Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; SEPANTASNYA Kita Belajar Untuk Mengatakan Bahwa "Kita Sendiri Bukan Siapa-Siapa..

Senin, 02 Januari 2023 (St Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze)





Bacaan I 1Yohanes 2:22-28

Mazmur Tanggapan 98:1.2-3ab.3cd-4.

Injil Yohanes 1:19-28

"Aku bukan Mesias..." Yoh 2:20

(Quia non sum ego Christus)


KITA BUKAN SEGALANYA

BIARLAH kita kembali pada diri sendiri. Sepatutnya kita tak perlu meretas jalan panjang lagi. Demi berlangkah dan terus menjauh.

SEBENARNYA apa lagi yang ingin kita raih? Apa kah yang sesungguhnya terasa masih kurang dan mesti kita kejar dan lalu menimbunnya? Kita pasti tahu, bahwa sekian banyak hal telah kita punyai. Dan itu, sejatinya, sudah lebih dari cukup.
BAGAIMANA PUN tetap selalu ada godaan besar seputar 'ketenaran, pengakuan dan popularitas.' Kita bisa terjebak dalam riak-riak glorifikasi diri. Kita bertarung sejadinya untuk dikenal dan terakui: baik, benar, senonoh, dan sungguh terawat dalam kesalehan.

SERTIFIKASI diri demi meraih level A plus, itulah ambisi pribadi yang sering sulit tersembunyi. Melihat diri sendiri sebagai 'orang yang tepat dan diharapkan' sering jadi godaan berat pula.
DI SINI, kita sering tak segan-segan, jelas dan halus, untuk satu aksi proklamasi diri sendiri yang serba menanjak. Dan pada saat yang sama bisa tetap gemar untuk 'membantai orang lain.' Apalagi sesama yang tak punya spasi sejuk di dalam hati kita.

SEPANTASNYA kita belajar untuk mengatakan bahwa "kita sendiri bukan siapa-siapa; bukan orang yang pas dan tepat; bukan orang yang bermantolkan pakaian kegemerlapan; iya, kita bukanlah 'segala cerita yang serba berhasil.'

"AKU BUKAN MESIAS," itulah nada dan suara tegas Yohanes Pembaptis. Dia 'cuma suara yang berseru-seru di padang gurun.' Dia tetaplah 'orang aneh yang hanya bikin heboh dalam tampilan dan kesahajaan.'
TERKADANG kita berilusi dan 'yakin diri sembarang' bahwa kitalah 'messias.' Sang juruselamat untuk satu situasi dan keadaan tak karuan. Sebenarnya, kita tengah menjebak sesama dan dunia demi satu *pengakuan* yang kita inginkan.

BIARLAH kita tetap 'apa adanya' di dalam dan demi Tuhan. Bahwa kita 'hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna. Yang melakukan apa saja yang harus kita lakukan' (cf Luk 17:10).

KITA memang "bukan mesias." Tetapi, kita bukannya anti dan jadi pelawan dari karya mesianik itu. TUHAN memanggil setiap kita untuk masuk dalam karya keselamatan. Di dalam segala kehebatan, kekurangan, kelemahan dan keterbatasan kita. Sebab kita memang bukan segalanya. Hanyalah kuasa dan rahmat Tuhan yang meneguhkan kita.

Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati. Amin

Posting Komentar

0 Komentar