Header Ads Widget

Renungan harian KATOLIK : TUHAN YESUS yang berbelaskasih mengajak kita untuk berbelaskasih pula


Koperasi simpan pinjam CU Florette mulai membangun Kantor Baru di kampung Nekang teoatnya di samping SMAK St Thomas Aquinas.Acara peletakkan batu pertama dilaksanakan, Sabtu (30/7/2022)  dihadiri oleh Perwakilan dari Dinas Koperasi/UMKM Kabupaten Manggarai, Para Pendiri, Puskopdit Manggarai, mantan Pengurus dan Pengawas, Badan pengurus dan Pengawas, Perwakilan Primer,  Tua adat Gendang Nekang, Koordinator TP, ketua RT dan perwakilan anggota. Acara diawali dengan ritual adat oleh Bapak Ambros, Tua Gendang Nekang, dan dilanjutkan Ibadah Sabda yang dipimpin oleh Romo Geby, Pastor Paroki Katedral.
Senin, 01 Agustus 2022
(Pekan Biasa XVIII, St Alfonsus Maria Liguori)
Bacaan I Yeremia 28:1-17
Mazmur Tanggapan Mzm 119:29.43.79.80.95.102
Injil Matius 14:13-21

"Mereka tidak perlu pergi...."Mat 14:16

(Non habent nec├Ęsse ire)


YANG lagi membutuhkan tidak boleh disuruh pergi. Tak boleh juga diabaikan begitu saja. Sebab mereka memang lagi mengharapkan sesuatu. Mereka sungguh bersandar pada kebaikan hati kita.

TINGGAL bagaimana cara kita menanggapi mereka yang berkebutuhan itu. Tentu, kita dapat menolong, sejauh kita memang bisa menolong. Sebisanya. Bagaimanapun, kita pasti tak perlu sekian berlimpah untuk membantu.

Baca juga yang ini : Belajar dari SVD LAUDATO SI’ FARM di Divine Word Seminary Tagaytay Filipina

YESUS yang berbelaskasih mengajak kita untuk berbelaskasih pula. Orang banyak itu menjadi 'panggilan untuk berkebaikan hati.' Sebab itulah para muridlah yang harus memberi makan (Mat 14:16). Bukan sebaliknya bahwa orang banyak itu mesti disuruh pergi. 

ADA sekian orang yang mendekati kita. Mereka pasti miliki satu hasrat hati. Agar dari diri kita terpancar harapan. Mungkin itu adalah satu kebutuhan fisik-jasmani. Sekedar lepaskan rasa lapar dan dahaga. Bisa pula sekedar ingin menangkap suara kita yang meneguhkan.

Baca juga yang ini : Satu Permenungan : Jangan Sampai Kita Kehilangan Ruang Kosong

MUNGKIN saja dengan cara-cara tak simpatik, kita hanya 'bikin orang menjauh dari kita.' Sesama merasa terusir oleh sikap dan kata-kata yang memang tak sedap dan cantik di mata dan di telinganya. 

TUHAN hanya butuh ketajaman rasa solider dan kedalaman hati berbelarasa. Jika mungkin, tak cuma kepada orang-orang yang datang mendekati kita, lebih dari itu kita malah sebaliknya yang berjuang untuk mendekati orang yang berkebutuhan itu. 

Baca juga yang ini : Pater Kristianus Sambu SVD; Spirit solidaritas, memberi makan kepada yang lapar tetapi dengan cara memberi kail kalau dia minta ikan.

Verbo Dei Amorem Spiranti


St Alfonsus Maria de Liguori doakanlah kami


Tuhan memberkati.

Amin

Posting Komentar

0 Komentar