Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; WAJAH SANGAR, HATI PENUH BENCI, NAMUN TETAP ADA KASIH TUHAN DI ATAS SEGALANYA

Senin, 13 Februari 2023

(Pekan Biasa VI, Beata Christina Spoleto, St Katarina dari Ricci, Beato Yordanus Saxony)
Bacaan I Kejadian 4:1-15.25
Mazmur Tanggapan Mzm 50:1.8.16bc-17.20-21
Injil Markus 8:11-13





"Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?"
Kej 4:6
(Quare iratus es? Et cur concidit facies tua?)



Baca juga yang ini;Renungan Harian Katolik; KASIH TUHAN NYATA DALAM TANGAN KITA YANG MEMBERI


INI gawatnya jika memang rasa benci sudah mengakar. Ia lalu berbuah lewat kata-kata tajam dan tindakan kelam. Ketidaksukaan di hati memang tak mudah disembunyikan.



SINAR mata tajam membakar. Aura wajah sangar penuh angkernya. Dan tentunya menakutkan. Di situ, selalu ada ikhtiar iblis dengan tatapan yang sepertinya 'mau makan orang saja.' Menakutkan memang!




KEBENCIAN lagi hinggap di hati. Syukurlah bila rasa benci itu sekedar bertamu sesaat. Lalu ia pergi. Sebab telah ada jalan keluar yang membebaskan.




RUMITNYA, jika memang rasa penuh benci dan tidak suka itu telah sampai pada level "virus yang bersarang di hati." Gawatlah sudah! Sebab, di situlah ketidaknyaman situasi batin sudah jadi suasana pribadi dalam keseharian. Dan hal itu bahkan telah menjadi karakter diri yang membenci.




RASA benci dan muka muram memang bisa saja terjadi. Itu karena hati kita sendiri lagi tak nyaman. Bisa karena kepentingan kita terganggu dan tak terjawabi. Tetapi juga karena adanya rasa cemburu 'yang tidak ada model punya namun bisa dipahami.' Apalagi kalau cemburu di alam romantisme? Itu yang sengit menderu mati punya.'



Baca juga yang ini; Pojok KITAB SUCI; Menggapai Hidup dan Ada Baru di dalam Kristus


SI KAIN lagi emosi berat. Sebab persembahannya ditolak. Sementara pemberian Habel, adiknya, diterima Tuhan. Dari situlah siasat gelap mulai dirancangkan. Lalu semuanya berakhir tragis dengan kematian Habel. Rasa benci, cemburu, irihati serta segala rasa tidak suka sesungguhnya amatlah fatal. Maka, berhati-hatilah!



DI KANTONG hati kita nan lembut, kita tempatkan orang-orang pilihan, insan-insan kesayangan serta kaum pujaaan hati kita. Tetapi, di ruang emosi kita yang sering meledak-ledak, di julur lidah kita yang sering tajam tak terkendali, di tangan kita yang sering kasar, kita tempatkan orang-orang yang tak kita sukai. Mereka yang sungguh kita benci. Di situ, potensi kekerasan bisa saja terjadi. Maka, sekali lagi, berhati-hatilah!



TUHAN memang mesti menegur kita dengan keras: Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Itulah pertanyaan yang Tuhan tujukan pada si Kain.



MAKA, mari singkirkan debu kebencian yang masih melekat. Pulangkan kembali wajah sukacita nan ceriah terhadap sesama. Bila memang wajah kita ada di 'kualitas tak bisa diselamatkan lagi,' setidak-tidaknya masih dapat diimbangi dengan hati penuh senyum pesona terhadap sesama. Sebuah senyum yang tulus. Apa adanya.



Baca juga yang ini, Penting!: Kolekte sebagai Bentuk Tanda Syukur kepada Tuhan


UNTUK kembalikan alam hati ceriah dan wajah yang penuh sejuk segar, maka berilah persembahan kepada Tuhan apa yang sewajarnya dan juga apa seharusnya.




Semoga demikian.


Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin




Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota. KSP CU Florette: Menyediakan Pinjaman Bunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan.

Posting Komentar

0 Komentar