Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Kuimani Tuhan-Ku Penuh Pengampunan

KUIMANI TUHAN-KU PENUH PENGAMPUNAN

























Kamis, 04 Juli 2024

(Pekan Biasa XIII, St Antoine Daniel, St Elizabeth dr Portugal)

Bacaan I Amos 7:10-17
Mazmur Tanggapan Mzm 19:8.9.10.11
(Ref: Keputusan Tuhan itu benar, adil selalu)
Injil Matius 9:1-8
"Percayalah, anakKu, dosamu sudah diampuni"
Mat 9:2
(Confide fili, remittuntur tibi peccata tua)

Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Melihat Tuhan Yang Bangkit Melihat Kehidupan



SUNGGUH KAH kita percaya akan Allah yang mengampuni? Bahwa Allah, dalam Diri dan seluruh kehadiran Yesus, Sang Anak, menjamah setiap kita dalam Kuasa Pengampunan dan Keselamatan?

KEHADIRAN Yesus, Tuhan, adalah kehadiran yang menyembuhkan, yang mengutuhkan, yang memberikan nafas harapan kehidupan baru, yang dalam kekuatan KasihNya memanggil setiap kita untuk pulang.

Bukan kah....

SETIAP kita disinggahi 'tamu dosa yang merasuk pikiran, perkataan, perbuatan serta kelalaian?'

Dan karenanya seringkali kita jadi letih dan terkapar nyaris tak berdaya?

Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Harus Kah Kita Terisap Dan Tersedot Arus Rasa Putus Asa....?

Benarlah bahwa.....
SETIAP kita memang punya cita-cita menata nurani nan suci lahir dan di dalam batin. Kita berjuang kembali merawat sikap dan perbuatan. Kita bertarung demi menggapai kerkah diri di dunia batinia. Agar janganlah kita terus terseret tertati-tati dalam ziarah kehidupan ini. Kita memang harus berjuang demi 'memerangi diri untuk harus pulang.'

Kita pun....

RINDUKAN Tuhan yang menjamah. Tuhan yang bisikan kata-kata belaskasih, peneguhan dan penuh harapan, "Dosamu sudah diampuni...." Tuhan ingin kembalikan kepada setiap kita harapan untuk bergembira dalam hidup. Sebagai putra-putri yang sungguh dikasihiNya.

Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Hadirlah Dalam Pengharapan Bagi Sesama

Renungkanlah...

'SI LUMPUH yang tak berdaya itu dibawah kepada Yesus dalam iman. Kata-kata pengampunan dan tindakan penyembuhan itu bermula saat ada sesama yang berhati mulia membawa si lumpuh pada Tuhan (cf Mat 9:1).

Kita memang hadapi tantangan bahwa.....

MEMBAWA sesama-sesama kita yang 'lumpuh tak berdaya dalam kekurangan, keleterbatasan, kelemahan, serba ketidakhebatan serta kesalahan, ke dalam pengharapan akan Yesus, Tuhan, Pengampun dan Penyayang, bukanlah hal yang gampangan....

Sebab.....

LEBIH mudah kiranya kita untuk mempertebal dan memperjelas 'kelumpuhan diri dan hidup sesama' lewat sikap, tindakan dan kata-kata yang halus penuh sinis bahkan kasar. Sorot mata kita masih terlalu tajam terhadap sesama untuk terus saja menghakimi dan menghukum tanpa Kasih dan pengampunan.

Baca juga yang ini, menarik; Renungan Harian Katolik; Iman, Itulah Harta Terindah Yang Kita Miliki

Mari kita pandang 'ke langit, dan lalu bergerak untuk menjamah dan menyapa sesama penuh kasih. Untuk tulus memaafkan dan membebaskannya..

Tidak kah engkau percaya sungguh akan DIA....

"Tuhan di atas sana yang tak pernah menghukum. Dengan sinar mataNya yang lebih tajam dari matahari?"

Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin


Pater Kons Beo, SVD

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran.

Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.






Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar