Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Tak Usalah, Sedikit-Sedikit Demi Allah.......

Sabtu, 15 Juni 2024


(Pekan Biasa X, St Fortunatus, St Germana dr Pibrac, St Hesikius, St Lotharius)

Bacaan I 1Raja-Raja 19:19 - 21

Mazmur Tanggapan Mzm 16:1-2a.5.7-8.9-10

(Ref: Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku)

Injil Matius 5:33 - 37

"Jangan sekali-kali bersumpah... "  Mat 5:34

(Non iurare omnino)


TAK USAHLAH: SEDIKIT-SEDIKIT DEMI ALLAH....


OMONG 'tinggi.' Omong 'besar semua.' Omong 'enak semua.' Omong sepertinya 'tanpa beban.' Kedengarannya sedap di telinga. Ciptakan suasana hati berbunga-bunga.

TAK hanya itu. Segala bicara besar dan semua yang kedengaran enak itu diberi harapan tebal dalam sumpah! Allah diundang untuk jadi meterai saksi ilahi dari segala yang diungkapkan itu.

Dan sesama pun tergiring kepada keyakinan.
T e t a p i .....

SAYANGNYA, semua akhirnya pada 'gigit jari.' Terperangah dalam kecewa dan 'makan hati.' Segala 'bicara tinggi dan omong besar' mesti berakhir ditelan dusta. Yang pada awal 'omong gertak' mesti berujung 'senyap tiada tindakan. Tanpa bukti nyata.' Yang semula penuh simpatik bersumpah janji di depan saksi, toh akhirnya buyar tanpa jejak.

BUKAN berarti 'kata bicara tak bermakna.' Bukan! Bukan berarti rumusan lisan dan tulisan tak penting. Bukan! Tak dimaksud seperti itu. Bagaimana pun, sepertinya, kita terjerembab dalam inflasi kata dalam sumpah penuh ngibul dan banyak omong kosongnya. Jadinya kita benar-benar hanya 'merobek langit dan mencakar bumi.'
SEKIAN banyak kata rasanya 'mengapung dan melayang.' Tanpa bersentuhan pada kenyataan seharusnya. Tak pernah ada bukti yang membesarkan hati. Tak tampak tanda yang sepantasnya mesti hembuskan api semangat baru.


SUDAH waktunya kita jeda sejenak. Hentikan saja gelora rangkaikan kata dalam sumpah demi 'Yang Di Sana dan Yang Di Sini.' Biarlah kita mesti kembali ke titik awal untuk belajar berani bersuara: "Jika ya, hendaknya kalian katakan: ya, jika tidak, hendaklah katakan: tidak!" (Mat 5:37).
ADA baiknya, sekiranya, 'walau bicara sedikit, -tanpa sumpah-, namun Anda sungguh meyakinkan dalam tindak dan hasil karya nyata yang luar biasa. Ini pasti bertolak belakangan dengan 'yang rajin bicara' namun di muara hasilnya tercecer atau bahkan 'senyap tanpa kenyataan.'

ITULAH sebabnya, di suatu hari pada kemarau panjang, bumi sepertinya memprotes langit penuh sengit:
"Sobatku, mataku telah penat hanya sebatas memandang awan hitam dan petir menyambar di tempatmu itu; telingaku nyaris pekak sebab sungguh letih akan gemuruh guntur kata-katamu. Sebenarnya, kini, yang aku minta padamu hanyalah tetes-tetes 'air hujan kenyataan dari semuanya.' Demi membasahi jiwaku ini yang nyaris putus asa, kekeringan dan sungguh butuh minum...."

SEMOGA segera hijrahlah kita dari alam hidup bersama yang berpikiran serba awan hitam, disambangi halilintar kata-kata menyambar dan bergemuruh guntur suara yang hanya pekakan telinga menuju kenyataan hidup bersama penuh sejuk segar dan damai. Dalam siraman tetesan air hujan berkat Tuhan....

Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran. Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.



Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar