Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Hendaklah Kamu Saling Mengasihi Sebagai Saudara dan Saling Mendahului Dalam Memberi Hormat

Rabu, 31 Mei 2023
(Pekan VIII Biasa - Pesta St Maria mengunjungi Elisabet) Bacaan Zefanya 3:14-18 atau Roma 12:9-16b
Mazmur Tanggapan Yesaya 12:2-3.4bcd.5-6.
Injil Lukas 1:39-56





"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat"

Rom 12:10

(Charitate fraternitatis invicem diligentes: honore invicem praenientes)



Baca juga yang ini sangat menarik; Satu permenungan IMAN KATOLIK; Pentekosten dan Kisah Berbahasa Kita 


BISA terjadi biar cuma di dekat mata, pandangan kita terhadap sesama bisa terasa sekian jauh. Saat kita 'buang muka terhadap sesama' maka sesama itu sudah tak jadi sebagai pribadi indah dan kisah 'sejuk segar di pandangan mata dan di hati kita.




SALING menantang, 'saling tidak baku enak di rasa sering teralami.' Katanya yang 'tempoe hari' biasanya baku pigi datang bakunjung kini nampaknya sudah pada 'rem kaget untuk tak saling bertengok lagi. Ada sesuatu yang terganjal berat di dalam batin. Entah sampai kapan? Baik-baik sudahlah! Kata si bijak, 'ini hanya bikin susah diri saja bila wajah itu tetap pada aura amarah.'



SIAPA PUN bisa tergoda untuk tak saling mengasihi. Pun tak lagi ramah untuk kembali bertegur sapa. Amarah berkobar di dalam dada. Dan di situlah dunia batin tak hanya jadi sempit tapi juga menjadi sumpek.





TUGAS pewartaan yang benar setulus suara Rasul Paulus bukanlah sekedar rentetan kata-kata yang terucapkan atau diajarkan. Di atas semuanya adalah tahu hargai sesama, tetap semangat dalam pelayanan, selalu berharap dan penuh kesabaran, bantulah sesama yang berkekurangan, menjadikan diri dan hidup sendiri sebagai berkat bagi orang lain. Itulah yang mesti dinyatakan.



DAN lagi kata Rasul Paulus, "Janganlah menganggap dirimu pandai!" (Rom 12: 16). Sebab hal itu bisa jadi potensi suram untuk menjauhkan sesama atau pun jauhkan diri sendiri dari sesama. Kesombongan pelan-pelan menggurita. Iya, karena 'virus anggap diri sendiri pandai lagi menghantui..'




MAKA, biarlah kita berdoa dan mohon kerendahan hati agar bisa sanggup masuk di dalam keadaan sesama: saat mereka bersukacita pun di saat mereka menangis' (cf Rom 12:15).

Baca juga yang ini sangat menarik; Renungan Harian Katolik; Ranting Iman Itu Dibersihkan Agar Berbuah: Lebih Dan Terlihat


Verbo Dei Amorem Spiranti

St Perawan Maria dan St Elisabet, doakanlah kami.

Tuhan memberkati
Amin


Selasa, 30 Mei 2023)
(Pekan Biasa VIII, St  Ferdinandus III dr Kastila, St Joan dr Arch)
Bacaan I Sirakh 35:1-12
Mazmur Tanggapan Mzm 50:5-6.7-8.14.23
Injil Markus 10:28-31

"Jangan coba menyuap Tuhan.."
Sirakh 35:11
(Noli offere munera prava)

HADAPI segala sesuatu seperti apa adanya memang butuh kebesaran hati. Setiap tindakan, perbuatan, serta apapun keinginan pasti isyaratkan konsekwensinya. 

MAKA dibutuhkan, itu tadi, ketegaran hati. Manusia yang lurus hati selalu ada di jalan lurus dan benar pula. Dia tak lari dari kenyataan yang bakal menyambutnya. Dia sedikitpun tak berjuang demi kemudahan dan kenyamanan,  "Tenang, Bro! Ada orang dekat
Pun ada orang dalam."

KISAH suap-suapan memang dalam artian sebenarnya bisa diterima sebagai tindakan untuk membantu, memberi kekuatan dan harapan bagi yang masih kecil, lemah atau sakit. Agar selalu tampak harapan akan kehidupan yang menjanjikan. TETAPI?

DI TITIK lain, ada praktek suap penuh kesuraman. Ini berpautan pada pembungkaman akan kenyataan yang seharusnya dihadapi. Saat kebenaran dikadrunkan. Segala jaminan, fasilitas, atau kemudahan hidup bisa terlahir dan dinikmati akibat dari operasi gratifikasi. 

PUTRA SIRAKH ingatkan kita untuk hilangkan atau jauhkan diri dari praktek suap kepada Tuhan. Praktisnya: 'Jangan bilang atas nama Tuhan, padahalnya itu hanyalah untuk memperdayai sesama, dan bahkan mengorbankannya.
TAK cuma untuk hilangkan praktek pro aktif dalam tindak menyuap, mesti dikuatkan pula mental dan jatidiri untuk tak mudah disuap. Dalam berbagai rana kehidupan, selalu ada hantu sogokan yang selalu mengintai. Mencari dan menunggu saatnya yang tepat berhadapan dengan yang mudah disogok. 

MAKA, biarlah hidup apa adanya dan sederhana. Sesuai dengan apa yang kita miliki sebagai hak kita. Kata si bijak: Janganlah sekian kaya dan tertumpuk berkimpahan. Ada godaan untuk 'keliru suap sesama.' 

JANGAN juga  selalu merasa kurang dan miskin, toh ada godaan juga untuk disuap dan tak puas pada apa yang dikaruniai Tuhan yang mahapengasih dan mahapenyayang.
Verbo Dei Amorem Spiranti

Tuhan memberkati
Amin

Posting Komentar

0 Komentar