Header Ads Widget

Renungan Khusus Di Hari Minggu; Sisi Terhormat Kemuridan Dalam Yesus

Sisi Terhormat Kemuridan Dalam Yesus

(“ Dan Kamu Semua Adalah Saudara”)
Matius 23:8


P. Kons Beo, SVD


Baca juga yang ini, menarik; Satu Permenungan di Bulan Nopember;  Kepada Yang Telah Berpulang

Kata-kata Yesus itu ditunjukkan kepada orang banyak dan kepada murid-muridNya (Matius 23:1). Satu dua permenungan dapat ditangkap dari suara Yesus, Sang Guru:

Pertama, tak ada kata marah atau benci dari Yesus terhadap golongan “kursi Musa.” Itulah kaum Farisi dan Para Ahli Taurat. Kata-kata yang keluar dari kelompok elitis keagamaan Yahudi tetap dijunjung. Sebab itulah kata-kata Yesus bagi para pendengar dan para muridNya, “Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang diajarkan kepadamu....” (Matius 23:3)


Tak ada seruan untuk ‘memberontak terhadap segala apa yang diajarkan oleh kaum Farisi dan Para Ahli Taurat itu. Kata-kata di jalur normatif, etis, hingga kultis yang terkonek dengan penghayatan iman harus tetap didengar dan dijunjung.


Tetapi, dari Yesus tetap ada alarm tegas, “Tetapi jangan kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, sebab mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya...” (Matius 23:3). Alasan Yesus terbaca jelas:
  1. pengajaran yang jauh dari sikap dan keteladanan
  2. menuntut sesama atau orang lain, namun sendiri tak menghayatinya
  3. tetap gemar untuk dipuji dan disanjung sebagai ungkapan pencitraan diri.

Kata-kata yang dirangkai sebagai titah, nasihat, maklumat, himbauan, penegasan, arahan, kata sambutan, pidato, animasi, kampanye, propaganda, homili dan kotbah indah dan menggelegar, di luar kerangka penghayatan dan kesaksian, akan menjadi hampa daya pikat. Jadi kering dan kosong.

Kedua, pengajaran Yesus yang berlanjut kepada orang banyak, dan terutama bagi para muridNya. Tak usahlah lebarkan ‘jarak sekian jauh dan dalam dari sesama.’ Sebab jarak atau posisi yang melebar dari sesama hanyalah ‘pemaksaan terhadap sesama untuk menghormati dan bahkan memuja.’ Kita bukanlah siapa-siapa di hadapan sesama selain bahwa kita bersatu dalam kemanusiaan yang satu, sama dan setara.


Sebab itulah para murid jangan ingin disebut dan menyebut siapapun “Bapa, pemimpin.” Hati para murid mesti tetap terarah kepada Bapa yang mengasihi dan tetap terarah pada Kristus sebagai ungkapan Jalan Kasih Bapa yang sempurna.


Baca juga yang ini, menarik; Renungan Harian Katolik; Janganlah duduk di tempat terhormat!

Di antara para murid dan semua sesama, yang mesti tetap ada dan bertahan adalah kerendahan hati sebagai seorang pelayan. Dan itulah tempat kehormatan bagi para murid. Kata-kata Yesus sungguh menantang: “Kamu semua adalah saudara” (Matius 23:8). ‘Siapa yang terbesar di antara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Matius 23:11


Sebab itulah para murid dan orang banyak sebenarnya mendapatkan amanat agung dari Yesus:
  • Pandanglah sesama, orang lain, siapapun dia sungguh sebagai (sama) saudara dalam Kasih. Bukan musuh, bukan pesaing, bukan sebagai sasaran kebencian dan obyek ketidakaksukaan, bukan pula sebagai tumbal dari segala hasrat hati dan kehendak diri yang tak beraturan.
  • Berusahalah menempatkan diri, atau membentuk hati dan keseluruhan diri sendiri sebagai saudara bagi sesama. Berseru atau berkata-kata kepada dunia demi ciptakan ruang hidup penuh persaudaraan tidaklah terlalu sulit. Namun ‘bikin diri sendiri sebagai saudara bagi sesama’ seringkali bukan menjadi perkara gampangan.

Jebakan kata-kata seringkali jadi perangkap pada bibir. Sebab ‘gema suara persaudaraan’ kadang tak tebaca dan tertangkap jelas pada kenyataannya. Ini semuanya terjadi karena betapa manusia masih ‘setia berkiblat pada dirinya sendiri. Ketika kepentingan sendiri masih saja menjadi referensi baku dari suara hati dan gerak sikap serta perbuatan.


Di titik ini, mari kita kuatkan jatidiri kita sebagai sebagai ‘saudara-saudari Yesus.’ Tetap teringat kata-kataNya, “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini karena ia muridKu, sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya” (Matius 10:42).


Kita semua adalah saudara-saudari di hadapan Bapa yang satu dan sama, Bapa yang mahatinggi, dan kita sungguh bersatu sebagai saudara-saudari di dalam Yesus. Tak usahlah terlalu menjarak untuk menuntut dari sesama apapun pengakuan dan penghormatan hanya demi pencitraan.


Biarlah kita bertindak sekecil dan sesederhana saat Tuhan, dalam saudara-saudari kita, bersuara pilu: “Ketika Aku lapar, ketika Aku haus, ketika Aku seorang asing, ketika Aku telanjang, ketika Aku sakit, ketika Aku di dalam penjara....” (cf Matius 25:4-36). Tetapi lihat dan renungkanlah!


Tidakkah dunia telah jadi arena uji nyali dan ujian praktek rebut tempat terhormat, rebut kekuasaan, rebut pamor, rebut harta? Dan, tidakkah betapa sulitnya mesti menaklukkan diri dan hati sendiri demi melihat yang lain, siapapun dia, sebagai ‘saudara-saudari sendiri?’


Di dalam dunia yang terluka ini, masih mungkinkah ‘pintu hati dan mata jiwa kita tetap melihat semuanya sebagai saudaraku mentari dan saudariku rembulan?’ Iya, melihat ‘semua manusia, alam dan segala makhluk dalam citra persaudaraan. Mungkin jalan satu-satunya seturut kata Injil: Kita mesti merendahkan diri untuk tiba pada sesama, merangkul dan mengasihinya sebagai saudara di dalam Yesus (cf Matius 23:12)


Itulah sisi kehormatan kemuridan kita di dalam Yesus.
Verbo Dei Amorem Spiranti



Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;https://www.indonesiana.id/profil/27530/Richard-Roden 

Pater Kons Beo, SVD

Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   
   Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tahun 2014 di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023)




Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).


Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyayang Disabilitas telah menjadi Anggota.   KSP CU Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)



Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI: https://rentalmobilgatraruteng-labuanbajo.com/

Posting Komentar

0 Komentar