Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; "TUHAN, AKULAH SESUNGGUHNYA NABI PALSU ITU!?!?!?"








Rabu, 26 Juni 2024

(Pekan Biasa XII, St Pelagius)

Bacaan I 2Raja-Raja 22:8-13; 23:1-3

Mazmur Tanggapan Mzm 119:33.34.35.37.40

(Ref: Perlihatkan kepadaku, ya Tuhan, petunjuk-perunjuk ketetapanMu)

Injil Matius 7:15-20


"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba...." Mat 7:15
(Attendite a falsis prophetis, qui veniunt ad vos in vestimentis ovium)


"TUHAN, AKULAH SESUNGGUHNYA NABI PALSU ITU!?!?!?"


KATA-KATA Yesus di bukit sungguh menarik perhatian. Sikap waspada penuh awas mesti jadi kesigapan hati dalam diri para murid dan orang banyak, pendengarNya.

INI berkaitan dengan tampilan para nabi palsu. Tampil sekian lemah lembut dalam kata dan gerak. Diumpamakan Yesus seperti domba, namun sesungguhnya terdapat naluri buas dan beringas yang coba disamarkan.

HANYA sikap waspadalah yang diperingatkan Yesus! Agar para murid dan pendengarNya tak terjebak dan terkecoh. Karena semua mesti berhadapan dengan dunia yang banyak perangkap penuh muslihatnya.

Dan bagaimana kah kisah kita?

KITA marah, kecewa, sakit hati, putus asa atau hilang kesabaran. Sebab kita telah masuk dalam 'perangkap nabi-nabi palsu.' Yang ditampilkan dan disuarakan para nabi palsu itu semuanya pada 'indah dan semerbak harum mewangi.' Namun, di balik semuanya terdapat siasat yang berdaya rusak 'serigala yang buas.' Porak poranda semuanya.

ALAM kehidupan yang keras dan kasar ini seringkali disumpeki dengan tabiat serta gelagat menyamar. Artinya, ada usaha untuk sembunyikan yang asli, yang dari sana memang. Kita pasti ingat akan seruan bijak yang punya makna kewaspadaan. Katakan saja semisal: 'Yang dianggap pagar, sayangnya makan tanamannya pula.' Atau 'Bagai musang berbulu domba...' Atau juga 'Janganlah terkecoh dengan tampilan luar, padahal isi dalamnya sesungguhnya beracun dan mematikan...'

DI KISAH keseharian kita dapat terjadi bahwa 'nabi-nabi palsu itu bisa disebut saja sebagai para saudagar berbisnis agama. Bahan-bahan jualan yang sungguh diandalkan adalah peruntungan nasib masuk surga; teror negatif seputar dijeblos masuk ke dalam neraka. Atau lagi bahwa kebenaran dan harus benar ada di pihak kita. Sementara kafir, sesat dan haram ada pada keyakinan orang lain.

PARA tengkulak agama penuh prank dan modus tipuan itu meteraikan dirinya dalam tampilan diri terkesan sungguh agamis; dalam usung diri sendiri punya pengetahuan mengagumkan tentang agama dan keyakinan lain. Ini belum ditambah lagi dengan 'jam terbang tinggi dalam diskusi atau bahkan debat antar agama.

SAYANGNYA, ujung-ujungnya, para nabi palsu pebisnis agama ini memang benar-benar berbinis dalam koridor kepentingan, keuntungan dan kenikmatan hidupnya sendiri serta kelompoknya!

Mari berlangkah lanjut...

KATA-KATA Yesus itu, pada satu titik tertentu, tentu menerpa setiap kita, yang bisa terjadi terperangkap dalam 'arus hidup nabi palsu.'

Sebab?

Yang kusuarakan adalah kasih persaudaraan, kesabaran, maaf dan pengampunan, kelemahlembutan, kesetiaan dan ketulusan hati, kesederhanaan dan rasa solider....

Namun, dalam kenyataannya....?

AKU masih tersandung dalam benci, iri hati dan mendengki, tiada maaf dan dendam. Aku masih tetap terpola pada sikap ingat diri berlebihan serta kemewahan hidup yang tampaknya seperti tak terbendung.

'Akulah nabi palsu itu...'


TUHAN memang ingatkan untuk sebuah hati penuh waspada:  "Berwaspadalah akan nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba....."

Tetapi, "Engkau pun tak boleh pergi ke mana pun dengan menyamar, seolah-olah seperti domba. Sebab, engkau memang harus pergi dan berada, kapan dan di mana pun sungguh seperti seekor domba (cf Mt 10:16).

Keaslian tabiat, gelagat dan tampilan domba itulah yang mesti dipertahankan.

Tentu ini bukanlah kisah keseharian yang gampangan!

BAGAIMANAPUN dalam Tuhan, selalu ada harapan dan kekuatan.

Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati. 
Amin

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran.

Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.






Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar