Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; BETAPA AGUNG KARYA-MU, YA TUHAN. BETAPA LUHUR SEGALA RENCANA-MU

Kamis, 01 Juni 2023
(Pekan Biasa, St Yustinus-Martir, St Pamphilus dr Kaisarea)
Bacaan I Sirakh 42:15-25
Mazmur Tanggapan Mzm 33:2-3.4-5.6-7.8-9
Injil Markus 10:46-52





"Yang satu menguatkan kebaikan dari yang lain, dan siapa gerangan pernah puas memandang kemuliaan Tuhan"

Sirakh 42:25

(Uniuscuiusque confirmavit bona. Et quis setiabitur videns gloriam eius?)




"BETAPA AGUNG KARYA-MU, YA TUHAN. BETAPA LUHUR SEGALA RENCANA-MU"


Baca juga yang ini sangat menarik; Satu permenungan IMAN KATOLIK; Pentekosten dan Kisah Berbahasa Kita 


TAK boleh pupus kerinduan dalam diri kita. Demi bergejolaknya rasa untuk menjumpai yang diidamkan. Tidak kah yang dirindui itu selalu menarik untuk kobarkan gairah jiwa?




JANGAN pula senyap lenyap rasa kagum dalam batin. Sebab rasa kagum seperti itu membuat kita sanggup melihat yang terbaik, terindah dan berharga di luar diri kita.




Bahkan sepantasnya kita mesti berlangkah sebagai seorang peziarah hidup 'yang kosong.' Yang selalu bertanya, yang selalu idamkan dan merindui keindahan, harmoni dan keterpaduan. Dalam geliat saling melengkapi (cf Sirakh 42:24).




BERBAHAGIALAH bila kita alami 'efek kejut' dalam hidup. Ada banyak hal yang bikin hati kita terpesona. Tidak kah si penyair lukiskan: 'Angin, gunung dan ngarai bagai orkes symphoni.. ?' Bahkan saat menatap di suatu hari 'bunga di tepi jalan. Alangkah indahnya....'



Baca juga yang ini sangat menarik; Renungan HARIAN KATOLIK; KEPERCAYAAN atau Keyakinan Menuntut Keteduhan Hati 


SEPANTASNYA kita mesti sejenak teduh di jiwa. Sepotong diam kita coba tenun dalam hati. Untuk tiba pada puncak 'keheranan tak terkira:' Tak pernah puas aku memandang kemuliaan Tuhan (cf Sirakh 42:25).




DAN marilah, dalam rasa kagum, syukur dan penuh sukacita kita menatap siapapun sesama kita dalam bingkai kaca keindahan!




"SELALU dan tetap ada yang baik dan indah dalam diri saudaraku, temanku, tetanggaku, kolegaku, serta siapapun yang kujumpai di perjalanan hidup ini." Bola mata kasih dan tatapan penuh kagum pasti akan enyahkan rasa marah, benci, tak suka pun arus hati yang cenderung mengasingkan sesama.




BILA telah berlayar jauh dalam marah dan benci, maka berbalik pulanglah kembali pada dermaga hati. Siapkan lagi layar kerinduan, kekaguman dan layar KASIH pada sesama dan pada alam semesta. Kita tak pernah terlambat.......


Baca juga yang ini sangat menarik; Satu Permenungan IMAN KATOLIK: Kau Tidak Ada Pertanyaan Lain Lagi Ka?”


Tidak kah demikian?

Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin.



Posting Komentar

0 Komentar