Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Kita Lagi Dilanda Cemas Dan Gusar Di Hati ?

Rabu, 28 Juni 2023 (Pekan Biasa XII, Beato Sabas Ji Hwang, St Ireneus dr Lyon)
Bacaan I Kejadian 15:1-12.17-18
Mazmur Tanggapan 
Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9
Injil Matius 7:15-20


"Coba lihat ke langit dan hitunglah bintang-bintang!" Kej 15:5

(Suspice caelum et numera stellas)



Baca juga yang ini, menarik; Renungan Harian Katolik; DALAM Diri Setiap Kita Terdapat Berkat Bagi Sesama Yang Tak Boleh Disia-Siakan


SUDUT pandang kita acapkali mendatar dan terus merentang rata. Kita bisa galau akan sekian banyak kisah dan kenyataan yang dihadapi. Nampaknya semua tak penuhi harapan dan impian kita.  Dan memanglah demikian adanya.


TETAPI, adakah hal lain yang bisa membuka cakrawala pikiran dan rasa hati kita? Agar kita jangan terikat dan terbelit pada hal-hal 'yang itu-itu saja.?' Namun sebaliknya, semoga ada jalan baru demi membuka harapan baru dan demi menggapai kekuatan batin untuk berpijak.


Baca juga yang ini, menarik; Renungan Harian Katolik; Doa Adalah Tanda Kita Sadar Bahwa Tuhan Sungguh Rindukan Kehadiran Kita.


YANG jadi kegusaran di hati Abram sungguhlah wajar dan manusiawi. Abram bakal jadi lelaki tanpa anak. Segala kekayaan dan isi rumahnya yang bakal jatuh pada Eliezer, orang Damsyik (Kej 15:2). Iya, kecemasan mendera isi jiwa Abram. Tetapi, adakah satu jalan keluar dari kerisauan hatinya?


MAKA, Tuhan mesti menuntun Abram untuk 'keluar dari rumahnya.'' Tuhan pun mesti memerintahkan Abram untuk "coba melihat ke langit....."

MARI tangkap secara sederhana untuk jalan-jalan kisah kehidupan kita. Kita lagi dilanda cemas dan gusar di hati? Kita lagi terbentur rasa putus asa tak terkira? 


MAKA, 'mari keluar dari rumah diri, pikiran dan hati kita sendiri yang sempit.' Demi menuju pada alam baru. Bukan kah di sana kita dapat bersua dengan sekian banyak sesama yang membuka lebih luas 'ruang pikiran dan hati kita?'


Baca juga yang ini,menarik; Renungan Harian Katolik; SUDAHLAH! Hiduplah damai dan aman-aman dengan orang lain


TETAPI, di atas segalanya, mari angkat wajah kita. Dan mari berjuang untuk "coba lihat ke langit." Hadapi kenyataan hidup di kesementaraan ini sungguh tak dapat kita hindari. Tetapi kita hadapi semuanya dalam iman, keberserahan dan harapan pada LANGIT. 

DI LANGIT tetap tersimpan kebenaran, keindahan dan kepastian yang tak tergugat oleh kuasa duniawi dan manusiawi. Dan kita bakal meraihnya, andaikan kita memang 'memandang ke LANGIT.' Dan terus 'memandangnya hingga akhir nanti.'


Verbo Dei Amorem Spiranti

Tuhan memberkati.

Amin


Pater Kons Beo, SVD, Roma, Italia:
 "DALAM Diri Setiap Kita Terdapat Berkat Bagi Sesama Yang Tak Boleh Disia-Siakan"







Posting Komentar

0 Komentar