Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Bersama-sama Kita Bisa

Kamis, 07 September 2023

(Pekan Biasa XXII, Beato John Duckett, Beato Raph Corby, St Regina)

Bacaan I Kolose 1:9-14

Mazmur Tanggapan Mzm 98:2-3ab.3cd-4.5-6

Injil Lukas 5:1-11


"Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-teman di perahu lain...."  Luk 5:7

(Et annuerunt sociis, qui erant in alia navi...)


BERSAMA-SAMA KITA BISA



Apakah karena "jala mereka mulai koyak," makanya Petrus dan kawan-kawannya segera memberi isyarat kepada yang lain "supaya mereka datang membantu?" Mari kita renungkan pada spirit sebaliknya.


MEMBERI isyarat kepada yang lain, tak sekedar dipahami sebagai akibat dari ketakberdayaan dan keterbatasan manusiawi. Tidak! Petrus tak sekian nekat bertarung sendiri demi kelimpahan rejeki yang diperoleh. Apa arti semua kelimpahan ikan seandainya ada ancaman nyata bahwa 'jala mulai koyak dan perahu hampir tenggelam?'

PETRUS tak ingin berkelimpahan dalam ancaman. Ketamakan demi diri sendiri dan demi 'kelompok perahunya' tak ada di dinding hatinya. Petrus ingin bersolider dengan 'teman-temannya di perahu lain' yang bisa saja di sepanjang malam itu juga alami nasib 'tak menangkap apa-apa.'


GEREJA dalam konteks apa saja, tentu tak terbaca sebatas komunio - persekutuan yang dikampling dalam 'hak dan kewajiban ini dan itu' yang telah dipastikan! Tak boleh hanya sebatas itu. Persekutuan atau komunio Gereja yang hidup selalu lahir dari karakter dan dinamika kolaborasi (kerjasama).




"PERINTAH menangkap ikan," amanat pewartaan dan memberikan kesaksian injili diberikan Tuhan bagi segenap Gereja, bagi semua murid-murid Tuhan sebagai satu persekutuan. Sebab itulah persekutuan yang benar adalah 'persekutuan yang saling memanggil.'


GEREJA sepantasnya bebas dari jebakan dan kecenderungan 'single fighter' yang bernuansa 'urus sendiri, atur sendiri dan buat sendiri.' Gereja adalah kebersamaan, kekitaan dalam ziarah iman-harapan-kasih, dalam tugas dan panggilan sebagai murid Tuhan.

MAKA, kisah Petrus yang memberi isyarat kepada teman-teman lain itu tetap menjadi isyarat bagi semua kita. Demi saling bersuara menuju kerjasama yang paten, penuh keakraban, dan dalam semangat Kasih Persaudaraan. Karenanya, singkirkan debu tak libatkan sesama atau orang tertentu hanya karena ia tak berkenan di hati kita.


Verbo Dei Amorem Spiranti

Tuhan memberkati.

Amin

Posting Komentar

0 Komentar