Header Ads Widget

Pater Kristianus Sambu; Realitas Sosial Masyarakat Bermental Instant Akhirnya Tanah Dijual Karena Terdesak Ekonomi

Pater Kristianus Sambu, SVD, Pastor Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong sedang berkotbah, Minggu (26/2/2023)


umpungjayasiar.com, RUTENG. Umat Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (26/2/2023) mengikuti perayaan misa Hari Minggu Pra-Paskah I di Gereja Paroki. Umat yang hadir perayaan misa cukup banyak, mereka datang dari 7 Wilayah. Perayaan misa dipimpin oleh Pater Kristianus Sambu, SVD, Pastor Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong. 



Pada Perayaan misa tersebut ada hal yang menarik terkait konteks sosial umat akhir-akhir ini, dimana Pater Kris mengangkat satu isu yang amat penting dalam homilinya, yaitu semakin banyak jumlah orang atau keluarga yang menjual tanahnya untuk mengatasi kesulitan ekonomi. Selain itu, tidak sedikit umat juga yang terjerumus dan menjadi ketagihan dengan Judi Online, padahal kedua tindakan ini, jelas-jelas dapat merusak kehidupan rumah tangga, hubungan sosial bahkan juga bisa memunculkan persoalan baru yang dapat memperburuk situasi. Sangat diperlukan sikap tegas terhadap dosa adalah topik homilinya pada perayaan misa itu, terinspirasi dari Kejadian 2:7-9;3:1-7; Roma 5:12-19; Mateus 4:1-11. 


Dalam Situasi ini, Kata Pater Kris, kita perlu sikap tegas untuk menolak terutama menolak godaan dan menolak dosa. Kita Perlu menghindari sikap kompromistis terhadap godaan dan dosa, sebab sikap yang demikian sesungguhnya adalah ruang dan peluang tawaran dosa bisa terlaksana.


Santu Paulus, jelas Pater Kris, dalam bacaan kedua menggambarkan Yesus sebagai Adam Baru yang bersikap tegas terhadap godaan setan. Yesus menolak untuk mendapat pujian jika bisa mengerjakan mukjizat ‘menjadikan batu sebagai roti’, Dia tidak gila dengan popularitas dan tidak tergoda dengan tawaran Kekayaan jika Dia menyembah Setan. Yesus jelas tidak bersikap kompromistis dan tegas menolak setiap godaan.


 Suasana Perayaan Misa Hari Minggu Pra-Paskah I di Gereja Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (26/2/2023) 


Kejatuhan Adam Lama, lanjut pater Kris, justru karena dia bersikap kompromistis terhadap godaan, maka ada celah atau ruang untuk berbagai iklan “produk kejahatan”, sehingga buah dari ketegasan Yesus, Adam Baru membawa keselamatan bagi umat manusia, mengembalikan identitas diri “Anak Allah” bagi manusia. Sedangkan dari Adam Lama hanyalah kejatuhan dan dosa, sebab dia tidak taat terhadap perintah dan kehendak Allah.


Bagaimana dengan kita? Pertanyaan reflektif muncul dari Pater Kris, kemudian dia menjelaskan, fakta bahwa godaan dosa itu masih terjadi sampai saat ini. Kita juga seringkali terjatuh dalam godaan untuk memiliki kekayaan material yang super premium. Oleh sebab itu, segala macam cara dapat dihalalkan demi memperoleh kekayaan tersebut. 


Tindakan korupsi menjadi sebuah hal yang wajar kemudian menjual tanah dianggap menjadi solusi terbaik, ketika kita menghadapi tuntutan kebutuhan, yang nota bene, belum tentu mendesak dan sifatnya emergensi. Padahal tanah adalah kebutuhan yang sangat vital untuk kehidupan kita sehingga tidak boleh dijual. Mentalitas Instan seperti ini, telah membuat kita menjadi malas untuk berjuang, lemah dalam menghadapi tantangan dan mudah menyerah saat dicobai.



Keuskupan Ruteng, imbuhnya, menjadikannya Tahun 2023, sebagai Tahun Pastoral Ekonomi Berkelanjutan SAE (Sejahtera, Adil dan Ekologis) dan SVD Provinsi Ruteng menyerukan Tahun Keluarga. Kiranya kita sebagai umat kristiani yang sejati dan militant, mampu bersikap tegas terhadap godaan-godaan untuk mendapatkan secara instan dalam pemenuhan kebutuhan hidup kita, baik Rohani maupun Jasmani. 

"Marilah kita dengan tegas mau bangkit dan berjuang bersama untuk meningkatkan kualitas hidup kita secara integral, baik rohani maupun jasmani dengan didasari pada Iman yang berkualitas pula,” ajak Pater Kris.



Kita bersyukur, kata Pater Kris diakhir perayaan misa, Lembaga Swadaya Masyarakat, khususnya Yayasan Ayo Indonesia dan Gereja Keuskupan Ruteng  menyuarakan tentang situasi masyarakat kita di Manggarai yang marak menjual tanah, oleh karena itu, kita diingatkan, apakah menjual tanah adalah solusi satu-satunya atau masih ada cara lain untuk mengatasi masalah ekonomi. Sebenarnya dalam hidup bersama kita terus mencari cara untuk mengatasi persoalan sosial ekonomi, tentu dengan kegiatan-kegiatan produktif, kalau tidak kita akan menyesal, nasi telah menjadi bubur, tanah kita hilang gara-gara kita terlalu berpikir instan dalam mengatasi persoalan ekonomi.

Bagian Publikasi Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong


Pater Kons Beo, SVD

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN


Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran.

Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.






Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

 

Dampak Perubahan Iklim di Manggarai Timur

Posting Komentar

0 Komentar