Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Murid-Murid Yesus, Bukan Pasukan Penyiap Dan Penimbun Bekal

Kamis, 11 Juli 2024




(Pekan Biasa XIV, St Benediktus - Abas, St Olga)

Bacaan I Hosea 11:1.3-4.8c-9

Mazmur Tanggapan Mzm 80:2ac.3b.15-16

(Ref: Tunjukanlah seri wajahMu, ya Tuhan, maka selamatlah kami)

Injil Matius 10:7-15


"Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalananmu..."
Mat 10:10 (Non peram in via)


MURID-MURID YESUS: BUKAN PASUKAN PENYIAP DAN PENIMBUN BEKAL


Baca juga yang ini, menarik; Renungan Harian Katolik; Hidup Tenang, Fokus dan Kerja Keras


PERBEKALAN? Itu satu keharusan dalam perjananan. Ini demi kekuatan jasmani yang mutlak perlu. Tak mungkinlah satu perjalanan jauh, akan tiba di titik tuju, sekiranya tak ada energi, tak ada kekuatan yang menjamin. Bukan kah di sini perbekalan itu amatlah berarti?

Bca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Diutus Dalam Pesan,Engkau Abaikan Pesan Itu????!!


Namun...

KETIKA kepada kedua belas murid dialarmkan Yesus untuk 'jangan membawa bekal' maka ada sesuatu yang menjadi kunci perhatian buat mereka. Ada apa dengan membawa perbekalan sampai mesti dilarang?

Mari berandai....

BEKAL isyaratkan proses persiapan. Dan itu bisa dilihat jadi fokus. Konsen hanya pada bekal bisa kaburkan inti perjalanan atau perutusan itu. Orientasi bekal bisa senyapkan apa yang mesti menjadi mandat utama dari perutusan yakni pembebasan bagi 'orang sakit, kusta, yang dikuasai roh jahat' dan beri salam kepada orang lain serta pemberitaan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat.'

Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Diutus Dalam Pesan,Engkau Abaikan Pesan Itu????!!


Maka...

DI BALIK bekal meneballah hati penuh gelisah tentang jaminan demi diri. 'Siap bekal, cari bekal, dan timbun bekal' bakal menjadi penghalang berat yang mencemarkan kebebasan hati para murid sebagai orang-orang utusan Yesus. Maka gelisah akan 'siapkan dan terlebih kumpulkan bekal segera jadi skandal dalam perutusan.

Sesungguhnya....

YANG hendak ditangkap dari alarm jangan bawa bekal adalah agar para murid tak terperangkap dalam kenyamanan palsu yang egosentrik! Bahwa 'yang penting stok bekal kita aman, modal kita melimpah, simpanan kita sungguh menjanjikan dan semakin mengggunung. Sementara dunia di sekitar dan di hadapan kita ternyata 'jauh dari alam salam damai,' ada dalam suasana keterlukaan, dan kurang Kasih Sayang! Apakah artinya 'banyak bekal namun suasana bersama sungguh menyedihkan?'

Sesungguhnya pula.....

KITA rindukan Gereja - kekitaan dalam iman yang berbekal - yang bermodal - yang berpunya sewajarnya, tanpa kegelisahan. Namun kita tetap bertarung agar suasana cinta dan kebaikan hati, persaudaraan, pengampunan, rasa solider, kerjasama dan hadir sebagai tanda pengharapan, tetap menjadi kekuatan jiwa dan semangat kekitaan dan keseluruhan.

Janganlah ......

KARENA perkara- perkara siap bekal dan timbun bekal kita bisa terperangkap dalam 'baku saing yang tak sehat dan penuh ancaman dan tampak geliat penuh ketamakan, dan semakin tipis dan membuyar rasa kesatuan dan persaudaraan.'

Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Dari Tuhan Kita Selalu Berharap

Tentang siap dan kumpulkan bekal, yang pantas dimengerti dan dihidupi, ketika mesti membatinkan kata-kata: "mumpung masih ada kesempatan buat kita. Mengumpulkan bekal perjalanan abadi."

Kata-kata Tuhan ingatkan kita bahwa:

-KITA jauh melebihi burung-burung di udara, yang tak menabur dan menuai, namun diberi makan oleh Allah (cf Mat 6:26).

-Yang dicari adalah Kerajaan Allah dan KebenaranNya. Yang selebihnya akan ditambahkan kepada kita (cf Mat 6:33)

-Manusia tidak hanya hidup dari roti saja melainkan dari setiap perkataan yang diucapkan oleh Allah (Mat 4:4).

Renungkanlah...

APAKAH tindak koruptif adalah bentuk ungkapan timbunkan bekal dengan pelbagai cara penuh curang? Dengan mengambil apa yang bukan menjadi hak? Dan sungguh merugikan hak sesama dan kepentingan publik?

Bagaimana pun, Yesus ingin ingatkan siapapun untuk melihat 'perkara hidup yang jauh lebih utama. Yang tak hanya berlaku untuk kesementaraan hidup ini. Namun, terutama demi kehidupan sesama, dan demi kehidupan abadi.

Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin


Pater Kons Beo, SVD

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN


Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran.

Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.






Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar