Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Yesus Berbicara Tentang Nilai-Nilai Hidup.


Sabtu, 16 Maret 2024



(Pekan IV Prapaskah, St Heribertus dr Koln, Beato Torello)
Bacaan I Yeremia 11:18-20
Mazmur Tanggapan Mzm 7:2-3.9bc-10.11-12
(Ref: Ya Tuhan, Allahku, padaMu aku berlindung)

Injil Yohanes 7:40-53


"Belum pernah ada seorang manusia berkata seperti itu"

Yohanes 7:46

(Numquam sic locutus est homo sicut hic homo)


TAK SEKADAR BICARA



KITA pasti tidak sekedar bicara. Tapi bahwa bicara kita itu sepatutnya berbobot. Tak sekedar tempiaskan kata-kata.




PENJAGA-PENJAGA itu pulang dengan tangan hampa. Tanpa 'membawa Yesus.' Padahal mereka diminta untuk membawa Yesus. Upaya para ahli Taurat dan kaum farisi serasa sia-sia.




PARA penjaga itu hanya punya alasan sederhana. Namun bermakna dalam. Yesus, "Orang itu sungguh berwibawa dalam kata-kataNya; Ia tidak bisa dibandingkan dengan orang-oramgyang lain. Siapapun."



YESUS berbicara dari kedalaman relasiNya dengan BAPA. Ia berbicara sungguh atas dasar rencana dan kehendak BAPA. Yesus berbicara tentang nilai-nilai hidup.




DI ATAS segalanya, Yesus membalut kata-kataNya dengan meterai kesaksian dan perbuatanNya. Saat Ia mengajarkan tentang pengampunan, misalnya, Ia sanggup berada di tengah-tengah kaum buangan dan terkucil. Yang terlabel hina dan nista. Itulah kaum pendosa.




YESUS berwibawa dan berkuasa dalam kata-kata dan bicaraNya. Sebab Ia tak memakai senjata kekerasan. BicaraNya jauh dari aura ancaman neraka dan api kekal. BicaraNya menyejukkan dan sungguh menjadi ajakan kepada hidup baru.




KATA dan BICARANya bernada penuh harapan. Membangkitkan semangat. Memberikan kekuatan pada yang letih lesu dan berbeban berat. Bukannya memberatkan manusia dengan segala ancaman!



KATA-KATA Yesus sungguh berdaya yang masuk dalam keseharian hidup pendengarNya. Kata-kataNya bukanlah suara yang terkesan ciptakan jarak bagaikan 'antara pendosa yang mesti dihakimi dengan kata-kata berbungkus nasihat penuh kesalehan.' Tidak!



KATA-KATA Yesus terdengar dan berwibawa saat IA berjalan bersama kita. Saat IA hadir dan menjadi sahabat yang juga mendengarkan.




SUARA dan kata-kata Yesus bukan bernada mewajibkan bagai suara komando untuk pergi ke Bait Allah pada hari wajib Sabat. Yang penuh dengan aroma wajib dan fakultatif! Tetapi, suara Tuhan sungguh teduh untuk menyentak hati pendengarNya untuk saling berbagi, saling mengampuni, saling menolong, untuk tahu berterima kasih dan mengucap syukur, untuk saling menerima satu terhadap yang lain.



SUARA kita sering tak bertaji dan tidak berdampak. Bila mesti direnungkan dari kata-kata Yesus sendiri, maka hal ini bisa terjadi karena: kita cuma meletakkan beban-beban berat pada pundak orang lain. Namun kita sendiri tak pernah mau menyentuhnya walau cuma dengan satu ujung jari sekali pun (cf Luk 11:46).


Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin.


Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        : 1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran. Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.




Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar