Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Bahaya Terkenal Namun Dan Dikenal

 Kamis, 27 Juni 2024

(Pekan Biasa XII, St Sirilus dr Alexandria)



Bacaan I 2Raja-Raja 24:8-17
Mazmur Tanggapan Mzm 79:1-2.3-5.8.9
(Ref: Demi kemuliaan NamaMu, ya Tuhan, bebaskanlah kami)
Injil Matius 7:21-29

"Aku tidak pernah mengenal kalian..."  Mat 7:23

(Quia numquam novi vos)


BAHAYA TERKENAL NAMUN TAK DIKENAL


ADA banyak hal baik yang telah diperbuat. Bisa jadi itu adalah hal-hal kecil dan sederhana. Namun, sekecil apapun perbuatan itu, bagi sesama, bisa saja hal itu menjadi kisah yang luar biasa.

MAKA tetaplah berbuat baik, sebisa dan sekuat apapun dapat dilakukan. Itulah panggilan hidup kemanusiaan. Itu amanat Kabar Gembira yang mesti dinyatakan.

Namun... ?

BIARLAH kita lakukan semuanya dalam diam. Gerak jalan iman itu sepantasnya dalam sunyi. Mungkin tak usah terlalu bersemangat untuk 'dibesar-besarkan.' Biarlah 'Tuhan Kesunyian' yang memahami bilik hatimu yang sunyi, namun bernas dalam perbuatan baik bagi sesama.

Lihatlah....

DI HARI terakhir itu, banyak orang berjuang untuk berkisah pada Tuhan. Semuanya tentang litania kebaikannya. Semuanya itu, katanya, 'atas nama Tuhan.' Bernubuat atas nama Tuhan, usir setan atas nama Tuhan, lakukan banyak mujizat atas nama Tuhan (cf Mat 7:22).

Sayangnya... semuanya tak berkhasiat di hadapan Tuhan... sebabnya? Itu semua gara-gara hanyalah tentang diri sendiri....

KESAKSIAN tentang diri sendiri itu nyatanya tak cukup, bahkan sungguh berujung fatal. Sebab, semua kebaikan, yang katanya, atas nama Tuhan, dari orang-orang itu toh justru tak dikenal oleh Tuhan. Sikap batin, motivasi, dan intensi orang-orang itu justu ada dalam asap pengap kesuraman.

Sebab itulah.....

KATA Tuhan, "Enyahlah dari padaKu, kamu semua pembuat kejahatan" (Mat 7:23).

Mengira bahwa telah berbuat baik dan benar serta atas nama Tuhan nyatanya di hadapan Tuhan sendiri dinyatakan sebagai kejahatan. Dan semuanya itu sungguh bukanlan perbuatan yang mulia.

TERAMAT sering, telah tertanam keyakinan pribadi atau pun diamini sebagai 'dogma kolektif' untuk satu dua sikap atau tindakan yang digembar-gembor atas nama Tuhan. Namun pada kenyataannya, semuanya berawal-mula pada nafsu manusia yang ingin menghancurkan sesamanya. Yang menghalau rasa damai dan sejuk di hati dalam kebersamaan.

Menangkap maksud kata-kata Tuhan.....

SEMUANYA semestinya berawal dari Mendengarkan perkataanKU. Iya, karena itulah telinga mesti diarahkan, batin mesti sunyi untuk merekam dan mencatat, serta hasrat jiwa mesti pula berkobar-kobar pada perkataan Tuhan.

Dengan demikian....

KITA dapat dengan benar melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Dan kita pun terhitung sebagai orang yang dikenal Tuhan karena kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Dan bukannya atas dasar hasrat, pikiran dan maksud-maksud yang amat egosentrik dan tertutup.

Maka...

KATA Yesus, 'dengar dan lakukan perkataanNya' itu teribarat membangun rumah iman di atas wadas yang kokoh. Dalam situasi penuh gemuruh hujan, banjir dan taufan mendera, toh rumah iman itu tetap bertahan. Iya, bertahan karena itu bukan dibangun hanya atas kemegahan diri semata-mata. Tapi atas nama kehendak dan penyelenggaraan Tuhan.

Maka, sepertinya.....

KITA sepatutnya sunyikan segeranya ego-diri yang diyakini sebagai pusat segala-galanya, bahwa: saya sudah buat banyak, saya sudah hasilkan banyak, saya sudah tinggalkan banyak, saya sudah dapatkan kesan dan ternilai baik.... '

Namun, sayangnya, jika pada saatnya Tuhan tak segan untuk memastikan: "Aku tidak pernah mengenal kalian..."

BAGI kita, biarlah dalam segala 'kecil, sederhana, penuh kurangnya, terbatas dan banyak tak hebatnya, dalam Kasih penuh tulus, toh Tuhan tetap mengenal kita dan perhitungkan segala 'kecil dan sederhana itu.'

Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran.

Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.






Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar