Header Ads Widget

Renungan Harian Katolik; Demi Kuasa - Pangkat - Jabatan - Posisi - Kedudukan: Janganlah Ada Jarak Kelam Di Antara Kita!!


Kamis, 18 Januari 2024(Pekan Biasa II - Beata Christina Ciccarelli, St Priska)


Bacaan I 1Samuel 18:6-9; 19:1-7

Mazmur Tanggapan Mzm 56:2-3.9-10bc-13

(Ref: Kepada Allah aku percaya dan tidak takut)

Injil Markus 3:7-12




"...akhir-akhirnya jabatan raja itu pun akan jatuh kepadanya"  1Sam 18:8

(...quid ei superest nisi regnum)


DEMI KUASA - PANGKAT - JABATAN - POSISI - KEDUDUKAN: JANGANLAH ADA JARAK KELAM DI ANTARA KITA!!




SEGALA puja-puji akan keberanian dan jasa baik Daud berujung gelisah. Iya, gelisah yang menggerogoti hati Saul. Saul, Raja Israel, sungguh didera hati tak karuan karenanya.


Ayo baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Dalam Tuhan, Kita Diteguhkan....


IRIHATI, benci, amarah, panik, cemas, takut, dendam silih berganti membombardir kepala dan sudut hatinya. Itu semua muncul setelah Saul harus mendengar suara nyanyian para perempuan Israel:

"SAUL mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa" (1Sam 18:7). Rasa tak suka itu pun bermuara pada satu niat jahat. Daud mesti disingkirkan! Harus dienyahkan dan ditamatkan dalam kematian. Iya, "Daud harus dibunuh" (1Sam 18:9).


NAMUN, ada alasan tersembunyi di baliknya. Saul sebenarnya sekian gelisah akan takhta kerajaan andaikan itu mesti jatuh ke tangan Daud. Sehebat apapun Daud, sebenarnya tak terlalu berpengaruh pada Saul. Toh, sudah pada kenyataan bahwa Daud lah yang rebahkan Goliat dan sekian banyak pasukan Filistin itu.






TETAPI, mengenai jabatan, posisi, kedudukan, kuasa, takhta, mahkota, tongkat, istana, serta harta, itulah yang jadi biang niat busuk Saul: Daud mesti dihentikan total. Tetapi.....



ADAKAH kuasa yang lebih besar untuk tawarkan hati penuh kebencian Saul? Iya, ada! Itulah kuasa Kasih. Kuasa itu ada di sanubari terdalam Jonatan, putra Saul. Bagaimanapun, Saul, ayahnya harus diluputkan dari kebencian yang menggumpal terhadap Daud.


"JANGANLAH raja berbuat dosa terhadap Daud...,bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu.?" (1Sam 19:4). Niat gelap Saul itu mesti diruntuhkan oleh Yonatan, sang anak, yang sungguh mencintai, baik terhadap Daud, maupun kasih terhadap Saul, ayahnya.


Ayo baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; MENJADI Orang Terhormat Di Mata Tuhan Adalah Harapan Kita


KASIH, dalam Jonatan, geserkan semua hitung-hitungan untung rugi dalam kekuasaan. Kasih itu juga singkirkan keyakinan semu penuh gelisah akan kuasa dan jabatan. Yang sering digenggam dan hendak dipertahankan penuh panik dan bahkan dengan kejam. Penuh kekerasan.



TATAP dan renungkan di kisah nyata hidup ini. Bukan kah karena kuasa dan jabatan itu kita lalu menjarak dari yang dianggap bukan kelompok dalam tatapan mata curiga? Penuh was-was? Dan tak beraturan? Jalan hati untuk pulang pada sesama mesti diciptakan kembali. Seperti Saul, yang hatinya mesti dikembalikan pada Daud dalam keinsafan. Penuh teduh.....



Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin


Mari kita renungkan kata-kata St Arnoldus Janssen (perayaan 15 Januari):
-Pendiri SVD        : 1875
-Pendiri SSpS       :  1889
-Pendiri SSpS-Ap:  1896

  1. "Tabahkanlah hatimu dengan gembira, jangan merasa cemas bila salib-salibmu sering-sering terlalu kasar, terlalu berat dan tajam pada sisi-sisinya. Semuanya akan berakhir, tapi ganjaran yang abadi tak kan ada kesudahannya." 
  2. "Teguhkanlah hatimu dan percayalah kepada Allah. Sesudah hari-hari gelap akan menyusul hari-hari cerah. Anggaplah semuanya ini sebagai hal yang pasti."
  3. Sebagaimana seorang pengemis tidak dapat menyombongkan diri, kalau ia menerima pemberian-pemberian yang besar, demikian pula kita tidak  boleh bersikap angkuh atas anugerah-anugerah Allah."
  4. "Berbahagialah orang yang tidak takut untuk hidup dalam ribuan pengorbanan dan kekurangan demi memperoleh banyak orang bagi Kristus."
  5. "Semakin banyak kita menghormati ROH KUDUS, kita semakin layak untuk menerima karunia-karuniaNYA."

St. ARNOLDUS JANSSEN,
DOAKANLAH KAMI
AMIN


Baca juga yang ini; Renungan Harian Katolik; Bahaya Perangai Kasar, Nalar Semestinya Sehat


Baca juga di sini, Kisah Tentang Kita ;
https://www.indonesiana.id/profil/27530/Richard-Roden 


Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhauzen Swiss melakukan suatu survei pasar untuk mengetahui pasokan dan permintaan sayur-sayuran di Pasar Lembor, Ruteng, dan Borong. Hasil survei ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun suatu panduan pola dan waktu tanam yang terfokus pada pasar  

   Mangga bantuan dari Program kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss, ternyata tumbuh baik dan sudah menghasilkan uang untuk penerima bantuan bibit mangga tersebut tahun 2014 di Lengkong Cepang, Lembor Selatan.Didokumentasikan oleh Stef Jegaut, Selasa (15/8/2023) 




Pada program Pemberdayaan Sosial-Ekonomi, kerjasama Yayasan Ayo Indonesia dengan Missionprokur SVD Steinhauzen - Swiss tahun 2014, salah satu kegiatannya, adalah mempromosikan pembuatan Toilet dan Septik Tank menggunakan bambu untuk menggantikan fungsi besi beton, ternyata masih bertahan kuat sampai saat ini di Lengkong Cepang. Didokumentasikan oleh Stef Jegaut,Selasa (15/8/2023).

Adalah Koperasi Simpan Pinjam Inklusi di Manggarai, 25 orang Penyandang Disabilitas telah menjadi Anggota KSP Credit Union Florette: Menyediakan Pinjaman Berbunga Rendah, melakukan Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi (bisnis) dan mengajarkan Literasi/Melek Keuangan. Kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia (Rumah Belajar)


Jasa Rental Kendaraan untuk Anda, Kami Siap Melayani dengan HATI:




Ayo Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama
Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong


Posting Komentar

0 Komentar