Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Ketika Banjir Kata Menerjang Dari Luapan Sungai Bicara

Jumat, 12 Juli 2024




(Pekan Biasa XIV, St Louis Martin, St Marie-Azèlie Guèrin Martin, St Yohanes Gualdebertus)

Bacaan I Hosea 14:2-10

Mazmur Tanggapan Mzm 51:3-4.8-9.12-13.14.17

(Ref: Mulutku mewartakan puji-pujian kepadaMu, ya Tuhan)

Injil Matius 10:16-23


"Karena bukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu." Mat 10:20

(Non enim vos estis qui loquimini, sed Spiritus Patris vestris, qui loquitur in vobis)


KETIKA BANJIR KATA MENERJANG DARI LUAPAN SUNGAI BICARA


TUMPAHAN kata-kata lagi menderas. Semua terkesan meyakinkan. Banyak bicara agaknya memaksa telinga untuk bertahan dan sabar. Namun entah sampai kapan semua mesti bertahan?

BANYAK cerita dan kisah, banyak tema, banyak pikiran, serta banyak harapan dan kehendak hati. Semuanya mesti ditumpahkan dalam bicara. Dalam rangkaian kata-kata.

YANG jadi sengit dalam bicara adalah 'debat tanpa henti; adu bicara tanpa putus.' Logika dibangun. Narasi diracik. Segala kiat pembenaran dicari pendasarannya. Dan lalu disusun seapiknya. Intinya seteru dan lawan, iya para pesaing itu mesti 'dikalahkan.' Di ujungnya?

Bicara jadi terpolusi....

ARTINYA? Acap kali 'banyak bicara' telah teracun oleh kepalsuan isi. Saat seseorang tampak sungguh meyakinkan bahwa isi bicaranya itu 'legal, valid, sah, dan dapat dipertanggungjawabkan' ternyata ia lagi mengumbar kebohongan! Tidak kah dalam 'kisah berbicara' sebenarnya terbaca adanya pertarungan antara kebenaran dan kepalsuan, ketulusan dan banyak zigzagnya, keterbukaan dan tersembunyinya maksud-maksud suram? Antara bicara apa adanya dan kelicikan bersilat lidah penuh kelihainnya? Bukan kah Semuanya saling bersilangan banyak tabraknya?
DALAM banyak kisah, dapat terjadi bahwa kita sungguh tak sanggup berkata-kata. Kita tak miliki kekuatan untuk berkata 'sejujurnya dan apa adanya.' Sementara suara hati kita masih tetap bening tak redup untuk bersuara: 'bila ya, katakan ya, dan bila tidak, mesti dikatakan tidak.'

Suara ilahi.... 


YESUS, Tuhan, yakinkan kita akan kekuatan Roh Bapa, yang memberanikan kita untuk bersuara. Demi berkata-kata dalam kebaikan, kebenaran dan kasih. Yang kita suarakan adalah Kabar Gembira dan Gema Keselamatan.

Dan.....

DI BALIK semuanya, yang terutama adalah mari kita undang 'kehadiran Roh Bapa.' Untuk bersemanyam dan dalam rumah hati dan pikiran kita yang lemah dan rapuh, yang mudah terperdaya oleh suara dan kata yang mengecohkan.

Hanya dengan itulah....

KITA disanggupkan untuk bersuara. Iya, untuk berada di pihak 'kebaikan, kebenaran dan keindahan isi kehidupan ini.'

Tetapi juga bahwa kita disanggupkan untuk mencermati sekian banyak kata dan suara yang mengakali, yang menyesatkan, yang mengecoh dan yang selalu saja mengaburkan kebenaran. Sebab memang manusia dan dunia lagi kemabukan dalam berkata-kata dan dalam bicara.

NAMUN bagi kita, Sabda Tuhan, Suara Tuhan tetap menjadi Kekuatan, Terang dan Jalan Kehidupan kita. KATA-KATANYA tak akan pernah berlalu. Sebab IA sendiri adalah SABDA KEKAL itu.

Selamanya...

Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin


Pater Kons Beo, SVD

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN


Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran.

Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.






Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar