Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Yang Terutama Adalah Tuhan, Lainnya Pasti Ditambahkan Buat Kita

Selasa, 06 Februari 2024

(Pekan Biasa V, St Paulus Miki dan kawan-kawan)
Bacaan I 1Raja-Raja 8:22-23.27-30

Mazmur Tanggapan Mzm 84:3.4.5.10.11

(Ref: Betapa menyenangkan kediamanMu, ya Tuhan semesta alam)

Injil Markus 7:1-13



"Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah...."  Mrk 7:9

(Bene irritum facitis praeceptum Dei...)


ALLAH dimuliakan dalam kata, dalam suara, dalam doa dan dalam perayaan iman. Allah diagungkan dalam kemeriahan upacara. Pun dalam kekhusukan tampilan. Tetapi, yang terutama bahwa Allah juga semestinya jadi Sumber Utama kobaran hati dan jiwa.

YESUS menantang segala 'kata dan tampilan' hanya sebatas kata. Tanpa keterlibatan hati sepenuhnya (Mrk 7:6). Ketika di ujungnya yang terjadi hanyalah hidup penuh bayangan. Kasih dan pengampunan yang diwartakan, tetapi mengapa kah dendam dan kebencian yang dirawat sejadinya.


ITULAH jika Perintah Allah yang digaungkan, namun kepentingan sendiri lah yang dijaga penuh cermat. Sepandan dengan pernyataan bersama dan demi kebersamaan yang disepakati, namun hati tetap saja merancang kiat-kiat ingat diri dan demi diri sendiri.

"KUMOHON ampun pada Tuhan atas kebesaran namaNya yang kumakluman dalam untaian kata penuh simpatik, dalam doa-doa tak kunjung henti, namun sebenarnya aku terikat pada angan-angan dan mimpi-mimpiku sendiri. Pada keinginan - kemauan dan kehendakku sendiri, dan sungguh demi kepentinganku sendiri."

TUHAN menyentak kita untuk kembali padaNya sebagai yang pertama dan utama. Yang lalu berbuah indah dalam kesederhanaan di keseharian. Iya, di dalam apa adanya kita.

YANG kutakutkan adalah bahwa 'allah palsulah yang kuwartakan.' Atau Allah benar, namun IA telah ku pakai, ku gadai dan ku karoseri hanya sebagai 'motif dan sarana' untuk mencari apa yang jadi sembahan dan junjunganku sendiri: harta, kekayaan, kedudukan, kekuasaan, popularitas dan pengaruh...

Ayo baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Hati Yang Berbelaskasih Dan Budi Yang Arif Kumohon Pada Tuhan

INILAH saatnya "Allah menggugat." Tak untuk menghukum. Allah Maha Pengasih hanya ingin memanggil kita pulang pada 'apa pun yang sebenarnya dan seharusnya buat kita.' Di hadapan Allah sendiri dan di hadapan sesama-sesama kita.

Verbo Dei Amorem Spiranti
St Paulus Miki, dan kawan-kawan, doakanlah kami.

Senin, 05 Februari 2024
(Pekan Biasa V, St Agata)
Bacaan I 1Raja-Raja 8:1-7.9-13
Mazmur Tanggapan Mzm 132:6-7.8-10
(Ref: Bangunlah, ya Tuhan, dan pergilah ke tempat peristirahatanMu)

Injil Markus 6:53-56




"Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus"  Mrk 6:54

(Cumque egressi essent de navi, continuo cognoverunt eum)

TUHAN YANG KUKENAL DAN KUIMANI

YESUS telah jadi manusia publik. Dikenal luas dan oleh banyak orang. "Entah kapan dan di mana," Yesus telah terkepung oleh pengenalan banyak orang. Itulah yang dikisahkan oleh Penginjil Markus.

KETIKA keluar dari perahu, seketika itu juga IA dikenal. Lukisan Injil sekian kuat. Orang pada berlari-lari ke seluruh daerah, demi membawa kepada Yeus orang-orang sakit. Di mana ada Yesus, penyembuhan dimohonkan dan terjadilah demikian.

MUNGKINKAH ada 'spiritualitas orang sakit?' Artinya bahwa kita susuri diri kita sendiri sebagai manusia 'pesakitan.' Sakit dalam banyak variasinya. Yang telah tak nyamankan perelasian kita dengan sesama. Bahkan bahwa kita merasa asing dengan diri kita sendiri.

YESUS, Sang Penyembuh sungguh hadir dalam menyapa kita. Tentu tak selamanya dalam mujizat serba luar biasa. Tidak kah Tuhan Penyembuh itu hadir dalam diri sesama yang sejuk dan meneguhkan dalam kata? Dalam sikap penuh penerimaan yang membebaskan?

Ayo Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Tuhan-lah Cahaya Kemuliaan Kita

YESUS segera dikenal sebagai penyembuh. Itulah undangan bagi kita secara pribadi, bagi komunio dan persekutuan atau kebersamaan kita. Agar hadir dan tampak sebagai pembebas dan penyembuh. Bukan sebaliknya sebagai pembawa dan pencipta 'alam dan rasa sakit serta derita. Satu terhadap yang lain.'

KEPADA Yesus, Tuhan, tentu kita tetap bermadah: "Tuhan Yesus, sembuhkanlah kami, orang buta - orang congkak hati. Dari mati hidupkanlah kami, dari dosa bersihkanlah kami, TUHAN YESUS....

TETAPI kita pasti tahu bahwa kita 'segera kenal Tuhan dan datang kepadaNya, tidak hanya karena kebutuhan kita untuk disembuhkan. Tidak! Kita pun tahu bahwa sekiranya Yesus, Tuhan, merindukan kehadiran kita. Walau hanya sebentar saja. Untuk menemaniNya sebagai sahabatNya. "DIALAH Tuhan yang kukenal dan kuimani."

Ayo Baca juga yang sini; Renungan Harian Katolik; Pasang Surut Kisah Kita, Itulah Hidup

Verbo Dei Amorem Spiranti
St Agata, doakanlah kami.
Tuhan memberkati.


Ayo baca juga yang ini;

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        : 1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN



Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Bahaya Perangai Kasar, Nalar Semestinya Sehat



Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;


Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tersebut tahun 2014 di Lengkong Cepang, Lembor Selatan.Didokumentasikan oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 




Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:




Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar