Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; SEPERTINYA Kita Mesti Berjedah

Jumat, 02 Juni 2023
(Pekan Biasa VIII, St Marselinus, St Petrus)
Bacaan I Sirakh 44;1.9-12
Mazmur Tanggapan Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b.
Injail Markus 11:11-26





"Semuanya tetap tinggal pada keturunannya sebagai warisan baik yang berasal dari mereka"

Sirakh 44:11

(Cum semine eorum permanent bona)




"YANG DAHULU - KINI DAN YANG AKAN DATANG TERANTAI DALAM WARISAN NILAI"


Baca juga yang ini sangat menarik; Satu permenungan IMAN KATOLIK; Pentekosten dan Kisah Berbahasa Kita 


DI SINI, serta hari dan saat ini, kita masih berziarah. Entah kah kita berlangkah dalam kesendirian dan ketiadaan apapun? Apakah kita berjalan tanpa pegangan hidup?




SEPERTINYA kita mesti berjedah. Demi merenungi semua silam yang berlalu. Yang telah terpahat pada jalan dan kisah hidup mereka semua yang telah berlalu. Kita menjadi 'manusia masa kini dan di sini' adalah bukti pintalan-pintalan Kasih, Setia dan Pengorbanan dari semua mereka itu.



Baca juga yang ini sangat menarik; Renungan HARIAN KATOLIK; KEPERCAYAAN atau Keyakinan Menuntut Keteduhan Hati 


KITA tak boleh lupa pada sejarah. Pun tak boleh bosan 'mendengar riwayat indah penuh heroik waktu di dahulu itu.' Sebab di atas semuanya itu kita bisa bertumpuh di hari ini. Sambil menatap hari-hari esok. Entah sampai kapan kesudahannya bagi setiap kita? Tak ada yang dapat menghitung pasti.




"SEGALA warisan yang baik," kata Putra Sirakh, "berasal dari mereka." Karena kitalah, mereka "tak pernah mengeluh. Tegar dalam sikap sempurna. Pantang menyerah." Mereka sesungguhnya pahlawan kehidupan dalam warisan nilai dari LANGIT SURGAWI yang sudah dinyatakan di kehidupan BUMI. Sebisa dan sekuatnya. Demi kita.




KINI warisan itu mesti dilanjutkan sampai 'ke anak cucu." Demi sebuah masa depan dan hidup ceriah pada generasi berikutnya. Kita bukanlah generasi dan kelompok penikmat yang tak pernah puas. Bukan penguras segala yang terbentang di hadapan dan di sekeliling ini.



Baca juga yang ini sangat menarik; Satu Permenungan IMAN KATOLIK: Kau Tidak Ada Pertanyaan Lain Lagi Ka?”

PADA titiknya, setiap kita jadi tahu bahwa jalan hidup kita adalah sebuah jalan pengharapan. Ia bukanlah jalan buntu. Bukan pula jalan yang menyesatkan. Dan, tidak kah selagi masih bernafas setiap kita masih punya harapan.....?





Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin.



Posting Komentar

0 Komentar