Header Ads Widget

Pemerintah Desa Terong Selenggarakan Pelatihan Bisnis Pertanian Organik Karbon




Peserta Pelatihan Pertanian Organik dan pembuatan Arang Sekam di Desa Terong


umpungjayasiar.com, RUTENG. Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Lembaga solidaritas untuk dunia ketiga-Steyler Missionsprokur (SDW/SVD) swiss, Senin (23/5/2022) bekerjasama dengan Pemerintah Desa Terong menyelenggarakan pelatihan bisnis pertanian organik kepada 17 orang petani dan 4 orang staf Desa Terong bertempat di Kantor Desa Terong, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai.

Pelatihan ini difasilitasi oleh Hubert Cupung, seorang petani agrobisnis sukses dari Kampung Maras, Desa Belang Turi, Kecamatan Ruteng. Sebelum mengajarkan para peserta tentang hal tehnis terkait cara membuat pupuk organic berbahan dasar arang sekam (biochar) dan kotoran ternak, Hubert berbagi pengalamannya menjalan agrobinis sejak tahun 2008 di atas lahan kritis atau lahan tidur berukuran luas 1/2 hektar.


Hubert menjelaskan tentang cara pembuatan arang sekam

Metode pelatihan dengan mendengarkan testimoni atau kesaksian dari petani yang telah makan garam menjalankan agrobisnis dalam pelatihan pertanian telah menjadi pendekatan inovatif dari Yayasan Ayo Indonesia, tujuan untuk mempengaruhi pola pikir peserta pelatihan, jadi output pelatihan tidak hanya untuk menghasilkan petani yang punya skill untuk memproduksi pupuk organik tetapi yang paling penting mereka mengetahui secara mendalam apa saja tantangan, hambatan dan persoalan yang pasti dihadapi dan dilalui dalam agrobisnis, lalu dibagikan juga kepada peserta cara mengatasi hal-hal ini agar tujuan bisnis tercapai, pendapatan meningkat.

Hubert meyakinkan para peserta yang sangat penting dalam berbisnis adalah ketangguhan mental mengatasi persoalan-persoalan, tidak mudah putus asa dan persoalan dilihat sebagai peluang. Tidak hanya itu, tetapi kita juga harus menguasai pasar dan berteman dengan petani lain dan pelaku pasar atau para pedagang sayur-sayuran di Pasar.

"Kita harus membangun persahabatan dengan mereka, saling mendukung, berbagai informasi tentang stok jenis sayur-sayuran yang kita sediakan dan seputar permintaan pasar untuk meningkatkan keuntungan usaha, sebab kita tidak bisa jalan sendiri,“ungkap hubert yang berhasil menyekolahkan anaknya hingga sarjana dari usaha agribisnisnya.

Kemudian, dia berbagi motivasi, dan menegaskan bahwa satu kunci utama untuk mencapai kesuksesan dalam agrobisnis, adalah konsisten dalam bekerja atau fokus.

Dia juga mendorong para peserta supaya lahan-lahan yang akan digunakan untuk menanam sayur haruslah lahan yang luas, minimum 1/2 hektar, agar usaha tani yang dijalankan bisa menjadi sumber pendapatan utama atau penopang ekonomi keluarga sehigga dapat memenuhi kebutuhan keuangan keluarga setiap tahun.

Jadi sayur-sayuran yang akan ditanam, kata Hubert dari awal dipikirkan memang bahwa tujuan penanaman bukan hanya untuk dikonsumsi keluarga, tapi juga dijadikan sebagai sumber pemasukan dalam anggaran pendapatan dan belanja rumah tangga, sehingga kita harus membuat rencana usaha, menyediakan daya dukung dalam bentuk sarana produksi, jumlah tenaga kerja, target produksi, target pendapatan, pembiayaan dan informasi pasar.

Selanjutnya, Hubert menjelaskan bahwa kita perlu membangun kerja sama dengan pihak lain, seperti Pemerintah, Lembaga swadaya masyarakat dan para pelaku pasar, dan yang paling penting juga menjaga kepercayaan dengan para pedagang. Diakhir sharing pengalamannya, Hubert memotivasi peserta dengan menyatakan bahwa rejeki tidak datang lewat mimpi, tetapi melalui perencanaan dan kerja keras.

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik berbahan dasar Biochar arang sekam

Kepada para peserta, hubert menjelaskan manfaat penggunaan Pupuk Organik. Penggunaan Pupuk organik berperan penting dalam menjaga tingkat kesuburan tanah baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang. Selain itu, berdasarkan pengalaman hubert selama ini,kualitas tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih bagus sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit, tanaman lebih sehat, dan produknya bisa disimpan dalam waktu relatif lama.

Pupuk Organik, jelas Hubert sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh manusia. Tanaman yang menggunakan Pupuk organik lebih menyehatkan karena mengandung nutrisi yang lebih banyak. Selain itu biaya produksi yang jauh lebih murah dibandingkan dengan pupuk kimia.  Bahan baku yang digunakan untuk membuat Pupuk Organik, antara lain, kotoran ternak, daun-daun hijau, sekam dan air. Bahan-bahan ini merupakan bahan baku lokal yang mudah didapatkan di sekitar rumah atau kampung. Bahan yang perlu dibeli adalah EM4 dan gula.

Sedangkan Rikard Haryanto, staf agrobisnis dari Yayasan Ayo Indonesia pada pelatihan itu menjelaskan kepada peserta tentang Biochar. Biochar, kata Richard merupakan pembenah (pemulihan) tanah yang dihasilkan dari pembakaran sekam hingga secara fisik berbentuk arang dan dijadikan bahan dalam pembuatan bokasih.  Biochar sangat penting digunakan untuk menyerap unsur hara, menambah daya simpan air dalam tanah dan membantu menetralkan PH tanah.

Rikard menambahkan bahwa biochar yang digunakan pada lahan kering dan lahan baru sangat membantu mengoptimalkan kualitas tanah. Penggunaan Biochar sangat mendukung keberlanjutan dan meningkatkan kualitas tanah/produktivitas lahan.

Rikard bersama para peserta kemudian mempratekkan pembuatan Biochar. Bahan dan alat yang digunakan adalah Sekam sebanyak 3 karung sebagai bahan baku Biochar, Kawat ayak pasir, Kertas yang tidak digunakan untuk pembakaran, skop, ember dan Air

Mengakhiri kegiatan pembuatan Biochar, Rikard mengajak para peserta harus bertekad untuk melakukan aksi “Pro-Lingkungan” untuk menjamin keberlanjutan. Salah satu aksi konkritnya, adalah dengan memanfaatkan limbah pertanian untuk menjadi sarana produksi, seperti sekam padi yang selama ini dibuang percuma.

Penyerahan bantuan Benih sayur-sayuran

Pada kesempatan itu, Pemerintah Desa Terong juga menyerahkan secara resmi bantuan desa, berupa anake jenis benih sayur-sayuran, seperti sawi, paria, tomat, kacang panjang, lombok dan juga semangka, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Desa pada kegiatan pertanian holtikutura untuk tujuan ekonomi dari para peserta pelatihan.

Oris Atong, Kepala Desa Terong, saat penyerahan bantuan benih mengajak para peserta untuk fokus menjalankan usaha holtikultura. Pembangunan Pertanian Hortikultura, ungkap Oris merupakan salah satu program unggulan desa Terong. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Terong berkomitmen, jika hasil kegiatan pertanian horti pada tahun 2022 bagus atau berhasil maka pada tahun 2023 nanti akan disediakan lagi bantuan lain untuk mendukung bisnis horti dari para petani,  bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.

Penulis : Johan Mada/Richard Haryanto


Mari kita renungkan kata-kata St. Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
  1. Pendiri SVD        :  1875
  2. Pendiri SSpS       :  1889
  3. Pendiri SSpS-Ap :  1896
  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Minggu (10/3/2024) menyelenggarakan pertemuan pastoral untuk membentuk kepanitian Prosesi Sakramen Maha Kudus (Juni 2024) dan Perayaan Pesta Intan (75 tahun) Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada bulan juni tahun 2025, bertempat di Pendopo Pastoran. Pertemuan dihadiri oleh Pator Paroki, Dewan Inti Pastoral, utusan komunitas Biara Suster (KFSA/PSM/AHKYB/PSM), Ketua Wilayah (Woang/Redong/Perumnas), Utusan dari Kelompok Katergorial (Vanclar/KTM/Legio Maria/OMK). Jumlah mereka sebanyak 35 orang.



Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Pohon Mangga ini tumbuh baik hingga saat ini di kebun salah satu keluarga di Paroki Lengkong Cepang. Benihnya disediakan oleh Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, tahun 2014. 
Didokumentasikan oleh
Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 





Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:



Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong




Posting Komentar

0 Komentar