Header Ads Widget

Satu Permenungan Iman Katolik Di Hari Minggu; Tuhan Tahu Pujian Musuh Itu Penuh Akal-Akalan

Tuhan Tahu Pujian Musuh Itu Penuh Akal-Akalan. (sekadar satu perenungan)

Pekan Biasa IV-B, Injil Markus 1:21-28





Mari telisik kata-kata roh jahat yang terucap dalam diri orang yang dikuasainya, “Apa urusanMu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Apakah Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah!” (Mrk1:24).


Ayo Baca juga yang ini; Satu Permenungan Iman Katolik Di Akhir Pekan; Daud dan Punca Jubah Raja Saul Itu…


Roh jahat yang licik itu memakai lidah si derita, orang yang dikuasainya, untuk memuji Yesus dengan kata-kata pengakuan: “Sebagai Yang Kudus dari Allah.” Roh jahat lagi menyamar dalam pengakuan iman. Ia ingin ‘mengakali’ Yesus dengan kata-kata penuh kagum dan pujian. Setan lagi berharap bahwa Yesus sekian terkesima dengan kata-katanya. Sementara ia sendiri akan tetap lancarkan aksinya untuk menindas si derita.

Namun, kelicikan setan terbaca! Yesus tak terbuai pada kata-kata pujian hampa dan penuh akal-akalan dari si roh jahat. Sikap tegas Yesus sekian jelas dalam kata-kata hardikan: “Diam, keluarlah dari dia!” (Mrk 1:25. Apakah mungkin di hadapan Yesus, si roh jahat bersandiwara dengan ‘teknik angkat-angkat’ Yesus, sementara di sisi sebaliknya si jahat itul sendiri lah yang menjadi sumber penderitaan manusia.

Bagi Yesus, tak ada sanjungan murahan. Yesus pada tahu bahwa misi keselamatan dan pembebasan manusia yang diusungNya, justru kini nyata-nyata ditentang oleh kuasa roh jahat. Pada Yesus tak boleh ada ‘pencitraan DiriNya sebagai Yang Kudus dari Allah sementara kemanusiaan manusia diperhamba dan tercedera oleh kuasa-kuasa yang penuh dengan jeratan.


Ayo Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; JALAN Hidup Kita Tak Selamanya Tenang Penuh Teduh


Tidak kah mata hati kita mesti bening untuk melihat kenyataan yang sesungguhnya? Stategi akal-akalan tengah dirancang dan dijalankan. Pencitraan dibangun untuk bentengi diri dan hilangkan jejak kenyataan suram. Dalam situasi di hari-hari ini, misalnya, angin kata-kata indah lagi berhembus. Ingin mendulang pengakuan dan membangun pencitraan. Namun kenyataan miris, telah dan tetap teralami.

Roh lagi bertarung agar Yesus tak usah ‘masuk dan terlibat dalam urusannya membuat manusia jatuh dalam derita dan perhambaan.’ “Apa urusanmu dengan kami?” Suara dan tindakan kenabian terkadang menjadi halangan dan gangguan untuk segala ‘urusan dan bisnis yang merusak martabat manusia dan ekosistem kehidupan semesta.’

Berkaca pada Yesus, Tuhan, dibutuhkan suara-suara dan sikap iman yang kritis dan tegas! Untuk sanggup mengatakan “diam, keluarlah, enyalah, pergilah!” dari segala keadaan yang menekan dan menindas. Tetapi, apakah semudah itu suara-suara dan sikap-sikap tegas dinyatakan?

Mari kita terus merenung kisah yang dialami Yesus, Tuhan:

Orang-orang takjub mendengarkan perkataanNya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat” (Mrk 1:22). Jelas bahwa kata-kata dan pengajaran Yesus itu ‘penuh simpatik serentak berdaya.’ Mungkinkah karena:

  • Yesus miliki kewibawaan spiritual ketika relasi dengan Allah Bapa sekian mendalam, dan Ia selalu berpautan pada Rencana Keselamatan Allah, BapaNya?
  • Yesus mememberikan DiriNya dan kesaksian hidupNya yang kokoh sebagai jaminan bagi para pendengarNya?
  • Yesus memiliki keteguhan hati untuk mengatakan Ya demi hidup dan keselamatan manusia, dan Ia pasti mengatakan Tidak untuk segala kuasa yang mengakali dan memperhamba manusia serta kemanusiaan.

Dalam dunia dan bumi yang berputar ini, tidak kah kita ditawarkan dengan sekian banyak ‘kemudahan dan kebaikan’ dalam berbagai variasinya? Tawaran itu mendebarkan serta memikat hati. Kita bisa saja ‘tersekap dalam pilihan-pilihan yang sulit.’ Kata orang, sungguh tak ada satu situasi atau keadaan yang benar-benar ideal. Namun “di saat engkau harus memilih?”

Untuk memilih ‘yang terbaik dan tanpa cela yang ada di luar diri” itu adalah pilihan yang sulit. Tetapi, bagaimanapun, pasti ada sosok yang ‘plus bonum-minus malum’nya (Banyak baiknya dan kurang buruknya). Tetapi idealnya, sekiranya kita berani mengambil kata-kata Yesus untuk diri kita sendiri: “Diam, keluarlah dari padanya!”

Kita memang mesti keluarkan dari dalam diri kita sendiri: godaan untuk mencari dan mendapatkan pujian hamba (pencitraan), untuk keluarkan segala sesuatu yang hanya berkiblat melulu pada kepentingan dan kesenangan diri sendiri. Semuanya demi kepentingan yang lebih luas, umum dan menyeluruh!


Verbo Dei Amorem Spiranti

Ayo baca juga yang ini;
https://www.indonesiana.id/read/170560/layanan-pastoral-ekologi-integral-diimplementasi-di-paroki-ekaristi-kudus-ka-redong-tahun-2024

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        : 1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896

  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN



Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Bahaya Perangai Kasar, Nalar Semestinya Sehat



Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;


Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tersebut tahun 2014 di Lengkong Cepang, Lembor Selatan.Didokumentasikan oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 




Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:




Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong


Posting Komentar

0 Komentar