereja yang berbagi. Itulah Gereja yang subur dalam tindakan penuh kepedulian.


DI MANA ada kaum miskin dan sederhana, di situlah Gereja berada. Di situ pulalah Cinta kasih dinyatakan! Dan "Jika ada cinta kasih sungguh hadirlah Tuhan." Allah yang nyata dalam Diri PuteraNya Yesus Kristus, adalah Allah yang bersolider. Allah yang masuk kenyataan peristiwa hidup manusia.
JIKA kita memiliki Cinta Kasih ada banyak ungkapan yang kita ditunjukkan kepada sesama. Sebab Cinta Kasih adalah kekuatan nilai dasar agar kita sanggup:
-memahami
-mendengarkan
-berhati sabar
-bermurah hati
-bersolider, dan
-mengampuni.

Baca juga yang ini; Satu Permenungan; Penyakit Kusta? Tuhan ‘tidak anggap memang!’
JIKA memang kita punya hati yang selalu mencintai, maka selalu saja ada sesuatu yang dapat kita perjuangkan dan kita pertaruhkan demi kebaikan dan hidup sesama. Di situlah kita sungguh menjadi 'orang kaya dan berkelebihan' walau kita sendiri ada keadaan serba terbatas dan berkekurangan.

MAKA, yakinlah akan kekuatan kebenaran Kasih yang terjelma dalam hati yang berbagi dan memberi!

Verbo Dei Amorem Spiranti
St Yohanes XXIII, doakanlah kami
Tuhan memberkati. Amin

Posting Komentar

0 Komentar