Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; ATAP Rumah Itu memang Mesti Dibongkar

Senin, 11 Desember 2023
(Pekan II Adventus, St Damasus I - Paus ke 37)
Bacaan I Yesaya 35: 1-10
Mazmur Tanggapan Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14
(Ref: Allah sendiri datang menyelamatkan kita)
Injil Lukas 5:17-26

"Apakah yang kalian pikirkan dalam hatimu?"
Lukas 5:22
(Quid cogitatis in cordibus vestris?)


"MARI BONGKAR ATAP KEPALA DAN HATI"

Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Mesti Diuji Oleh Hujan Dan Banjir Serta Angin Yang Melanda


ATAP rumah itu memang mesti dibongkar. Itu dilakukan oleh beberapa orang yang datang sambil mengusung seorang lumpuh. Karena banyaknya orang, dan sulit bagi mereka untuk mencapai Yesus, maka atap rumah mesti dibongkar!




MAKA terjadilah sesuatu. Si lumpuh, yang semula ada di luar dan sulit dekati Yesus, justru kini ada di tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus (Luk 5:19). Iya, ini semua karena atap rumah itu harus dibongkar. Tak hanya karena 'ada nalar untuk berpikir, tapi juga karena ada hati yang berpihak pada yang sakit dan terutama karena ada keberserahan pada Yesus.


Baca juga yang ini; Renungan di Hari Raya Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda; Rindu Pulang Kembali Ke Rahim Ibu..


UJUNG dari kisah itu adalah bahwa si lumpuh itu disembuhkan. Ruang geraknya telah melebar bebas. Tak lagi terbatas hanya di atas tempat tidur. Tak hanya pada penyembuhan fisik, Yesus tunjukan kuasaNya untuk satu pembebasan rohani: "Hai, saudara, dosamu sudah diampuni" (Luk 5:20).




TETAPI di kisah itu tak hanya ada adegan 'bongkar atap rumah.' Terdapat juga dinamika 'bongkar atap otak dan hati.' Dan itu dilakukan oleh Yesus terhadap golongan ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Semuanya agar kisah belaskasih Tuhan menjadi nyata bagi siapapun. Terutama bagi yang menderita dan tersingkirkan.



BISA jadi 'atap atau penutup kepala dan hati kita mesti dibongkar.' Agar kita sanggup berpikir dan merasa sungguh dalam cinta dan belaskasih Tuhan. Terutama terhadap sesama-sesama. Sebab, ternadap sesama yang tak beruntung nasibnya dan yang terkucil, tetaplah terkucil dan tersudut selamanya.




IYA, semuanya, itu tadi, karena 'atap kepala dan hati' kita tak mau dibongkar. Dan kita tetap di jalur pikiran dan hati yang lama. 'Yang itu-itu saja......'

Baca juga yang ini; Renungan Katolik Di Masa Adven (Pekan II); Masih Ada yang Mesti Diluruskan….


TETAPI, kita tetap hendak berjuang agar sesama dapat ada di dalam hati kita. Dan terutama di hadapan Yesus, Tuhan yang penuh belaskasih. Dan itulah yang sudah dialami oleh si lumpuh yang disembuhkan itu....



Verbo Dei Amorem Spiranti
Maranatha
Tuhan memberkati.
Amin.





Mari kita renungkan kata-kata St Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
-Pendiri SVD        : 1875
-Pendiri SSpS       :  1889
-Pendiri SSpS-Ap:  1896

  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN


Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Bahaya Perangai Kasar, Nalar Semestinya Sehat


Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;
https://www.indonesiana.id/profil/27530/Richard-Roden 


Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tersebut tahun 2014 di Lengkong Cepang, Lembor Selatan.Didokumentasikan oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 




Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:




Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar