Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Mari Terima Saudaramu

Kamis, 25 Januari 2024
(Pekan Biasa III - Bertobatnya St Paulus, Beato Hendrikus Suso, St Juventinus dr Anthiokia, St Maximinus dr Anthiokia, St Praejectus dr Clermont)


Bacaan I Kisah Para Rasul 22:3-16, atau

Kisah Para Rasul 9:1-22

Mazmur Tanggapan Mzm 117:1.2

(Ref: Pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah Injil)

Injil Markus 16:15-18


"Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu...."  Kis 9:13

(Domine, audivi a multis de viro hoc...)





MARI TERIMA SAUDARAMU....




CARA dan isi pikiran kita sering baku dan kaku 'seperti itu sudah.' Terhadap dan tentang orang-orang tertentu, cara menelisik kita terkesan pasti dan terikat. Tak mudah untuk diubah atau bahwa kita mesti berubah dalam cara kita memandang dan bahkan menilai sesama.



Ayo baca juga yang ini, menarik; Renungan Harian Katolik; Iman Kita Terlalu Kerdil Dan Rapuh Bagi Benih Sabda Tuhan Yang Ditabur.



DALAM tata pergaulan dan dalam kebersamaan, tempelan stigma-stigma suram itu sungguh nyata. Bahwa orang-orang seperti ini dan itu 'wajib seperti yang saya lukiskan dan yakini.' Apalagi bila kita sungguh berminat dan tertarik sekali hanya menerawang pada sisi-sisi kelamnya. Dan kita tak pernah 'puas-puasnya seputar itu.'




SIAPAPUN kita tak pernah luput dari 'kuasa pribadi' untuk menilai dan menghakimi sesama. Ini tentu menjadi satu kesimpulan dari daya serap kita mengenai sesama itu. Dan juga tak luput dari kualitas relasi pribadi kita dengannya.



'LUKISAN tentang pertobatan' acapkali jadi bahan dasar seruan bagi sesama. Bahwa orang ini atau orang itu, ya orang lain lah yang mesti bertobat. Tanpa sejenak kita jedah untuk berani rebahkan diri sendiri dari 'kuda tunggangan kesalehan palsu dan kesombongan kita.'


Ayo baca juga yang ini; Satu Permenugan Iman Katolik; Sssst, Apa Ada yang Memang Tak Suka Denganmu?


ANANIAS 'mesti disenyapkan Tuhan' oleh hiruk pikuk suara banyak orang tentang betapa berbahaya dan menakutkan si Saulus itu. Tuhan mesti 'mentobatkan' isi keyakinan Ananias. Membuatnya berubah terlebih dahulu, sebelum Ananias sungguh-sungguh menjadi sahabat bagi Saulus, orang Tarsus itu.




ACAPKALI, bukan saudari-saudari kitalah yang tak bertobat, tetapi kita sendirilah yang tetap tak sanggup menerima dan mengampuninya. Sebab, kita masih tetap setia merawat penuh tekun segala cara dan isi pandangan kita 'yang itu itu saja' tentangnya.




TETAP selalu benar bahwa dinamika diinjili itu sungguh nyata dan hidup. Seorang Kristen mesti selalu belajar dan bersedia untuk diubah. Iya, untuk diinjili. Dengan itu ia lalu dapat bertumbuh dan berbuah dalam dirinya sendiri.



SEBAB kadangkala, kita terlalu keasyikan dalam seruan bijak, dalam siraman rohani, dalam petuah-petuah saleh bergulung-gulung bagi sesama. Kiranya, 'tengoklah ke dalam sebelum bicara' itu selalu tetap bergema. Dalam diri kita sendiri. Tuhan selalu adil, baik hati bagi Saulus, pun bagi si Ananias.


Ayo baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Jalan Hidup Kita Di Tangan Tuhan, Carilah Penuh Kesetiaan


TUHAN, berikanlah kami kekuatan untuk dapat saling menerima sebagai saudara dan saudari.... Tanpa pengasingan.



Verbo Dei Amorem aSpiranti
St Paulus, doakanlah kami. 
Tuhan memberkati.
Amin.


Ayo baca juga yang ini;

https://www.indonesiana.id/read/170560/layanan-pastoral-ekologi-integral-diimplementasi-di-paroki-ekaristi-kudus-ka-redong-tahun-2024

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
-Pendiri SVD        : 1875
-Pendiri SSpS       :  1889
-Pendiri SSpS-Ap:  1896

  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN


Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Bahaya Perangai Kasar, Nalar Semestinya Sehat


Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;
https://www.indonesiana.id/profil/27530/Richard-Roden 


Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tersebut tahun 2014 di Lengkong Cepang, Lembor Selatan.Didokumentasikan oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 




Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:




Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar