Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Mati, Namun Menghidupkan

Pekan Prapaskah V, Mingggu, 17 Maret 2024, St Gabriel Lalemant, St Getrudis dr Nivelles, St Patrick-Rasul Irlandia)


Bacaan I Yeremia 31:31-34
Mazmur Tanggapan Mzm 51:3.4.12-13.14-14
(Ref: Curahkan rahmat dalam hatiku, ciptakan hati dan semangat baru)
Bacaan II Ibrani 5:7-9
Injil Yohanes 12:20-33


"...tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah"  Yoh 12:24
(Si autem mortuum fuerit, multum fructum affert)



MATI, NAMUN MENGHIDUPKAN



Akan tiba pada titik batasnya, bahwa kita sepatutnya berhenti pada geliat 'hiasi diri' dengan segala harapan, cita-cita atau segala pencapaian ini dan itu.



Mestinya ada saatnya ketika kita tinggakan segala 'cemas dan gelisah' mengenai diri sendiri. Ketika kita tak bertarung sekian untuk 'menyelamatkan nyawa kita sendiri.' Tuhan memanggil setiap kita pada satu titik cita-cita kehidupan yang telah Ia pastikan dan telah kita upayakan untuk meraihnya.


Sebaiknya baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Yesus Berbicara Tentang Nilai-Nilai Hidup.


Kita, akhirnya, mesti belajar untuk 'jatuh ke tanah.' Kita belajar untuk merendah. Seperti biji gandum itu, untuk sebuah kepasrahan 'menyentuh tanah.' Dan bahkan tak hanya itu. Terapi bahwa 'biji gandum itu' mesti 'hilang, lenyap-senyap, tak nampak lagi, masuk ke dalam tanah dan MATI.' Itulah keagungan pengorbanan. Itulah pemberian diri berharga mahal. Bernilai teramat mulia. Sebab karena semua itulah: Ia hasilkan banyak buah...


Ayo baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Selalu Ada Harapan Dan Kekuatan Dalam Tuhan


MAKA kita terenung sejenak! Hidup dalam Yesus, bukanlah hidup untuk 'mendapatkan segalanya, untuk meraih apa yang kita inginkan sendiri. Tetapi, bahwa kita siap 'kehilangan' dan bersedia alami 'ketiadaan.' Melalui dedikasi, pelayanan, dan melalui apapun yang sederhana kita baktikan demi sesama.


Sebaiknya baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Tak Mencari Panggung  Pujian dan Pengakuan


Mari ubah isi dan cara pandang kita bahwa dalam iman akan Yesus pasti kita akan dapatkan jaminan dan kemudahan hidup di kefanaan ini. Tidakkah, justru karena Yesus, kita ditantang dan mesti lewati jalan-jalan penuh duri dan kesulitan?




Rasanya keliru berat jika karena iman akan Yesus kita mesti jadi tenar, terkenal, diakui penuh puja-puji dan menjadi 'orang yang serba ada di segala ini dan itu.' Sebaliknya, karena iman akan Yesus kita justru mesti 'menjadi semakin membumi dan ke dalam bumi' (kerendahan hati). Dengan satu cita-cita mulia: Agar menghasilkan banyak buah.



DI balik ziarah hidup dan diri kita, kini dan di tempat ini, bukankah ada sekian banyak sesama-sesama kita, yang telah jatuh ke tanah dan mati (pengorbanan - pemberian diri)? Semuanya adalah 'pahlawan, biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati demi hasilkan banyak buah.'


Ayo Baca Juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Kuimani Allah Yang Sungguh Mengasih


Maka, sekali lagi, belajarlah untuk hentikan geliat hidup yang hanya tentang diri sendiri. Ditebali hati penuh kekuatiran.


Sebab itu: 'Jatuhlah ke tanah dan mati' (pengorbanan) demi anak-anak, demi generasi berikutnya, demi harapan hidup bagi siapapun sesama kita.



MARI ambil sepotong contoh: Terpujilah para guru dan pengajar yang karena 'rela jatuhnya ke tanah dan mati,' sekian banyak orang sanggup memahami hidup melalui 'membaca dan menulis.' Mulialah hati para medis, yang karena kerelaan untuk 'jatuh ke tanah dan mati,' sekian banyak orang hidup dalam alam kekuatan, kesembuhan dan kesegaran.


Ayo baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Melihat Kembali Dalam Tuhan


Kisah derita, salib dan kematian Yesus, Tuhan, adalah inspirasi ilahi dan insani, surgawi dan duniawi, bahwa demi hidup dan kehidupan kita yang berkelimpahan dan keselamatan, "Ia rela menjadi taat sampai mati. Bahkan mati di kayu salib" (Flp 2: 8).




Renungkan kata-kata Penulis Ibrani:

"Dan sekalipun Anak, Kristus telah belajar menjadi taat; dan ini ternyata dari apa yang telah dideritaNya. Dan sesudah mencapai kesempurnaan, IA menjadi pokok keselamatan bagi semua orang yang taat kepadaNya."


Di keseharian dan setiap hari, marilah kita belajar 'memerangi diri.' Demi jatuh ke tanah dan mati agar dapat menghasilkan banyak buah.'


Verbo Dei Amorem Spiranti
Selamat Hari Minggu
Tuhan memberkati.
Amin

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        : 1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran. Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.




Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar