Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Mari Bersujud Di Hadapan Tuhan. Ayolah Kembali Pada Sesama Serta Segeralah Pulang Kepada Diri Sendiri

Rabu, 19 Juni 2024














(Pekan Biasa XI, St Romualdus)

Bacaan I 2Raja-Raja 2:1.6-14

Mazmur Tanggapan Mzm 31:20.21 24

(Ref: Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai kalian semua yang berharap kepada Tuhan)

Injil Matius 6:1-6.16-18


"Hati-hatilah, jangan sampai melakukan agamamu di depan orang, supaya dilihat orang" Mat 6:1

(Attendite ne iustitiam vestram faciatis coram hominibus)


MARI BERSUJUD DI HADAPAN TUHAN. AYOLAH KEMBALI PADA SESAMA SERTA SEGERALAH PULANG KEPADA DIRI SENDIRI


UNGKAPKAN iman? Rayakan iman? Mengapa tidak? Itulah panggilan kerohanian. Kita ungkapkan secara pribadi. Pun kita nyatakan dalam kebersamaan. Semuanya sebagai satu persekutuan jemaat beriman. Tak ada yang salah di situ.
TOH kita selalu terpanggil untuk kembali pada Tuhan. Kepada Pencipta, Asal, Penyelenggara dan Tujuan akhir kembara hidup kita. Kita kembali pada Tuhan, berteduh dan berbicara denganNya dalam sepotong DOA penuh nikmat dan hikmat.

Selanjutnya....

TAK hanya kembali pada Tuhan. Kitapun mesti kembali kepada sesama. Dalam merajut citra kemanusiaan. Demi memperkokoh solidaritas 'debu tanah.'

Karena itulah....

BAGI yang membutuhkan sesuatu demi hidup, maka 'saling memberi' adalah satu panggilan kemanusiaan. Memberi sedekah itu sesungguhnya adalah jalan bijak untuk membongkar arus keserakahan. Yang hanya mau menimbun dan mengonggok demi diri sendiri.
Bagaimana pun. Masih ada mercusuar peringatan berikutnya....

DIRI sendiri memang mesti dikendalikan pula. Ada sekian banyak hal yang bisa mengumpan naiknya selera manusia. Dalam diri kita memang terdapat banyak 'mau-maunya.' Kita bisa jadi korban dari keinginan yang tak terkendali.

PUASA adalah jalan 'pengendalian diri' agar manusia tetaplah hadir sebagai 'penguasa dalam hasrat, selera, keinginan, cara dan isi berpikir, serta emosi.'

PUASA pun adalah bentuk 'cinta terhadap raga sendiri.' Yang tak membebankan fisik dengan berbagai 'keletihan, ketidaknyamanan dan derita.' Puasa ingatkan kita pula bahwa 'manusia tidak hanya hidup dari roti saja' (cf Mat 4:4).
TETAPI puasa juga membawa kita kepada gaya hidup sederhana, apa adanya. Yang tak mewah tak terkendali. Kita tetap bersolider nasib dengan kaum tak beruntung dan malang.

Bagaimana pun....

DI ATAS semuanya, Doa - Sedekah dan Puasa itu sepatutnya dijalankan dalam motivasi penuh ketulusan. Tak usah dipamer-pamer. Hanya supaya bisa dilihat orang. Kemunafikan sungguh tak dibenarkan dalam doa - sedekah dan puasa. 'Ada udang di balik batu' dengan maksud tak jernih, sungguh diharamkan!

JIKA memang berdoa, bersedekah dan berpuasa itu dijalankan secara benar, maka yakinlah kita pasti 'sungguh pulang dan berada teduh di hadapan Tuhan, sesama dan nyaman dengan diri sendiri.'


Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin.

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran. Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.



Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar