Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; KITA Hanya Butuh Kerendahan Hati Untuk Menemukan Kebijaksanaan Itu

 Sabtu, 03 Juni 2023
(Pekan Biasa VIII, St  Karolus Lwanga)
Bacaan I Sirakh 51:12-20
Mazmur Tanggapan Mzm 19:8.9.10.11.
Injil Markus 11:17-33

"Tanganku telah kuangkat ke surga, dan aku menyesal karena belum tahu akan kebijaksanaan..." Sirakh 51:19


KEBIJAKSANAAN ITU KISAH SEUMUR HIDUP


Baca juga yang ini sangat menarik; Satu permenungan IMAN KATOLIK; Pentekosten dan Kisah Berbahasa Kita 


SEPERTINYA terlalu percaya diri sering hinggap dalam diri sendiri. Ada godaan untuk tempatkan diri sendiri sebagai orang yang 'tepat, benar, dan pada waktunya.'


Baca juga yang ini sangat menarik:Renungan Harian Katolik; Ranting Iman Itu Dibersihkan Agar Berbuah: Lebih Dan Terlihat


ADA keinginan untuk menjadi manusia yang selalu 'hadir di hadirat Tuhan;' Pribadi "di depan BAIT Allah" (cf Sirakh 51:14). Ada keyakinan kuat bahwa di situlah kebijaksanaan bakal dan telah dimiliki. Sepertinya pula tak ada yang kurang dalam diri. Sebab segala ketetapan dan hukum telah ditaati. Dengan penuh kebijaksanaan (cf Sirakh 51:19).

TETAPI  'terlalu  percaya diri' sering jadi rintangan. Apalagi bila merasa diri ada di titik lebih dan hampir tak ada kurangnya. Tak seperti kebanyakan orang pada umumnya dan orang-orang di keseharian ini. Nyatanya? Simaklah!



SEBAB itulah walau 'tanganku telah kuangkat ke surga, penyesalan tetap datang  mengusik.  Sebab betapa sedikitlah kebijaksanaan dan pengetahuan yang kuketahui dan kumiliki.'


KEBIJAKSANAAN LANGIT tetap jauh melampaui apa yang diperkirakan. Tak bisa dikibuli oleh segala kepentingan sendiri yang disamarkan. Rencana surgawi tak bisa diruntuhkan oleh segala 'percaya diri dan ambisi tersembunyi.'

KEBIJAKSANAAN tidak bisa dicari dengan berbekal 'rasa diri istimewa, apalagi dengan penuh keangkuhan.' Tak akan pernah! Putra Sirakh beri isyarat sejuk namun mendalam dan serius: "dalam kemurnian hati aku menemukannya" (cf Sirakh 51:20a).


KITA hanya butuh kerendahan hati untuk menemukan kebijaksanaan itu. Sebab, kebijaksanaan itu sebenarnya adalah gema hidup yang ditangkap dari sesama dalam segala yang dialaminya. Dalam suka dan dalam duka. Dan berlangsung  sepanjang jalan kehidupan ini.


Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin

>

Posting Komentar

0 Komentar