Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik: DI saat suram seperti itu, kita bisa pula merasa sendirian

Senin, 05 Desember 2022 (Pekan II Adventus, St Sabas)



Bacaan I Yesaya 35:1-10

Mazmur Tanggapan Mzm 85:9ab-14

Injil Lukas 5:17-26




"...tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam dan tanah yang gersang menjadi sumber-sumber air"

Yes 35:7

(Et quae erat arida, erit stagnum, et sitiens in fontes aquarium)




DI sekeliling diri kita terdapat sekian banyak kemustahilan. Terdapat banyak ketidakmungkinan yang memaksa kita untuk 'menyerah.' Pintu dan jendela demi angin pengharapan sepertinya telah tertutup.


KITA bisa saja merasa selalu mengalami berbagai jalan buntu. Tanpa kepastian. Tiada jalan keluar. Di saat seperti itulah virus rasa putus asa terasa sungguh menguasai.


DI saat suram seperti itu, kita bisa pula merasa sendirian. Kita hidup bagaikan di suatu tanah asing. Jauh. Tanpa apa dan tiada siapapun. Hidup terasa bagai tanah gersang. Tanpa tumbuhan yang menemani.



KITA, tentu, tak ingin bahwa hidup kita itu 'dinasibkan' dalam alam gersang dan kerontang. Hidup itu sepantasnya berbalik kembali di dalam kerangka dan jalur harapan. Namun, ada kah aura seperti itu yang bakal tiba pada kenyataan?


NABI Yesaya bersuara, "Pada gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga.." (Yes 35:1). Harapan dalam Tuhan selalu lebih kuat dari aura lemah hati kita yang sering cepat menyerah.


MASA ADVENTUS bukanlah masa menantikan datangnya Tuhan sebagai pahlawan sesaat. Yang sebatas 'singgah sementara' untuk menghalau segala yang menyesakkan dada! Dan lalu kita terbuai dalam sukacita sesaat pula. Tidaklah seperti itu.

MENANTIKAN Tuhan dalam harapan yang benar adalah satu undangan untuk membiarkan Tuhan datang dan hadir. Demi mencahayai pikiran dan hati kita. Dan dari situlah, kita disanggupkan untuk 'mengubah air mata menjadi sumber-sumber air yang menghidupkan dan yang menyegarkan.'


Verbo Dei Amorem Spiranti
Maranatha
Tuhan memberkati.
Amin

Posting Komentar

0 Komentar