Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik ; LIMA Gadis Yang Bijak Kembali Ingatkan Gema Hidup Penuh Kesiapan


Jumat, 01 September 2023

(Pekan Biasa XXI, Beato Ghebre-Michael, St Giles)

Bacaan I 1Tesalonika 4:1-8

Mazmur Tanggapan Mzm 97:1.2b.5-6.10.11.12

Injil Matius 25:1-13



"Tidak, jangan-jangan tidak cukup untuk kami dan untuk kalian..."  Mat 25:9

(Ne forte non sufficiat nobis, et vobis)


Baca juga yang ini, Menarik; Renungan Harian Katolik; Sabda Tuhan Itu Penuh Daya..


BUKAN SEKEDAR PELITA BERKELAS


INI bukan tanda tak ada rasa solider. Bukanlah perkara tidak ada citra 'sama rasa, senasib dan sepenanggungan.' Ini bukanlah ungkapan rasa hanya ingat kepentingan sendiri dari kelima gadis bijak itu. Lalu?

APA SAJA yang diperbuat oleh lima gadis tak bijak itu sehingga minyak, demi nyalanya pelita, tak mereka siapkan? Apakah mungkin hanya andalkan 'pelita tanpa bahan bakarnya?'

BISA saja kelima gadis tak bijak ini hanya andalkan tipe pelita berkelas mewah bukan sembarang. Namun, apa arti semuanya bila jelas-jelas bahan bakar, minyak itu tak dipersiapkan?

Baca juga yang ini, menarik; Renungan Harian Katolik; Ada Banyak Kesempatan Atau Peluang Bernilai Emas.


PELITA itu bernilai dalam kegelapan. Saat terangnya sungguh memberi harapan. Namun nyala cahaya itu tentu berangkat dari persediaan minyak yang meyakinkan dan tetap memberi pengharapan!

CAHAYA hidup kita tentu memudar. Semakin surut dan menuju senyap kegelapan. Sudah tak ada lagi 'persediaan minyak' dalam 'pelita batin dan hati kita.' Buli-buli jiwa telah meranggas.

KITA bisa saja hidup sebatas tampilan asesoristik. Penuh kemasan segala pernak-pernik. Namun sebenarnya 'kita lagi gelap. Tak bercahaya. Tak tampakan sinar-sinar kehidupan yang semestinya.

Baca juga yang ini, Menarik; Satu Permenungan Iman Katolik; Allah Sumber Kasih dan Keselamatan

LIMA gadis yang bijak kembali ingatkan gema hidup penuh kesiapan. Bahwa kita mesti bertahan penuh kesiagaan untuk tetap terbilang sebagai "orang dalam pada perjamuan nikah sang Mempelai."

KITA sekiranya tidak terbilang sebagai kelompok manusia penuh kesia-siaan. Yang hanya bersuara tanpa hasil "Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!' (Mat 25:11). Sebab, kata Tuan, "Aku tidak mengenal kalian" (Mat 25:12).

Mari kita kembali ke jalur kesiapsiagaan. Demi menyambut hadir dan datangNya Tuhan. Di hati hati dan di seluruh hidup kita.


Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin



Pater Kons Beo, SVD


Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survey pasar untuk mengetahui suplai dan permintaan akan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survey ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang berorientasi pada pasar

Mangga bantuan  dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia
 dengan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tahun 2014 di Lengko Cepang.  Didokumentasi oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023).



Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasi oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023). 


Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota. KSP CU Florette: Menyediakan Pinjaman Bunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerjasama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)

Posting Komentar

0 Komentar