Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Kerja Di Ladang Tuhan, Menabur Yang Baik Di Dalam Hati Orang

Minggu, 16 Juni 2024


(Pekan Biasa XI - St Yohanes Fransiskus Regis)
Bacaan I Yehezkiel 17: 22 - 24
Mazmur Tanggapan Mzm 92:2-3.13-14.15-16
(Ref: Sungguh baik menyanyikan syukur kepadaMu, ya Tuhan)
Bacaan II 2Korintus 5:6-10
Injil Markus 4: 26 - 34


"Tetapi apabila ditaburkan, benih itu tumbuh dan menjadi lebih besar....." Mrk 4:32

(Et cum seminatum fuerit, ascendit....)



KERJA DI LADANG TUHAN. MENABUR YANG BAIK DI DALAM HATI ORANG

"YANG kau taburkan, iya itulah yang bakal kau tuai." Itulah kata dan kisah bijak penuh makna. Bisa ditangkap penuh harapan. Artinya?

Sekiranya yang 'baik, benar, serta bermakna' yang ditaburkan, maka akan bertumbuh dan berkembang 'pohon kehidupan.'

MAKA berlomba-lombalah menabur benih-benih nilai dalam kehidupan ini! Menanamkannya dalam hati sesama, dalam kebersamaan dan demi kebaikan umum!

RENUNGKANLAH dan susurilah jalan hidup kita masing-masing. Kita menjadi hidup dan bertahan dalam harapan hidup sebab ada sekian banyak orang yang telah 'menabur dan tunjukan benih kebaikan.' Adalah keharusan panggilan Injili agar kita menabur yang baik.
PARA orang tua dipanggil untuk menabur yang baik dalam ladang hati dan hidup anak-anak. Para pendidik dan pengajar pun demikian terhadap para muridnya. Para pewarta dan gembala, tentu dipanggil untuk menabur sukacita dan harapan (gaudium et spes). Para penguasa dan pemimpin dipanggil untuk menabur benih-benih persatuan, kerukunan serta kesejukan alam damai dalam masyarakat!

BAGAIMANAPUN, _"Apa yang kau tabur, itulah yang bakal kau tuai"_ juga isyaratkan alarm peringatan! Waspada dan penuh hati-hati untuk disikapi penuh serius. 'Menabur angin bisa menuai badai. Menyiram bensin, api bakal lebih berkobar membara.
Salah bertabur kata, maka suasana konflik dapat tercipta dan bahkan merambat sana-sini.' Bukan kah "Mulutmu adalah harimaumu...." Bukan kah demikian?

TETAPI, di atas semuanya, katanya, tetaplah kita menabur benih-benih yang baik. Soal bagaimana benih itu bertumbuh, itulah 'urusan' kuasa Pencipta yang memberi daya berumbuh dan berkembang. Terkadang pula ada sekian banyak tantangan dan kesulitan yang mesti dihadapi. "Menabur yang baik, tetaplah yang baik walau ada sekian banyak aral yang merintangi." Tidak kah selalu ada harapan bagi kita.

Perlulah dicamkan....
KITA tak fokus pada pencapaian, pada hasil yang sering bisa menjebak kita dalam pencitraan diri dan pengagungan nama serta prestasi diri. Barangkali cukuplah menabur yang baik, yang sederhana, yang apa adanya dengan harapan, dengan keyakinan, dalam doa dan korban: kiranya bakal berkembang pesat bagai sebatang pohon rindang raksasa. Berguna bagi sekian banyak orang untuk berteduh. Iya, berguna demi nasib kehidupan orang lain.

Mari pulang ke keseharian kita yang sederhana....

S e t i d a k n y a...

KIRANYA kata-kata itu terawat dan terjaga dalam 'kondisi bernilai.' Agar tak tertaburlah kata dan ucapan yang bisa bikin orang lain atau siapapun sesama 'sampai terluka, makan hati, tersudutkan, serta hilang harapan dan kecewa berkepanjangan...

Mari...

Buka Firman Tuhan, Baca dan renungkanlah dalam ilham Roh Kudus. Lalu.....

Mari taburkalah benih-benih Sabda Tuhan dan Kabar Gembira Kerajaan Allah bagi dunia dan sesama...

Verbo Dei Amorem Spiranti
Selamat Hari Minggu.
Tuhan memberkati.
Amin

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran. Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.



Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar