Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; TUNTUNLAH SAUDARAMU DENGAN JIWA BESAR

Rabu, 04 Januari 2023

(Hari Biasa Masa Natal, St Dafrosa, St Elizabeth Ann Seton)


Bacaan I 1Yohanes 3:7-10

Mazmur Tanggapan 98:1.7-8.9

Injil Yohanes 1:35-42




"Lalu Andreas membawa Simon kepada Yesus"

Yoh 1:42

(Et Andreas adduxit Simonem ad Iesum)

TUNTUNLAH SAUDARAMU DENGAN JIWA BESAR



TAK semua orang beruntung punya saudara dan saudari yang jempolan. Bersyukurlah, bila kita memang miliki saudara dan saudari yang mulia hati. Itulah modal dan kekuatan utama dalam hidup bersama. Dalam rasa kekeluargaan yang hangat dan ceriah.



SAUDARA-SAUDARI yang baik itu tetap memberikan kekuatan dalam ziarah hidup. Mereka memberikan perhatian. Agar hidup kita dapat bertumbuh, berkembang serta berbuah. Sungguh! Mereka adalah 'gandengan tangan kita yang memberikan harapan.' Dan tunjukan arah benar di jalan kehidupan.


TETAPI, Saudara dan saudari yang baik itu juga adalah 'suara tulus dan sejuk serta terbuka. Apa adanya. Untuk sanggup katakan "jika ya, katakan ya dan jika tidak katakan tidak" (cf Mat 5:37). Itulah kemuliaan hati saudara-saudari. Yang selalu sanggup bicara tenang. Dan dari hati ke hati. Untuk saling berbagi serentak mengingatkan! Tidak untuk membentak. Apalagi mempermalukan.



SEBALIKNYA, alam saudara-saudari terkadang terpolusi oleh kelemahan dan kebiasaan yang kabur. Iri hati, kebenciaan, ketaksukaan, kesombongan, serta aneka kecenderungan 'menjual harga murah nama saudara-saudari sendiri' sering pula jadi kebiasaan.


TERKADANG, orang bisa merasa diri 'besar kepala dan mulia pada diri sendiri' dengan 'menjajakan harga diri saudara sendiri yang direndahkan.' Ada kah kepentingan dan keuntungan demi diri sendiri yang hendak dijaring dari hal seperti itu? Sebab, amat sering, orang tak pernah lelah untuk selalu aktif dalam cerita-cerita suram mengenai saudara-saudarinya sendiri.



BAGAIMANA PUN, kita selalu punya harapan untuk hidup dan saling menuntun kepada kebaikan! Demi kembali kepada kebersamaan yang seharusnya. Demi saling bergandengan tangan menuju HARAPAN BERSAMA dalam Tuhan sendiri. Yang mempersekutukan dan yang merekatkan dalam KASIH.

ANDREAS sungguh punya hati nan mulia. Ia membawa, Simon Petrus, saudaranya, kepada Yesus. Kepada TERANG, kepada SUMBER KEBENARAN dan KEHIDUPAN. Andreas tentu punya kerinduan, agar Simon Petrus, saudaranya itu, sungguh menjadi baru di dalam Yesus.



BERSYUKURLAH Anda kalian yang lemah lembut, baik hati, berkepribadian mulia, yang terhormat dalam perangai, yang jempolan dalam kesaksian hidup serta tetap elegan dalam nama baik. Tinggal bagaimana Anda kalian tetap berjiwa besar berjuang. Demi membawa saudara-saudarimu dan siapapun sesama kepada Yesus.



ITULAH saudara-saudarimu yang malang. Yang hidup dalam petaka dan ketakberuntungan nasib dan peri hidup. Setidak-tidaknya, tetaplah berbesar hati dalam membawa semuanya dalam Harapan dan Doa kepada Yesus, Tuhan. Sebab, DIA-lah Saudara Sulung bagi kita semua!


Bukan kah demikian?


Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.Amin

Posting Komentar

0 Komentar