Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Kasih Tak Boleh 'Pilh-Pilih'

Selasa, 18 Juni 2024













(Pekan Biasa XI, St Gregorius Barbarigo, St Marina)

Bacaan I 1Raja-Raja 21: 17 - 29

Mazmur Tanggapan Mzm 51:3-4.5-6a.11.16

(Ref: Kasihanilah kami, orang yang berdosa ini)

Injil Matius 5:43-48


"Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudaramu saja...."  Mat 5:47

(Et si salutaveritis fratres vestros tantum...)


KASIH TAK BOLEH 'PILIH-PILIH'


NYAMAN! Itulah rasa dan suasana hati yang kita cari. Kita usahakan sejadinya. Kita bisa menyepi di dalam 'kesendirian bersama diri sendiri.' Bisa pula kita masuk ke keaslian alam dan lingkungan. Satu keadaan yang natural.

TETAPI kita juga bisa mencari keteduhan hati dalam perelasian penuh hidup dan spontan. Itu kita dapati dalam kedekatan dengan para sahabat, kenalan, kelompok sebakat dan seinterese, teman seangkatan, atau rekan kerja. Dan semua kelompok ini kita sebut saja sebagai, "orang-orang yang pas atau cocok urat buat kita."

B u k a n k a h....
BERSAMA "yang cocok urat" itu kita bisa punya waktu dan kesempatan. Ada kerelaan dan pemberian diri. Kita tentu pula berkorban dalam cara yang sederhana hingga yang luar biasa? Bagi "yang urat cocok dan yang ada di hati," kita tentu pula berdoa dan berharap 'selalu yang terbaik dan terindah.

Namun Ternyata......

TAK semua orang, tentunya, punya 'aura diri dan kehadirannya' yang membawa rasa nyaman dan tentram di hati kita. Di area inilah kita lalu bersikap reaktif . Kita mulai 'menghindar, mengambil jalan sendiri.' Kita mulai lebarkan jarak untuk menjauh dan bahkan mengenyahkannya.
M e m a n g....

BISA terjadi, orang (orang) yang kita hindari itu sungguh telah mengecewakan serta berujung pada 'bikin makan hati sampai emosi naik ke ubun-ubun. Telah amat mengecewakan.' Orang 'macam beginilah' yang mesti dicedok dari dalam ruang hati kita. Sebab, itu tadi, kita telah seriusi logika rasa hati kita sendiri: 'Toh, tak penting-penting amat dengan model manusia macam begini.' Terdengar keras ya?!?!

TERNYATA tak hanya itu. Bisa terjadi....

ORANG yang kita hindari, yang tak kita peduli, yang tak kita sapa atau yang tak kita salami itu buntut dari ketebalan rasa akan diri sendiri yang sekian hebat dan luar biasa serta amat elitis lah. Dan lalu cenderung memandang orang lain lebih rendah dalam sikap, tingkah laku, tutur kata dan dalam segala kemampuan lainnya. Karena itulah, sebaliknya, kita merasa diri 'rendah derajat' jika harus bersua wajah apalagi bersua hati dengan siapapun yang tak seorbit dengan segala kemewahan kita.

Karena itulah..
TUHAN ingatkan, dalam rumusan kita:

"Sebenarnya apa lebihnya kita jika sekiranya kita memang hanya mengasihi, menyapa, memberi salam buat para kekasih hati, orang-orang kesayangan, dengan sahabat-sahabat. Iya, buat orang-orang yang serba urat cocok atau kaum selevel itu?

Sungguh, kekuatan dan kemegahan amanat Yesus nyata saat: *kita sanggup mengasihi musuh-musuh dan mendoakan orang-orang yang telah 'bikin hati kita tak nyaman dan melukai'

Kasih dan pengungkapannya memang tak pernah boleh 'maen pilih-pilih.' Atau pun juga hanya mau 'maen tebang pilih.'

Sebab Allah yang kita imani adalah "Allah hujan dan Allah matahari bagi semua manusia. Tanpa pengecualian...."


Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin


Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran. Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.



Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar