Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Menata Jalan Pulang Kepada Tuhan Dan Kepada Sesama


Jumat, 08 Maret 2024


(Pekan III Prapaskah, St Apollonius dr Antonoe, St Filemon dr Antonoe, St Yohanes da Deo)
Bacaan I Hosea 14:2-10
Mazmur Tanggapan Mzm 81:6c-8a.8bc-9.10-11ab.14.17
(Ref: Akulah Tuhan, Allahmu, dengarkanlah suaraKu)



"Aku akan menjadi seperti embun bagi Israel...."
Hosea 14:6
(Ero quasi ros, Israel germinabit sicut lilium)




MENATA JALAN PULANG KEPADA TUHAN DAN KEPADA SESAMA




ISRAEL masih dihantui jalan suram di kehidupan. Itu terjadi terutama saat Israel menjauh dari Tuhan. Saat Israel bersandar pada kekuatannya sendiri. Dan terlebih, saat Israel gantungkan harapan hidupnya pada bangsa asing, seperti Asyur.


Ayo baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik: Tetap Bersama Yesus


NAMUN, bagi Israel tetap terbukalah jalan 'untuk bertobat.' Selalu ada kesempatan untuk bertobat. Demi menata kembali segala yang tak indah. Demi memohonkan belaskasih dan pengampunan Tuhan.


Ayo baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Tak Kembali Sebagai Hero (Pahlawan), Tapi Sungguh Zero (Hampa). Namun Tuhan Tetap Merangkul Dalam Kasih


KATA-KATA Tuhan melalui Nabi Hosea sungguh menyejukkan: "Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murkaKu telah surut dari mereka" (Hos 14:5). Ada kah allah lain bagi Israel yang memiliki daya kasih sedahsyat itu? Yang tanpa syarat dan tiada berbatas dalam mengasihi?



ISRAEL tanpa Tuhan bisa teribarat bagai tanah gersang yang tak menghasilkan. Itulah alam tanpa harapan akan kehidupan. Namun Tuhan hadir bagi Israel dalam segala-galanya. Bagi Israel yang kerontang tanpa harapan itu, Tuhan ingin hadir bagai embun pagi. Yang sejuk, menyegarkan dan yang menyuburkan.




ISRAEL mesti menjadi seperti 'taman yang penuh warna-warni kembang nan semerbak. Israel mesti terlukis bagai pohon yang rindang menghijau. Iya, di dalam Tuhan, tak ada sesuatu pun yang mustahil dan terlalu sulit untuk dimengerti.


Sebaiknya baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Tuhan Tak Pernah Salah Perhitungan


BAGAIMANAPUN, kata-kata Tuhan melalui Hosea mesti ditangkap dalam cahaya kerendahan hati:

"Bertobatlah, hai Israel, kepada Tuhan Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Datanglah membawa kata-kata penyesalan dan bertobatlah kepada Tuhan" (Hos 14:2).


Ayo baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Ketika Tak Sanggup Untuk Tulus Mengampuni


DI JALAN tobat dan sesal hati kita, mari kita kembali kepada Tuhan dan sesama dalam daya Kasih yang membebaskan. Demi mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatan; dan, sebagaimana kita mengasihi diri sendiri, kita tetap dipanggil untuk mengasihi sesama.




SETIAP langkah kita terayun untuk semakin mendekatkan diri pada Tuhan. Tetapi pada saat itu juga rangkulan tangan semakin mendekap erat sesama dalam Kasih. Agar merekapun selalu punya tempat di bilik hati kita. Dan bukannya sebagai orang dikucilkan apalagi bila harus dihempaskan.




AMPUNILAH bila sesama bersalah, dan mohonkan maaf bila kita tak elok terhadap sesama. Itulah tanda kasih kita terhadap sesama. Dan juga tanda keberimanan kita pada Allah, Sumber Kasih dan Pengampunan.




Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin


Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        : 1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN






Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;

Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tersebut tahun 2014 di Lengkong Cepang, Lembor Selatan.Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar