Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Kita Bisa Sungguh Jeli Melihat Mana Yang Terbaik Untuk Diri Sendiri.

Senin, 09 Oktober 2023

(Pekan Biasa XXVII, St Dionisius, St Louis Bertrand)


“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota besar itu”   Yun 1:2
(Surge, et vade in Niniven civitatem grandem)


TUHAN TETAP MENANGKAPMU DEMI JALAN-NYA


Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; TIDAKKAH Kita Hidup Karena Cinta, Belaskasih Dan Kemurahan Tuhan? 


Kita bisa sungguh-sungguh jeli melihat mana yang terbaik untuk diri sendiri. Mana yang bisa membuat hati kita nyaman. Yang tak banyak tantangan. Tak banyak pula repot-repot dengan segala tetek bengek ini.


MUNGKINKAH telinga ini telah terbiasa dengan hembusan kalimat: 'Memiliki dan mengambil sikap yang terbaik? Apa yang membuat diri Anda bekerja berat? Yang jauh dari segala ketidaknyamanan?'  Yang tak masuk dalam lingkungan yang dianggap 'bikin capeh diri?'


MUNGKIN karena itulah sikap mininal lalu diambil. Selalu 'cari mudah' itulah yang diutamakan. Kita jadinya jauh dari sikap tulus untuk berkorban. Untuk lebih berkreasi demi hal-hal yang lebih besar. Sebab kita suka 'hindar-hindar dalam sibuk sendiri. Demi lolos dari apa yang diwajibkan.


SEHARUSNYA ada 'orientasi Niniwe' (lih Yun 1:2) dengan segala konsekwensinya yang harus berhadapan dengan 'gagah berani.' Penuh kebesaran jiwa. Namun kita lebih takluk dan nyaman dengan 'visi Tarsis' (lih Yun 1:3) yang sarat pada kepentingan dan kenyamanan sendiri. Yunus sepertinya ingin berleha-leha pada siklusnya sendiri, bukannya harus berkiblat pada arah yang diminta Tuhan kepadanya. Dalam konteks sosial bisa terjadi benturan antara 'visi Niniwe' dan 'visi Tarsis. Iya, demi kebaikan bersama. KIRANYA kita tetap memiliki semangat penuh mengorbankan demi kehidupan sesama kita. Kita memang bukanlah 'malaekat penyelamat' yang serba OK.



Namun, Tuhan seringkali kali meneguhkan kita yang kecil, sederhana, terbatas bahkan berkekurangan serta mustahil diharapkan. Semuanya demi kehendakNya yang menyelamatkan!


Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan melayani.




Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;https://www.indonesiana.id/profil/27530/Richard-Roden 

Pater Kons Beo, SVD

Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   

.  Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tahun 2014 di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023)




Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).



Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyayang Disabilitas telah menjadi Anggota.   KSP CU Florette: Menyediakan Pinjaman Bunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan.   Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)



Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI: https://rentalmobilgatraruteng-labuanbajo.com/

Posting Komentar

0 Komentar