Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik Di Hari Minggu; Ketika Cenderung Mengangkasa Maka Bersegeralah Untuk Turun Merendah...

Minggu, 07 Juli 2024




(Pekan Biasa XIV, St Willibaldus, Beata Maria Romero Meneses, Beato Benediktus XI-Paus ke 194)

Bacaan I Yehezkiel 2:2-5

Mazmur Tanggapan Mzm 123:1-2a.2bcd.3-4

Bacaan II 2Korintus 12:7-10

Injil Markus 6:1-6b


"Dari mana diperolehNya hal-hal itu?" Mrk 6:2 
(Unde huic haec omnia?)


KETIKA CENDERUNG MENGANGKASA MAKA BERSEGERALAH UNTUK TURUN MERENDAH...


ADA tantangan besar dalam diri kita. Ini misalnya berkaitan dengan 'unjuk diri siapa kita.' Bahwa 'kita bukanlah orang biasa atau orang sembarang. Bahwa pada kita ada sekian banyak 'apa-apanya.' Kita adalah orang di kawasan elitis.

Karena itulah....

CENDERUNG angkat diri sendiri jadi tak terhindarkan. Baik secara samar halus-halus, bahkan pula secara terang-terangan. Debut seperti ini bisa dipergencar dalam arus kompetisi. Siapa kah yang mau kalah atau dikalahkan begitu saja dalam geliat persaingan?

Atau di sisi lain?
KITA ingin diketahui, gemar diakui dan suka dipuji-puji. Tentang kita mesti ada decak kagum dan tak puas-puasnya untuk dibicarakan oleh khalayak. Dan kita selalu ada tempat di hati sekian banyak orang.

Salahkah akan hal ini?

TIDAK JUGA! Sebab bisa terjadi, memang demikianlah 'kemuliaan dan kehebatan diri' yang kita miliki. Dan itu jadi kisah tak terhindarkan dalam arus kehidupan bersama. Yang tak bisa tidak, hadirkan tepuk tangan meriah dan gegap gempita dr massa.

Bagaimana pun...

KISAH YESUS, TUHAN, yang ditolak di kampung halamanNya sendiri, punya gema tersendiri bagi kita untuk melihat diri kita sendiri dan jalan hidup yang kita arungi dalam mengikutiNya.
Maksudnya?

BIARLAH kita ditatap dan dialami sebagai 'bukan siapa-siapa.' Yang selalu dilihat hanya pada sisi-sisi minus, pada ketidakhebatan serta kekurangan, dan rupa-rupa kelemahan punya kita. Biarlah kita 'ditolak karena memang kita keterkesedikitan dan bahkan ketiadaan keindahannya.' Kita dienyahkan karena yang difokuskan sesama adalah bahwa 'aku tak punya nilai tambah bagi kepentingan sesama.'

Jika memang demikian....?

BIARLAH kita berjalan dan mulai bertolak dari 'yang kurang itu, yang mungkin tak ada apa-apanya, yang kurang diperhitungkan. Yang disergap dan ditorpedo dengan sekian banyak tanda tanya penuh sangsi:

"Bukankah dia ini orangnya begini dan begitu, seperti yang telah kita tahu dan alami sendiri?"

Maka segeralah merunduk penuh ikhlas!
Biarlah kita bersederhana dan merendah bahwa dalam kekurangan dan ketidakhebatan, kiranya kita berani memeluk diri yang tak indah. Namun kiranya kebesaran dan kuasa Tuhan itulah yang semakin ditampakkan dan diagungkan dalam Kasih dan KemurahanNya.

Renungkan apa yang dialami Rasul Paulus:
MESTI ada duri dari iblis dalam dagingnya. Maksudnya? Agar Rasul Paulus jangan memegahkan dirinya dalam segala kehebatan yang dimilikinya. Dan kata-kata Tuhan jelas bagi Rasul Paulus:
"Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna."

Dan karena itulah Rasul Paulus menjadi insaf:

"Sebab itu aku lebih suka bermegah atas kelemahanku, agar kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, kesukaran, penganiayaan dan kesesakan karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat" (2Kor 12:9-12).

Maka....
KITA bisa saja berada dalam dua situasi berbeda:

-Aku bertahan dalam segala kehebatan dan kelebihan yang kumiliki. Dan semakin berkembang dan bertambahlah kemegahan bagi diri sendiri...'

Atau kah .....

-'DI DALAM segala kekurangan dan kererbatasan, ketidakhebatan serta banyak cacatnya, aku tetap percaya dan berharap pada Tuhan, agar semoga kuasaNya lah yang sungguh nyata dan terjadi dalam kekuranganku demi kehidupan sesama.'

YESUS, TUHAN DAN GURU... Dia lah 'batu yang dibuang, ditolak, disingkirkan, dienyahkan dan diasingkan... Tetapi Dialah yang telah menjadi batu penjuru (cf Mazmur 118:22-23) bagi keselamatan kita umat manusia dan semesta.

"ENGKAU ditolak? Disingkirkan? Dianggap lemah tak berdaya? Maka pandanglah Tubuh tak berdaya di salib kehinaan. Justru dalam iman akan Dia yang ditolak dan tak berdaya itu, Dia lah yang meluputkan segalanya. Dan kita dibenarkanNya dalam kasih tak berkesudahan."

Verbo Dei Amorem Spiranti
Selamat Hari Minggu...
Tuhan memberkati.
Amin


Pater Kons Beo, SVD

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran.

Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.






Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar