Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Kita rindu ada bersama orang lain

Jumat, 07 Oktober 2022
(Pekan Biasa XXVII, St Perawan Maria, Ratu Rosario) Bacaan I Kisah Para Rasul 1:12-14
Mazmur Tanggapan Lukas 1:46-47.48-49.50-51.52-53.54-55
Injil Lukas 1:26-38

Prosesi Patung Bunda Maria dari Mbaru Gendang Woang ke Mbaru Gendang Ka Sama diikuti oleh ratusan umat dari kedua Gendang tersebut,Kamis (6/10/2022). Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Keuskupan Ruteng. Menghidupkan kembali tradisi prosesi Patung Bunda Maria di Bulan Rosario untuk memperkuat semangat persekutuan umat Allah.
"Dengan sehati mereka semua bertekun dalam doa bersama"
Kis 1:14
(Hi omnes erant perseverantes unanimiter in oratione)


SUKA kumpul-kumpul. Itu satu naluri dasar dari kita manusia. Kita rindu ada bersama orang lain. Mungkin untuk sekedar gurau bersama. Demi berbagi rasa dan kisah.

Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik: TUHAN adalah sumber rejeki kita

ADA banyak daya tarik yang mempersekutukan manusia. Kita rajin kumpul-kumpul karena sama sifatnya, sejalan hobinya atau sama keinginannya. Juga karena apa yang disebut "memang urat cocok hampir di segala lini."

ADA juga 'mesti kumpul-kumpul' sebab ada satu dua tema penting yang mesti didiskusikan bersama. Orang-orang berkumpul untuk bincang-bincang tentang situasi terkini. Tentang dunia olahraga, pariwisata, keagamaan, tentang tema-tema kemanusiaan dan tak lupa tentang sengitnya situasi sosial-politik.


NAMUN, ada juga kebiasaan duduk kumpul-kumpul untuk hanya mengayak-ayak 'nama orang lain.' Dalam bahasa pasar maksudnya, "ada orang-orang, yang macamnya tidak ada tema bicara lain, selain semangatnya minta ampun untuk omong buruk tentang tetangga, tentang teman kerja, tentang orang ini atau tentang orang itu." Tapi, sudahlah. Mau bagaimana lagi kalau memang kebiasaan itu sudah mendarah daging?

KIRANYA duduk kumpul-kumpul itu mesti dibawa dalam ranah "doa bersama." Dalam melantunkan harapan demi satu kebangkitan hidup bersama yang lebih baik. Ini jelas bukan satu perkara gampangan.

UNTUK kunjungi rumah sebelah, tetangga misalnya, untuk "doa rosario bersama" saja, syarat dasarnya adalah "hati yang terbuka dan adanya kemampuan berbicara yang baik tentang tentangga itu."

SEPANJANG bulan rosario, yakinlah bahwa kita pasti sanggup "sehati bertekun untuk berdoa bersama" jika kita punya ruang hati yang sungguh terbuka bagi kehadiran sesama. Di situ, doa rosario bersama bisa diterima sebagai pendidikan iman praktis bagi kita.

Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; JALAN kepada kehidupan kekal adalah KASIH

ARTINYA, jadilah manusia yang terbuka bagi kedatangan sesama di pintu hati kita. Dan lagi, Rosario juga adalah satu sentuhan kasih agar kita mesti yakini diri sendiri sebagai orang-orang yang terpanggil untuk membawa pesan-pesan iman dan kabar baik bagi keluarga yang dikunjungi.

KISAH 'sehati para murid bertekun dalam doa bersama' bukanlah sekedar kisah nostalgia masa lalu. Tetapi, kisah itu tetaplah hidup dan mesti terus bergema. Dan, adalah kita murid-murid Yesus di zaman ini, sepantasnya ada di jalur "sehati untuk bertekun dalam doa bersama." Sebab, dalam doa bersama, kita tentu saling memberkati. Demi satu kehidupan bersama yang bercitra.

Bukan kah demikian?

Verbo Dei Amorem Spiranti
Santa Perawan Maria, Ratu Rosario,
Doakanlah kami.
Tuhan memberkati.Amin

Posting Komentar

0 Komentar