Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Bukan Kah Kita Jauh Melampaui Burung Di Langit Dan Bunga Bakung Di Ladang...........?

Sabtu, 22 Juni 2024



(Pekan Biasa XI, St Paulinus dr Nola, St Thomas More, St Yohanes Fisher)

Bacaan I 2Tawarikh 24:17-25

Mazmur Tanggapan Mzm 89:4-5.29-30.31-32.33-34

(Ref: Aku akan memelihara kasih setiaKu bagi dia untuk selama-lamanya)

Injil Matius 6:24-34

"Janganlah khawatir akan hidupmu..."Mat 6:25
(Ne soliciti sitis animae vestrae...)

BUKAN KAH KITA JAUH MELAMPAUI BURUNG DI LANGIT DAN BUNGA BAKUNG DI LADANG....?


DARI raut wajah, dari isi bicara, dari nada suara, dari sinar mata, dari gesture, iya dari seluruh bahasa tubuh sebenarnya dapat tertangkap satu pesan tentang suasana hati. Iya, tertangkap alur batin pribadi dari seseorang. Yakinlah!

Maksudnya...?

BISA tertangkap alur cerah ceriah bergelora. Penuh rasa terperangah keheranan. Tertangkap pula isi hati penuh harapan pantang menyerah. Sebaliknya, tak lupa bahwa sering tertangkap adanya rasa marah, kecewa, putus asa, dan tak nyaman. Ada sesuatu atau bahkan beberapa hal yang bikin hati tak nyaman. Ditempel sekian banyak kekhawatiran.

RASA khawatir? Sering terhinggap rasa cemas? Ini bukanlah 'alam hati manusia' yang seolah-olah jadi kisah baru. Setiap kita punya keakraban dengan rasa kekhawatiran itu. Atau, tak ada manusia normal yang bebas rasa khawatir.

Hal itu berkerayapan ketika pikiran dan rasa dihubungkan dengan masa depan dan hari esok. Ketika itu berpautan dengan hari senja dan kesehatan yang menurun. Iya, berpautan dengan segala mau-maunya dan serba kepentingan ini itu yang bersifat duniawi.

KITA khawatir sebab kita ini tetaplah manusia yang 'rapuh, terbatas, tetap berpotensi hancur binasa. Kita bukanlah insan serba lengkap dan serba segalanya.' Kita resah, gelisah dan khawatir karena kita selalu merasa kurang dari apa yang kita miliki sekarang!

Akibatnya....?
RASA KHAWATIR berlebihan dan bertubi-tubi, akhirnya, bisa hilangkan rasa percaya diri; Pupuskan harapan dan perjuangan; Lenyapkan sukacita dan ceriah di hati; Buyarkan alam penuh optimis dan spontan satu terhadap yang lain. Kekwatiran dan kecemasan itu singkirkan jalan baru untuk meretas kembali pesona hidup dan cita-cita selanjutnya.

Simaklah....!

SETIAP kita pasti ratapi ketakberdayaan, kekurangan, kelemahan dan segala 'jalan tak elok' di hidup ini. Bagaimanapun, iman dan penyerahan diri kepada Allah yang mahabaik, mahapengampun serta mahapenyayang mesti singkirkan segala rasa putus asa dan serba kekhawatiran itu.

Mari berkisah.....
KEPADA seorang muridnya, seorang guru tua berkata lembut, "Sudahlah! Tenanglah dan maknai semuanya itu... Mengapa engkau nampak putus asa, gelisah penuh cemas, dan tak semangat lagi? Sepertinya semuanya jadi sia-sia. Sebab, bagimu, tetap ada 'jari dan mulut' yang selalu saja mendampratmu?

Bagaimana pun, lihatlah! Tidak kah ada 'banyak tangan lainnya yang terulur untuk menarik dan menolongmu? Dan memberikanmu kembali semangat baru dengan tepukan tangan mereka?"

SEKIRANYA setiap kita saling memandang indah dalam Kasih dan kemurahan hati: Bahwa siapapun kita, iya setiap kita "jauh melampaui burung-burung di langit dan bunga-bunga bakung di ladang" (cf Mat 6:26-29).

Maka, mari kita saling memandang di dalam doa penuh harapan. Dan bukannya selalu dalam kekhawatiran dan kecemasan yang mengikat.

Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin


Pater Kons Beo, SVD

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN


Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran.

Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.






Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 




Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar