Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; KITA Tetaplah Belajar Jadi Hamba-Hamba 'Tak Berguna.'

 Selasa, 14 November 2023

(Pekan Biasa XXXII, St Laurensius O'Toole)

Bacaan I Kebijaksanaan 2:22 - 3:9

















Mazmur Tanggapan Mzm 34:2-3.16-17.18-19
(Reff: Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu)
Injil Lukas 17:7-10

"Kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan" Lukas 17:10

(Servi inùtiles sumus: quod debùimus fàcere, fècimus)


SELAMANYA KITA ADALAH HAMBA


Baca juga yang ini, menarik; Renungan Harian Katolik; Kubuang Amarah Dan Dendam, Kupeluk Dalam Kasih Dan Berkat

KITA tetaplah belajar jadi hamba-hamba 'tak berguna.' Mungkin tak berguna jika hanya demi diri dan demi kepentingan sendiri. Sebaliknya kita dipanggil demi pemberian diri yang lebih luas. Demi sesama. Setidaknya demi kemanusiaan.

DI BALIK kisah seorang hamba terpatri keutamaan-keutamaan yang tampak sederhana, namun sesungguhnya mulia. Kerendahan hati, kesetiaan, tanggungjawab dan pengorbanan itulah karakter diri seorang hamba.

SEMAKIN banyak tanggungjawab dan kepercayaan yang diberikan dan didapatkan, semakin banyaklah 'kesempatan' untuk berlaku dan bersikap sebagai seorang hamba. Namun?

Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Rumah Adalah Tempat Di Mana Hati Kita Berada


SAYANGNYA bila kuasa dan kepercayaan itu tertahan hanya sebagai 'nama besar.' Jauh dari sikap penuh kerendahan hati, kesetiaan serta pengorbanan itu. Hamba yang tak berlaku sebagai layaknya seorang sungguh melayani.

ADA lagi hamba yang penuh kibulan.  Itulah hamba yang 'bicaranya, katanya, besar,  omongnya tinggi, kedengaran bakal aman dan beres semuanya, yang penuh dengan kata-kata sarat harapan, namun di ujungnya terbukti sebagai 'hamba tak tahu atau tidak mau tahu apa yang harus dilakukan.'

SEORANG hamba bisa saja tergoda untuk melakukan apa yang menjadi keinginan, kesenangan dan kepentingannya sendiri.  Tergoda untuk 'lakukan di luar apa yang seharusnya dilakukan. 


Baca juga yang ini, menarik; Renungan Khusus di Hari Minggu;  Ketika Pintu Perjamuan Telah Tertutup…

DI DALAM Yesus, dan bersama DIA, yang adalah Hamba segala hamba, kita semua adalah hamba dan tetap belajar menjadi hamba. Yang terbuka bagi kepentingan bersama.


Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin



Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;https://www.indonesiana.id/profil/27530/Richard-Roden 

Pater Kons Beo, SVD

Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  
   
   Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tahun 2014 di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023)




Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyayang Disabilitas telah menjadi Anggota. KSP CU Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:

Posting Komentar

0 Komentar