Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; JALAN Hidup Kita Tak Selamanya Tenang Penuh Teduh

Sabtu, 27 Januari 2024
(Pekan Biasa III, St Angela Merici)

Bacaan I 2Samuel 12:1-7a.10-17

Mazmur Tanggapan Mzm 51:12-13.14-14.16-17

(Ref: Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah)


Injil Markus 4:35-41




"Pohon yang baik ialah: Hati dan Budi yang dijiwai oleh Cinta Kasih, tidak dapat melakukan yang lain selain perbuatan baik dan lurus (suci)"
St Angela Merici, 1474 - 1540





JALAN hidup kita tak selamanya tenang penuh teduh! Bahwa kita selalu alami suasana tiada badai dan ombak. Kasak kusuk irama kehidupan selalu jadi suasana yang sering sulit terhindari.

YANG diimpikan dan diperjuangkan adalah jalan hidup yang ceriah berseri. Tanpa suasana suram dan selalu penuh lurusnya. Setiap kita punya satu harapan: agar jalan hidup kita selalu diusahalan lurus. Dan kita selalu jadi 'pribadi yang baik-baik saja.'

NAMUN, itu tadi, kita tak selamanya ada dalam situasi 'baik-baik saja.' Kehendak yang lemah dan keinginan hati yang rapuh acap kali menuntun kita ke lingkaran hidup tak sedap: salah sikap dan eror perbuatan jadi tapak-tapak kehidupan kita.

SEPERTI itulah yang dialami Raja Daud. Sebagai Raja yang diurapi atas restu Yahwe, Daud terlalu lemah kehendak dalam siasat licik penuhi hasratnya. Renungkan pula, jalan hidup kita, iya terutama jalan batin kita yang tak selamanya teduh. Keinginan suram, rencana tak sedap, ikhtiar-ikhtiar maut bisa menguasai pikiran dan terutama hati kita.

MARI kembali ke kisah Daud untuk memotret kisah-kisah hidup kita sendiri. Terlalu gampang dan terasa tanpa beban kita melihat noda-noda hitam di jalan hidup orang ini dan orang itu. Kita kiranya terlalu sibuk untuk 'bicara tentang sesama di jalan tak sedap.' Kisah pedagogik-animatif Natan terhadap Daud, sebenarnya adalah satu pembentukan nurani pulang ke diri sendiri. Kita semua, tanpa kecuali, sebenarnya sungguh ditantang pada seruan kenabian: "Engkaulah orang itu" (2Sam 12:7a).

BAGAIMANAPUN, siapapun kita, di jalan kehidupan penuh badai, di dalam suasana penuh suram, tetap selalu ada harapan untuk kembali kepada Kasih Tuhan yang tak bersyarat. Ada saatnya kita bisa terjerumus pada 'kebutaan mata dan kegelapan hati' seperti yang dialami Daud, dalam berbagai variasinya yang berpusat pada keinginan hati sendiri. Tetapi, bersyukurlah bahwa ada sekian banyak 'Natan' yang diutus Tuhan untuk 'kembali menemukan kita.'

TETAPI Anda pun bisa dipanggil Tuhan untuk menjadi 'sesama bagi saudara yang lain.' Bagai Natan yang dipanggil Tuhan untuk mendekati Daud dalam Kasih dan kesejukan hati. Maka tugas Anda adalah sungguh mulia: pandanglah sesama dengan mata penuh kasih. Dan memanggilnya penuh lembut untuk 'pulang.' Iya, pulang ke haribaan kasih yang membebaskan! Anda sungguh melakukan perbuatan baik dan lurus demi sesama yang 'berkelok dan tak banyak jalan lurusnya.' Sungguh! Betapa mulianya hati Anda....

Verbo Dei Amorem Spiranti
St Angela Merici, doakanlah kami.
Tuhan memberkati.
Amin

Ayo baca juga yang ini;  https://www.indonesiana.id/read/170560/layanan-pastoral-ekologi-integral-diimplementasi-di-paroki-ekaristi-kudus-ka-redong-tahun-2024

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
-Pendiri SVD        : 1875
-Pendiri SSpS       :  1889
-Pendiri SSpS-Ap:  1896

  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN



Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Bahaya Perangai Kasar, Nalar Semestinya Sehat



Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;


Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tersebut tahun 2014 di Lengkong Cepang, Lembor Selatan.Didokumentasikan oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 




Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:




Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong


Posting Komentar

0 Komentar