Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Tuhan, Aku Tak Memberikan Rasa Aman Dan Teduh Di Hati Sesama?

Jumat, 05 Juli 2024

"TUHAN, AKU TAK MEMBERIKAN RASA AMAN DAN TEDUH DI HATI SESAMA?!?!"



(Pekan Biasa XIII, St )

Bacaan I Amos 8:4-6.9-12

Mazmur Tanggapan Mzm 119:2.10.20.30.40.131

(Ref: Manusia hidup bukan hanya dari roti, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah)

Injil Matius 9:9-13

"....datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan DIA dan murid-muridNya"  Mat 9:10

(Ecce multi publicani, et peccatores venientes discumbebant cum Iesu, et discipulis eius)



"TUHAN, AKU TAK MEMBERIKAN RASA AMAN DAN TEDUH DI HATI SESAMA?!?!"


KISAH menakjubkan itu tak hanya terjadi pada Matius. Karena kata-kata Yesus, Matius segera tinggalkan rumah cukai dan semua suasananya. "Ikutilah Aku!" membuat Matius harus mendekati Yesus untuk kemudian menjadi bagian dari hidup dan perutusan Yesus. Ada pesona yang kuat di balik kata-kata Yesus..

Tetapi juga...
TERDAPAT daya pikat sungguh yang mengagumkan dari pribadi dan kehadiran Yesus. Karena itulah kaum pinggiran, kaum buangan, orang-orang yang ditatap sebelah mata miliki kekuatan hati untuk juga mendekati Yesus. 'Banyak pemungut cukai, orang berdosa' merasa bebas, spontan dan legah di hati untuk datang mendekat. Dan bahkan makan bersama dengan Yesus dan murid-muridNya.




KITA bisa saja menghitung-hitung segala jasa dan kebaikan yang kita berikan! Kita bisa pula pamer-pamer akan segala kebesaran dan kemegahan diri. Pun termasuk apa-apa saja yang kita miliki. Tetapi pertanyaannya, apakah itu adalah sebuah daya pikat penuh pesona bagi sesama? Apalagi bagi kaum pinggiran, malang dan penuh ketakberdayaannya?
TERKADANG kita memang butuh kesanggupan untuk trampil menangkap suasana hati sesama. Semuanya bukan tentang apa-apa yang kita berikan. Tetapi sebenarnya tentang rasa dan suasana hati sesama terhadap kepribadian dan kehadiran kita.

Sederhananya....?


"KENAPA KAH orang-orang pada menghindar, menjauh, tak nyaman, hilang aura spontan, merasa ada dalam tekanan atas kehadiranku?" Kita kehilangan daya tarik dan semakin tipis daya pikat karena cara dan isi bicara atau pikiran kita. Karena kehadiran kita yang menekan, yang mengancam, yang meremehkan dan menghina, serta menyudutkan ketimbang memberikan kekuatan, harapan, serta menunjukkan daya Kasih dan penerimaan akan sesama dengan tulus.

Bacalah juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Melihat Tuhan Yang Bangkit Melihat Kehidupan

SANG BIJAK beri alarm: "Orang kecil, sederhana, sesama yang banyak tak hebatnya dan penuh kelemahan, bisa saja tak ingat lagi apa-apa yang pernah kita berikan kepadanya. Tetapi satu hal yang pasti tak akan ia lupakan adalah kata-kata dan sikap kita terhadapnya. Sebab barang bisa tiada dari padangan mata. Tetapi kata-kata dan perlakuan kita bisa terekam kuat di memori hati sesama itu."
YESUS, TUHAN dan MANUSIA miliki kharisma untuk 'mengumpulkan serentak berdaya pikat agar orang-orang lain (orang berdosa) datang untuk makan bersama dan bergembira.




ENTAHLAH Perjamuan Tuhan tetap memiliki daya pikat, daya rindu penuh pesona bagi 'kaum buangan dan orang-orang yang dianggap pendosa dan di luar syarat kelayakan?' Setidaknya kita masih terus berjuang mencapai harapan akan komunitas yang katolik, yang terbuka dan nyaman bagi semua, serentak tak bersikap eks-komunikatif atau mengasingkan sesama....

Di kisah lainnya....

BISA jadi kita menjadi teduh hati saat kita kunjungi rumah-rumah tahanan, pada saudara-saudari yang didakwah bersalah dan berlumpur dosa ketimbang jika harus ke mimbar suci yang memperdengarkan kata-kata surga-neraka, sesat dan kafir serta haram dengan getaran suara yang menakutkan. Penuh kegentingan..

Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkat. Amin.



Pater Kons Beo, SVD

Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran.

Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.






Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Posting Komentar

0 Komentar