Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Doa; Jangan "Ngeprank" Tuhan Dengan Banyaknya Kata-Kata.............

Kamis, 20 Juni 2024












(Pekan Biasa XI, St Adelbertus dr Magdeburg, St Florentina, Beata Midhelina, St Silverius - Paus ke 58)

Bacaan I Putra Sirakh 48:1-14

Mazmur Tanggapan Mzm 97:1-2.3-4.5-6

(Ref: Bersukacitalah dalam Tuhan, hai orang benar)

Injil Matius 6:7-15

"Mereka menyangka doanya akan dikabulkan karena banyaknya kata-kata...." Mat 6:7

(Putant enim quod in multiloguio suo exaudiantur)


DOA: JANGAN NGEPRANK TUHAN DENGAN BANYAKNYA KATA-KATA...

INI masih tentang doa. Tak cukup hanya dengan kualitas relasi pribadi dengan Tuhan - sambil tak boleh berusaha agar dilihat orang - bahwa kita sedang berdoa.

Tak hanya itu.....

DOA adalah 'kisah perjalanan kata-kata menuju hadirat Tuhan.' Doa adalah pernyataan hati. Biaskan pula harapan dan permohonan. Doa adalah sapaan sederhana seorang anak kepada 'Ibu-Bapa Ilahi surgawi.' Sekedar berkisah tentang apa yang dialami. Ini tentu bisa dipahami. Iya, tak ada yang salah di situ.

N a m u n....
YESUS sudah ingatkan! Doa? Ya berdoalah dalam kesunyian yang 'paling sunyi dan dalam alam kesendirian.' Kita mesti 'menutup pintu.' Agar jangan terpantau atau apalagi diliput orang bahwa kita sedang berdoa. Artinya? Itulah cahaya kualitas relasi batin kita dengan Tuhan. Tak boleh ada doa sekedar ngeprank yang mengakali sesama demi pengakuan dan penilaian saleh dari sesama.

Tetapi juga, malah yang terpenting, jauhilah terlebih geliat doa untuk mau 'mengakali Tuhan.' Sebab? Sering doa terhayati sebagai 'permainan akal-akalan dengan Tuhan.' Sepertinya Tuhan itu, bagai seorang pujaan hati, yang sekian haus akan kata-kata rayuan penuh gombalan. Sepertinya pula Tuhan itu 'diancam-ancam dan dipaksa-paksa' untuk buktikan kuat kuasaNya. Sepertinya juga Tuhan itu 'sekian gila hormat dan berselera sengit untuk dapatkan pujian.'

D a n ......
KARENA itulah doa segera berubah jadi serangan kata-kata beruntun ke langit. Semakin lama semakin dibenarkan; semakin banyak kata-kata semakin berkhasiatlah doa itu di hadirat Tuhan.

Dan di ujungnya, yang dianggap berdoa ternyata akhirnya timbulkan 'keributan batin pribadi dan ciptakan keberisikan dalam suasana bersama.'

Sudahlah....

TUHAN sebenarnya tetap menanti dan selalu siap menunggu setiap kita. Kapan kita punya waktu dan kesempatan untuk 'ada bersamaNya.' Doa itu bakal menjadi indah sekiranya kita tersadar: 'Tuhan merindukan kita pula untuk ada bersama.' Lebih dari sekedar kita membutuhkanNya untuk muntakan segala macam uneq-uneq dan semua rasa hati ini dan itu.
Bukan kah di Getsemani malam itu, Tuhan bercurhat hanya rindukan kehadiran murid-muridNya? KataNya kepada Petrus:

"Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?" (Mat 26:40).

WAH, doa ternyata adalah sikap hati 'berjaga-berjaga bersama Tuhan. Bukannya kisah berkata-kata. Apalagi hingga banyak kata yang teramat keterlaluan..... Yang sekian yakin bahwa dengan banyaknya kata, doa itu bakal terkabulkan...'

Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin.

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran.

Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.




Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar