Header Ads Widget

Satu Permenungan; Bisa kah antitesis atau kontra Paskah adalah 'Batu kubur yang masih menutupi pintu makam?


HARI RAYA PASKAH 2023
satu perenungan

(Batu telah diambil dari kubur - Yohanes 20:1)
Bisa kah antitesis atau kontra Paskah adalah 'Batu kubur yang masih menutupi pintu makam?



Tetapi, nyatanya, di pagi-pagi benar itu, saat hari masih gelap, si Magdalena mendapatkan batu kubur 'telah diambil orang.'


Paskah adalah ketidakberdayaan segala ikhtiar dan tindak manusia. Ditandai oleh batu penutup makam yang 'tak lagi berfungsi' semestinya.


Biarkan Paskah menjadi kisah personal setiap kita. Dan itu terjadi saat segala batu terambil dari dalam diri kita. Ada, ;

  • BATU yang tutupi kepala kita. Kebenaran menjadi jauh dari diri. Kita lebih berkiblat pada prasangka dan pada segala taktik serta skenario sendiri yang mencekam.
  • BATU yang tutupi ruang emosi yang sehat. Karena itulah kita bisa menjadi 'angker, penuh dendam, amarah, benci, angkuh serta berburuk rasa terhadap sesama.
  • Batu kubur pada ruang emosi jauhkan kita dari rasa spontan, tulus dan penuh kekeluargaan. Kita selalu berat dan sulit dari area solider, simpatia akan nasib miris sesama.
  • BATU kubur yang tutupi dan kotorkan Identitas Kekatolikan kita yang seharusnya. Sebab kita terantai pada 'politik identitas sempit.' Yang rabunkan mata nurani kita untuk melihat sesama dalam cahaya kesetaraan manusia, citra Allah, yang ditebus dan diselamatkan. 'Politik identitas' sebenarnya ingin hanya melayani kepentingan sendiri.

Di situ, batas antara KITA dan mereka, yang lain, serta yang bukan kita harus nyata dan dipertegas dan lalu ditekan serta disingkirkan!



Dalam semangat Paska serta orientasi Batu kubur yang telah diambil segala baik tengik dan amis dari 'pola dan gema politik identitas' mesti ditenggelamkan..


Paskah mesti tetap ditangkap sebagai kisah surgawi, imani yang melampaui dan menghancurkan segala 'batu penutup' yang menghalangi cara dan isi berpikir serta pola merasa kita terhadap sesama dan bahkan terhadap alam semesta. Dalam kesegalaan....




CHRISTUS Vincit, CHRISTUS Regnat, CHRISTUS Imperat
Alleluia.
Salam Paskah.


Verbo Dei Amorem Spiranti
Amin






Posting Komentar

0 Komentar