Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Cari Aman

Senin, 12 Desember 2022 (Pekan III Adventus, St Simon Phan Dac Hòa)

CARI AMAN...

Bacaan I Bilangan 24:2-7.15-17

Mazmur Tanggapan 24:4abc-5ab.6-7ab.8-9

Injil Matius 21:23-27




"...kita takut kepada orang banyak..."*

Mat 21:26

(Timemus turbam...)




Menanam sorgum untuk pangan, gizi, Ekonomi dan Ekologi di Desa Iteng, Kecamatan Sata Mese, Manggarai-NTT



ADA di posisi sulit? Itu yang sering kita alami. Ini soal tentang alam dan suasana hati. Juga tentang kesanggupan dan keberanian dalam memutuskan atau bersikap.


SEPANTASNYA kita memutuskan sesuatu dan bersikap sambil berkiblat pada tatanan nilai. Katakan misalnya pada Kebaikan, Keadilan dan Kebenaran. Dan semuanya itu tentu berkaitan pada kepentingan sekian banyak orang!


DEMI kebajikan yang bernilai mulia dan demi kebaikan banyak orang, segala yang berorientasi hanya bagi diri sendiri mesti dipertimbangkan untuk digugurkan. Tetapi, apakah hal ini sekian mudah untuk dihayati?


SATU keputusan atau jawaban pasti mengandung risiko. Ada tanggungjawab di baliknya. Dan hal ini menuntut pengorbanan. Pertanyaannya? Siapa kah yang ingin berkorban jika 'jawaban ya atau tidak tetap menuntut risiko dan pengorbanan?


TAK memutuskan dan tak bersikap sering jadi pilihan aman. Itu dilihat sebagai 'jalan aman dan damai.' Sayangnya, hal ini biasanya tertahan hanya untuk melindungi diri dan kepentingan sendiri. Sekian banyak orang memilih untuk tak bersikap pasti walau demi nilai sekalipun.

BISA terjadi 'orang tidak mau repot. Tak mau terlibat. Tak ingin rusakan rasa harmoni dan kedekatan. Pun hingga pada jaga hati! Jangan sampai nanti terjadi rasa tidak baku enak. Sebab itulah orang memilih: diam, sunyi, tenang, tak bersuara, tak berpendapat, serta tak bersikap sedikitpun.

KITA sepantasnya belajar untuk berani dalam bersikap dan berpendapat demi nilai. Demi kebaikan bersama, sepatutnya ada sikap nyata yang mesti diperjuangkan!


SELALU ada bahaya dalam mengikuti Yesus, ketika hayati hidup ini sebatas cari aman dan hanya mempertahankan kenyamanan diri. Menjadi takut serta kerdil hati dan jiwa untuk hadapi risiko. Selalu menjauh dari apa saja yang menuntut pengorbanan.


MASA ADVENTUS mengarahkan hati kita untuk sungguh menerima kedatangan Yesus. DIA yang datang sebagai manusia. Tinggal di antara kita sebagai manusia. Dan Ia pastinya tahu. Ia sungguh mau mengalami hidup dalam risiko sebagai manusia.




Verbo Dei Amorem Spiranti
Maranatha
Tuhan memberkati
Amin


Posting Komentar

0 Komentar