Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik;SETIAP KITA MILIKI SAATNYA UNTUK MENGERTI: SEPERTI APA HIDUP ITU



Senin, 16 Januari 2023

(Pekan Biasa II, St Gerardus dkk, St Honoratus, St Josef Vaz, St Marcellus I - Paus ke 30, St Priscilla dr Roma)




Bacaan I Ibrani 5:1-10

Mazmur Tanggapan Mzm 110:1.2.3.4

Injil Markus 2:18-24








"Tetapi waktunya akan datang....."  Mrk 2:20

(Veniem autem dies...)




SETIAP KITA MILIKI SAATNYA UNTUK MENGERTI: SEPERTI APA HIDUP ITU




BUKANNYA tak hendak berpuasa. Tetapi, semuanya akan tiba pada waktunya. Ketika "mempelai itu diambil dari tengah-tengah para murid.""mempelai itu diambil dari tengah-tengah para murid." Maka, sejak itulah segalanya akan berjalan sebagaimana seharusnya.




BANYAK hal yang mesti dipelajari para murid. Demi mengenal lebih jauh dan terus lebih dalam tentang 'sosok Yesus yang mereka ikutisosok Yesus yang mereka ikuti.' Ada saatnya, ketika sepertinya mereka telah mengenal Yesus. Namun nyatanya, para murid sendiri masih merasa sekian jauh untuk 'mencapaiNya.'




MERAIH YESUS yang sesungguhnya bukanlah satu jalan mulus yang dilewati. Tantangan dan rupa-rupa kendala mesti dilewati. Terkadang terasa telah tiba pada segala keberhasilan. Namun, tidak kah kegagalan sering datang mendera pula?




LUKISAN 'tidak berpuasa' terhadap para murid, adalah gambaran bahwa mereka masih ada dalam lintasan proses panjang. Demi mengenal Yesus serta seluruh kisah hidup dan karyaNya.




YESUS tak datang untuk menyesuaikan begitu saja segala yang lama dalam diri para muridNya. Tidak! Ada kisah-kisah baru yang mesti dipelajari dan dialami oleh para murid. Terdapat orientasi baru yang mesti ditangkap secara benar dan semestinya.




INI tentu bukan sekedar "puasa dan tidak puasa." Tetapi, semuanya seyogyanya mesti jawabi satu pertanyaan kunci: Apa sesungguhnya makna di balik kisah puasa itu?Apa sesungguhnya makna di balik kisah puasa itu? Bisa saja terjadi bahwa puasa dan segala kisah kesalehan terkadang menjadi perangkap untuk menjebak sesama kepada 'diri kita sendiri.'




AKAN tiba waktunya, seturut Yesus, IA sebagai "Mempelai para murid", akan diambil dari tengah-tengah mereka. Di titik itulah "puasa para murid sesungguhnya dimulai." Semua yang hanya berpusat pada dan demi diri sendiri diruntuhkan.




SETIAP murid mulai belajar untuk sungguh hidup dalam 'Yesus yang hadir dalam Kuasa dan RohNya." Bisa terjadi, saat masih ada bersama orangtua, seorang anak bisa saja tak peduli banyak akan 'segala yang kisah hidup dan kata-kata dari orangtua.'




ADA saatnya, ketika ketiadaan atau kepergian selamanya dari orangtua, si anak itu mesti belajar untuk pahami: apa artinya memaknai hidup yang sesungguhnya. Bukan kah di saat itulah orangtua mesti dihadirkan dalam semangat dan nilai-nilai yang tak pernah memudar?




Verbo Dei Amorem Spiranti




Tuhan memberkati

Amin

Posting Komentar

0 Komentar