Header Ads Widget

Renungan HARIAN KATOLIK; SAUDARA-SAUDARA, jika di antara kalian ada perselisihan, apakah salah satu pihak sampai hati mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar dan bukan pada orang kudus?

Selasa, 6 September 2022

Panitia Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPP) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Senin (5/9/2022) bertempat di Pendopo Pastoran bertemu untuk membicarakan tentang Materi Kursus, Panitia yang diketuai oleh Adam Musi, kemudian sepakat untuk menambahkan materi kursus, yaitu bicara tentang topik Pencegahan Stunting (peserta perempuan akan diukur dulu tekanan darah, HB, lingkar lengan) dan melek keuangan.


Pekan Biasa XXIII, St Beato Bertrand, Beato Thomas Tsugi)
Bacaan I 1Korintus 6:1-11
Mazmur Tanggapan Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b
Injil Lukas 6:12-19

"Tidak adakah di antaramu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara saudaranya?" 1Kor 6:5

(Sic non est inter vos sapiens, quisquam, qui possit iudicare inter fratrem suum?)


SILANG selisih sering hinggap dalam jalan hidup bersama. Banyak manusia artinya banyak pikiran. Banyak pula keinginan sana-sini. Tak selamanya kita se-ide serta se-kehendak hati.



KITA memang punya 'mau-maunya sendiri.' Dan ini sering bertabrakan lurus dengan 'mau-maunya orang lain.' Maka terjadilah 'hal yang tidak enak punya.' Jika tidak ribut berat, maka kita ambil jalan diam atau mulai 'jalan sendiri-sendiri.'

DI SINI, 'tidak mau ambil pusing' mulai dibangun. Katanya, 'orang mulai tidak mau repot lagi kiri-kanan.' Masing-masing mulai ciptakan jarak dengan yang lain. Katanya, 'dari pada sakit hati baku dapat muka terus-terus.'

TETAPI, inikah yang dikehendaki dan yang terbaik dalam hidup bersama dalam warna Injil? Memang benar bahwa 'banyak orang, banyak juga mau-maunya.' Rasul Paulus alami dan amati serius suasana yang terjadi dalam Jemaat Korintus.

PENDAPAT Rasul Paulus sungguh menantang. Ia tak menyangkal bahwa dalam tubuh jemaat sering ada perselisihan. Tetapi, bagaimana harus mencari jalan keluar yang bijak, bagi Paulus, itulah yang harus dicari dalam jemaat.

Baca juga yang ini; Pembekalan tentang Tema Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tahun 2022 Bagi Pemandu Katekese 

"SAUDARA-SAUDARA, jika di antara kalian ada perselisihan, apakah salah satu pihak sampai hati mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar dan bukan pada orang kudus?" (1Kor 6:1)."

TAK ada dari antara kita yang tak punya masalah relasi dengan orang lain. Entah dalam skala kecil atau dalam skala berat, kita terlibat dalam perselisihan dengan orang lain, pun dengan orang-orang dekat. Iya, misalnya dalam keluarga (besar) kita sendiri.

Baca juga yang ini; Pojok KITAB SUCI: Memang Tidak Gampang Jadi Murid Yesus

MAKA dari itu, seturut nasihat Rasul Paulus, dekatilah orang kudus nan bijak. Darinya pasti ada cahaya terang untuk melihat persoalan yang sesungguhnya. Dan terutama ditemukan jalan keluar yang sejuk segar.

MASALAHNYA, kata Rasul Paulus, kita lebih dekati pada "orang-orang yang tidak benar." Orang-orang seperti ini bukannya mencari jalan keluar, tetapi lebih merumitkan dan tebalkan persoalan.

TIDAK sadar kah kita bahwa ada para penghasut yang suka lebih kusutkan soal? Ambil saja contoh konkrit: 'Anda sesungguhnya seorang pemaaf, namun oleh penghasut, Anda jadinya tetap dalam rasa benci dan penuh simpan marah.

INGATLAH! Anda sebenarnya telah rugi banyak waktu dan kehilangan banyak energi batin postif. Sebab Anda telah dekati 'orang-orang yang hanya memupuk rasa marah dan bencimu.' Tataplah wajah Anda yang semakin tak cerah bersinar. Sebab virus kerumitan hidup juga diternak para penghasut dalam hati Anda. 

TERKADANG, demi kebaikan bersama yang lebih luas, Anda sebenarnya bertipe manusia cepat berbelaskasih dan mengalah. Sayangnya, 'kaum tidak benar ini' tetap menjerat Anda dalam perangkap egoisentrik maha sempit. Sebab kata mereka, "Anda bertipe kalah dan pengecut sebab Anda tak menjaga hak dan reputasi pribadi."

APA yang diserukan Rasul Paulus memang terasa berat. Tak gampang untuk diterima begitu saja. Tetapi ada nilai yang dipertaruhkan, yakni kepentingan dan kebaikan lebih banyak orang. Dari pada sekedar hanya mau mempertahankan keinginan dan bahkan hak pribadi.

MAKA renungkan dalam cahaya Injil dan demi kebaikan bersama yang lebih luas, apa yang disuarakan dan ditantang oleh Rasul Paulus:

"Mengapa kalian tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapa kalian tidak lebih suka dirugikan?" (1Kor 6:7).


Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin

Posting Komentar

0 Komentar